PusatKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ketegangan Korea Utara-Korea Selatan Memanas, Howitzer Terlihat Dekat Perbatasan

Published Oktober 26, 2026 · Updated Oktober 26, 2026 · By Karen Brown - pusatkabar.com

Foto : Karen Brown - pusatkabar.com

Ketegangan Korea Utara Korea Selatan Menguat di Perbatasan

Pusatkabar.com – Ketegangan Korea Utara Korea Selatan kembali meningkat setelah sebuah howitzer swagerak Korea Utara terlihat di dekat perbatasan. Kemunculan artileri kaliber 122 milimeter itu terjadi ketika Pyongyang dan Seoul saling menuduh terkait ledakan ranjau di Zona Demiliterisasi atau DMZ.

Howitzer tersebut terlihat pada Minggu, 25 Oktober 2026, di wilayah dekat garis pemisah kedua negara. Penampakan terbuka sistem persenjataan semacam itu dinilai tidak lazim di kawasan perbatasan yang dijaga sangat ketat.

Foto dari observatorium di Gimpo, kota perbatasan Korea Selatan, diduga memperlihatkan howitzer dan aktivitas latihan militer Korea Utara. Kegiatan itu tampak di pesisir Kabupaten Kaepung, sekitar 1,5 kilometer dari observatorium.

Penampakan artileri sebagai sinyal militer

Profesor Universitas Kyungnam di Seoul, Lim Eul-chul, menilai penampakan artileri tersebut dapat menjadi sinyal bahwa Pyongyang ingin menegaskan sikapnya terhadap persoalan perbatasan melalui kekuatan militer. Ketegangan Korea Utara Korea Selatan dinilai makin sensitif karena komunikasi antarkedua pihak masih terbatas.

“Sangat tidak biasa bagi Korea Utara untuk memperlihatkan artileri swageraknya secara begitu mencolok,” ujar Lim.

Menurut Lim, tindakan itu dapat dipahami sebagai pesan politik sekaligus peringatan agar Seoul berhati-hati dalam merespons insiden di perbatasan. Gesekan kecil di area tersebut berisiko berkembang menjadi konfrontasi yang lebih luas.

DMZ membentang di sekitar garis pemisah Korea Utara dan Korea Selatan. Walaupun disebut zona demiliterisasi, kawasan ini tetap menjadi salah satu perbatasan paling ketat dan paling diawasi di dunia. Garis Demarkasi Militer atau Military Demarcation Line (MDL) di tengah DMZ menjadi titik yang sangat sensitif bagi aktivitas militer kedua negara.

Surat Korea Utara kepada Dewan Keamanan PBB

Di tengah situasi tersebut, perwakilan Korea Utara di Perserikatan Bangsa-Bangsa mengirim surat kepada Dewan Keamanan PBB pada Minggu. Surat itu membahas ledakan ranjau di perbatasan yang terjadi pada September.

Pyongyang menuduh Seoul merekayasa isu ledakan ranjau untuk menggambarkan pembangunan fasilitas perbatasan Korea Utara sebagai infiltrasi militer. Korea Utara juga memperingatkan bahwa pelanggaran terhadap kedaulatannya dapat memicu tindakan bela diri.

Korea Selatan menyatakan ledakan pada 21 September di DMZ dipicu oleh ranjau yang dipasang tentara Korea Utara. Seoul menilai tindakan itu bertentangan dengan Perjanjian Gencatan Senjata Perang Korea. Komando PBB yang mengawasi DMZ sebelumnya juga menyebut pemasangan ranjau di sisi seberang garis perbatasan melanggar ketentuan gencatan senjata.

Namun, Korea Utara membantah bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Perbedaan pandangan mengenai sumber ledakan dan pembangunan fasilitas di sekitar perbatasan memperbesar ketegangan Korea Utara Korea Selatan.

Saling tuding soal tembakan peringatan

Dalam suratnya, Pyongyang kembali menuduh Korea Selatan melepaskan tembakan ke arah personel militernya. Korea Utara menilai tindakan itu bertentangan dengan Piagam PBB yang melarang ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap keutuhan wilayah negara lain.

Seoul memberikan penjelasan berbeda. Militer Korea Selatan menyatakan menggunakan siaran peringatan dan tembakan peringatan setelah personel Korea Utara melintasi MDL. Tindakan itu disebut bertujuan mendorong mereka kembali ke sisi wilayahnya.

Juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan pada Senin, 26 Oktober 2026, menyatakan surat terbaru Pyongyang pada dasarnya mengulang sikap yang telah disampaikan sebelumnya. Pemerintah Korea Selatan juga menilai surat itu berupaya membenarkan kegiatan penandaan garis perbatasan oleh Korea Utara.

FAQ

Apa yang memicu ketegangan di perbatasan Korea?

Situasi terbaru dipicu oleh saling tuding mengenai ledakan ranjau di DMZ, aktivitas pembangunan fasilitas perbatasan, serta insiden yang melibatkan tembakan peringatan di sekitar MDL.

Mengapa penampakan howitzer menjadi perhatian?

Artileri swagerak Korea Utara terlihat secara terbuka di kawasan dekat perbatasan. Pengamat menilai tindakan tersebut tidak biasa dan dapat menjadi pesan militer di tengah hubungan kedua negara yang tegang.

Apa peran DMZ dalam konflik kedua Korea?

DMZ adalah zona penyangga di sekitar garis pemisah kedua negara. Kawasan ini menjadi titik penting karena setiap aktivitas militer di sekitarnya dapat memperburuk ketegangan Korea Utara Korea Selatan.

Related Reading