PusatKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Orang Kaya Ramai-Ramai Pindahkan Emas ke Singapura, Tembus 800 Ton

Published Oktober 25, 2026 · Updated Oktober 25, 2026 · By Sandra Brown - pusatkabar.com

Foto : Sandra Brown - pusatkabar.com

Singapura Kian Diminati sebagai Lokasi Penyimpanan Emas Fisik Global

Pusatkabar.com – Kekhawatiran atas konflik geopolitik, pembengkakan utang pemerintah, serta dinamika politik di sejumlah negara mendorong banyak individu kaya mencari lokasi baru untuk menjaga aset mereka. Singapura muncul sebagai salah satu tujuan utama, terutama bagi pemilik emas fisik dari Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah.

Arus perpindahan ini tidak hanya melibatkan pemilik lama logam mulia. Keluarga-keluarga kaya yang sebelumnya tidak menyimpan emas fisik juga mulai membeli emas batangan dan memilih menyimpannya di negara kota tersebut. Pilihannya dapat dilakukan melalui bank swasta maupun transaksi langsung dengan pedagang emas batangan.

Mereka membeli melalui bank swasta atau langsung dari pedagang emas batangan, lalu menyimpannya di pulau itu.

Pernyataan itu disampaikan Manish Tibrewal, salah satu pendiri Farro Capital, perusahaan pengelola kekayaan yang berbasis di Singapura. Perubahan perilaku investor tersebut memperlihatkan bahwa emas kembali dipandang sebagai bagian dari strategi perlindungan kekayaan di tengah ketidakpastian global.

Cadangan Emas Pribadi Melonjak

J. Rotbart & Co., perusahaan perdagangan emas batangan, memperkirakan emas milik pribadi yang disimpan di Singapura telah melampaui 800 ton pada 2025. Jumlah itu mencerminkan kenaikan yang sangat besar, sekitar 16 kali lipat dibandingkan tingkat penyimpanan pada 2014.

Porsi terbesar dari emas tersebut berasal dari Eropa. Volume penyimpanan diperkirakan masih berpotensi bertambah sepanjang tahun ini dan tahun depan, seiring berlanjutnya kebutuhan investor untuk menempatkan aset fisik di yurisdiksi yang dianggap stabil.

Bagi pemilik aset besar, emas fisik memiliki karakter berbeda dari instrumen keuangan digital atau surat berharga. Emas dapat disimpan secara langsung dalam bentuk batangan atau koin, meski kepemilikannya tetap memerlukan pengamanan, asuransi, serta fasilitas penyimpanan yang memadai. Karena itu, pertumbuhan permintaan tidak hanya menguntungkan pedagang, tetapi juga pengelola brankas, bank, dan penyedia layanan logistik khusus.

Permintaan Batangan dan Koin Menguat

Minat terhadap emas fisik juga tercermin dalam penjualan batangan dan koin di berbagai pasar. World Gold Council mencatat China sebagai pasar investasi emas terbesar pada 2025, dengan permintaan mencapai 431,7 ton. Angka itu meningkat 28% secara tahunan.

India berada di posisi berikutnya dengan permintaan 280,4 ton. Amerika Serikat mencatat 58 ton, sedangkan Swiss mencapai 25 ton. Di Singapura, permintaan emas batangan dan koin tercatat 9,6 ton. Skalanya memang lebih kecil dibandingkan pasar-pasar utama tersebut, tetapi pertumbuhannya mencapai 48% dalam setahun.

Angka itu menggambarkan dua sisi peran Singapura dalam perdagangan emas. Negara ini memiliki pasar domestik yang berkembang, tetapi daya tarik utamanya justru terletak pada fungsinya sebagai pusat penyimpanan dan perdagangan bagi investor internasional. Lokasi regionalnya, layanan keuangan yang luas, dan keberadaan fasilitas khusus memberi ruang bagi pemilik aset lintas negara untuk menyimpan logam mulia secara aman.

Fasilitas Penyimpanan Berkembang Pesat

Pertumbuhan kebutuhan tersebut memberi peluang besar bagi pelaku usaha penyimpanan emas. Salah satu figur yang menikmati perkembangan ini adalah Gregor Gregersen, pengusaha asal Jerman yang mengelola fasilitas penyimpanan logam mulia di Singapura.

Usahanya berawal dari penyimpanan perak dalam jumlah terbatas serta transaksi di stasiun kereta dekat rumah sambil menguji minat pasar lokal. Kini, bisnis tersebut telah berkembang menjadi fasilitas penyimpanan enam lantai dengan luas 16.722 meter persegi.

Fasilitas milik Gregersen, The Reserve, menerima titipan emas dari pelanggan Singapura maupun negara lain. Sejak awal 2020, jumlah emas yang disimpan di lokasi itu meningkat tiga kali lipat. Pada September 2026, totalnya telah mencapai 8,6 ton, dengan sekitar 90% kepemilikan berasal dari luar negeri.

Selain The Reserve, Singapura memiliki Le Freeport, fasilitas penyimpanan swasta yang turut menopang ekosistem perdagangan logam mulia. Kapasitas gabungan kedua lokasi tersebut mencapai sedikitnya 2.200 ton emas. Le Freeport sendiri dapat menampung setidaknya 1.700 ton dan kerap dijuluki Fort Knox Asia.

Bank Memperluas Layanan Emas

Perbankan juga melihat peluang dari perubahan arah investasi tersebut. Nomura Holdings Inc. dan Oversea-Chinese Banking Corp. atau OCBC termasuk institusi yang menambah layanan terkait perdagangan serta penyimpanan emas di Singapura.

Kehadiran bank dalam bisnis ini dapat memberi pilihan tambahan bagi nasabah yang ingin memperoleh, menyimpan, atau mengelola emas melalui jalur lembaga keuangan. Sementara itu, perusahaan perdagangan dan pengelola brankas menawarkan pilihan bagi pembeli yang lebih menekankan kepemilikan fisik atas logam mulia mereka.

Pemerintah Singapura turut membangun infrastruktur guna memperkuat posisi negara tersebut dalam perdagangan emas batangan. Langkah ini sejalan dengan meningkatnya perhatian investor global pada emas sebagai salah satu cara diversifikasi aset dan perlindungan nilai kekayaan.

Lonjakan penyimpanan emas di Singapura menunjukkan bahwa logam mulia tidak sekadar diburu ketika harga bergerak naik. Bagi sebagian pemilik aset besar, keputusan menyimpan emas fisik juga berkaitan dengan lokasi, akses, keamanan, dan keyakinan terhadap stabilitas suatu pusat keuangan. Dalam konteks itu, Singapura semakin menegaskan perannya sebagai salah satu simpul penting bagi perdagangan dan penitipan emas dunia.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Orang Kaya Ramai Ramai Pindahkan Emas?

Orang Kaya Ramai Ramai Pindahkan Emas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Orang Kaya Ramai Ramai Pindahkan Emas matter?

Orang Kaya Ramai Ramai Pindahkan Emas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.