PusatKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

ERAA Diversifikasi Bisnis, Kontribusi Segmen Non-Digital Tembus 12% Penjualan

Published Oktober 5, 2026 · Updated Oktober 5, 2026 · By Sandra Brown - pusatkabar.com

Foto : Sandra Brown - pusatkabar.com

Erajaya Perluas Mesin Pertumbuhan di Luar Perangkat Digital

Pusatkabar.com – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mempercepat pengembangan bisnis lifestyle untuk menambah sumber pertumbuhan di luar distribusi dan ritel perangkat digital. Hingga semester pertama 2026, kategori non-digital telah memberi sumbangan sekitar 12% terhadap keseluruhan penjualan Erajaya Group.

Perubahan komposisi tersebut memperlihatkan arah transformasi perusahaan yang selama tiga dekade dikenal kuat di sektor perangkat digital. Erajaya kini membangun bisnis melalui tiga vertikal utama: Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle, serta Erajaya Food & Nourishment.

Langkah ini dijalankan sambil tetap menjaga penguatan bisnis inti. Perusahaan melihat kebutuhan konsumen yang tidak lagi terbatas pada perangkat teknologi, melainkan juga meliputi mobilitas, fesyen, olahraga, hingga pilihan makanan dan minuman.

“Diversifikasi kami bukan sekadar memperluas portofolio, tetapi menjawab kebutuhan konsumen yang semakin beragam,” ujar President Director & Group CEO Erajaya Budiarto Halim, Jumat (2/10).

Jaringan Gerai Menjadi Fondasi Omnichannel

Sampai akhir semester I-2026, Erajaya Group mengoperasikan lebih dari 2.500 gerai yang tersebar di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Dalam enam bulan pertama tahun ini, jumlah jaringan itu bertambah 173 gerai.

Ekosistem tersebut didukung oleh lebih dari 22.000 karyawan serta 18,4 juta anggota MyEraspace. Skala jaringan dan basis pelanggan ini menjadi salah satu modal penting bagi Erajaya untuk memperkenalkan kategori baru kepada konsumen melalui kanal yang telah dikenal.

Dari keseluruhan jumlah gerai, Erajaya Digital mengelola 1.920 lokasi. Erajaya Active Lifestyle memiliki 256 gerai, sedangkan Erajaya Food & Nourishment mengoperasikan 90 gerai. Adapun operasi perusahaan di Singapura dan Malaysia mencakup 240 gerai.

Jaringan fisik tersebut tidak berdiri sendiri. Erajaya menerapkan strategi omnichannel yang menghubungkan toko, platform digital, dan ekosistem loyalitas Eraspace. Dengan pendekatan ini, pelanggan dapat mencari serta mengakses produk melalui gerai maupun kanal digital sesuai kebutuhan mereka.

Kontribusi Lifestyle Mulai Terlihat

Diversifikasi mulai tercermin pada struktur pendapatan grup. Pada tahun buku 2025, Erajaya mencatatkan penjualan sekitar Rp76 triliun. Memasuki semester I-2026, bisnis di luar kategori digital sudah mengambil porsi sekitar 12% dari total penjualan grup.

Angka tersebut menjadi sinyal bahwa ekspansi ke kategori lifestyle tidak lagi sekadar pelengkap. Meski perangkat digital masih menjadi tulang punggung perusahaan, bisnis baru mulai membentuk kontribusi yang lebih nyata terhadap penjualan.

Di bawah Erajaya Active Lifestyle, perusahaan memasuki sejumlah lini yang berbeda dari bisnis teknologi konvensional. Portofolio yang dikembangkan mencakup kendaraan listrik, fesyen, dan olahraga. Sejumlah merek yang berada dalam kategori ini antara lain XPENG, GENTLEWOMAN, ANTA, Under Armour, dan Wilson.

Pilihan kategori tersebut memperluas titik interaksi Erajaya dengan konsumen. Kehadiran merek otomotif listrik, produk fesyen, dan perlengkapan olahraga memungkinkan perusahaan melayani kebutuhan gaya hidup yang lebih luas melalui jaringan ritel yang terus berkembang.

Memperkuat Bisnis Makanan dan Minuman

Ekspansi juga dilakukan lewat Erajaya Food & Nourishment. Pada vertikal ini, perseroan mengembangkan bisnis makanan dan minuman dengan menghadirkan CHAGEE. Selain itu, Erajaya tengah menyiapkan kehadiran I’m donut dan Oriental Kopi di Indonesia.

Masuknya perusahaan ke sektor makanan dan minuman menunjukkan bahwa strategi diversifikasi diarahkan ke berbagai kebutuhan konsumsi sehari-hari, bukan semata produk yang berhubungan dengan teknologi. Bagi perusahaan ritel dengan jaringan luas, kategori ini juga membuka kesempatan untuk membangun pengalaman konsumen dalam konteks yang berbeda.

Budiarto menyampaikan bahwa pergeseran preferensi konsumen menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan bisnis. Erajaya juga memanfaatkan kemitraan dengan beragam merek untuk memperluas pilihan produk dan layanan dalam portofolionya.

Ekspansi Tetap Dilakukan Secara Selektif

Pada tahap pertumbuhan berikutnya, Erajaya menyatakan akan terus memperkuat bisnis utamanya sekaligus mengejar peluang pada segmen lifestyle. Namun, perusahaan menegaskan ekspansi tidak dilakukan secara sembarangan.

Setiap peluang akan dipertimbangkan melalui sejumlah faktor, termasuk potensi pasar, kesesuaian dengan strategi perusahaan, ruang pertumbuhan, serta kemampuan yang telah dimiliki Erajaya. Pendekatan selektif ini penting agar penambahan kategori tetap selaras dengan arah transformasi grup.

Setelah 30 tahun membangun posisi di bisnis distribusi dan ritel perangkat digital, Erajaya kini menempatkan lifestyle sebagai salah satu pilar pengembangan jangka panjang. Targetnya bukan meninggalkan bisnis digital, melainkan membangun keseimbangan yang lebih kuat antara fondasi bisnis lama dan sumber pertumbuhan baru.

Dengan lebih dari 2.500 gerai, dukungan kanal digital, serta basis anggota MyEraspace yang besar, Erajaya memiliki infrastruktur untuk memperluas jangkauan kategori baru. Kontribusi non-digital sebesar sekitar 12% pada semester I-2026 menjadi penanda awal bahwa diversifikasi tersebut mulai menghasilkan peran yang semakin berarti dalam penjualan grup.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is ERAA Diversifikasi Bisnis Kontribusi Segmen Non Digital?

ERAA Diversifikasi Bisnis Kontribusi Segmen Non Digital is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does ERAA Diversifikasi Bisnis Kontribusi Segmen Non Digital matter?

ERAA Diversifikasi Bisnis Kontribusi Segmen Non Digital matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.