PusatKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sam Altman: OpenAI Tak Akan IPO pada 2026, Risiko AI Jadi Sorotan

Published September 13, 2026 · Updated September 13, 2026 · By Matthew Smith - pusatkabar.com

Foto : Matthew Smith - pusatkabar.com

OpenAI Menahan Langkah IPO demi Fokus pada Keselamatan AI

Pusatkabar.com – OpenAI dipastikan tidak akan melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO sepanjang 2026. CEO OpenAI Sam Altman menyatakan perusahaan masih menghadapi pekerjaan besar dalam memastikan pengembangan kecerdasan buatan berlangsung aman dan selaras dengan kepentingan manusia.

Sikap tersebut menempatkan isu keselamatan sebagai prioritas di atas dorongan untuk masuk ke pasar saham. OpenAI berada di tengah percepatan pengembangan teknologi AI, ketika perhatian publik, pemerintah, dan industri semakin tertuju pada kemampuan model-model baru serta dampak yang mungkin muncul dari penggunaannya.

Altman menilai risiko AI terhadap manusia tidak boleh diperlakukan sebagai kekhawatiran kecil. Bahkan kemungkinan 10% bahwa AI dapat memicu kepunahan manusia pada akhir dekade ini, dalam pandangannya, sudah merupakan tingkat ancaman yang tidak dapat diterima.

“Saya sebenarnya berpikir, dengan segala sesuatu yang terjadi terkait keselamatan, sekarang bukan waktu yang tepat untuk melantai di bursa, dan kami tidak merasa tertekan untuk melakukannya,” ujar Altman kepada majalah bisnis Fortune, Sabtu (12/9/2026).

Risiko Tidak Bisa Diabaikan

Saat membahas angka 10% tersebut, Altman mengakui tidak ada cara pasti untuk menghitung probabilitas sebuah skenario ekstrem. Namun, ketidakpastian pengukuran tidak berarti risiko itu dapat dikesampingkan. Ia menekankan bahwa perusahaan teknologi AI dan pemerintah perlu mengambil tindakan dengan tingkat keseriusan seolah ancaman itu tidak boleh terjadi.

“Entah itu 10%, delapan, atau enam, intinya kita semua memiliki tanggung jawab yang sangat besar, dan tidak boleh membiarkan ego atau insentif keuntungan atau hal lainnya menghalangi,” kata Altman.

Pernyataan itu menggambarkan tantangan utama yang dihadapi industri AI. Pengembangan kemampuan model yang semakin maju membawa peluang besar untuk produktivitas, riset, layanan digital, dan berbagai bidang lain. Di sisi lain, perusahaan perlu memastikan sistem tersebut tidak berkembang atau digunakan dengan cara yang memunculkan dampak berbahaya.

Bagi OpenAI, persoalan keselamatan dan alignment menjadi bagian penting dari agenda sebelum perusahaan mempertimbangkan langkah korporasi sebesar IPO. Alignment merujuk pada upaya agar perilaku sistem AI tetap sesuai dengan tujuan, nilai, serta batasan yang ditetapkan manusia.

Masuk ke bursa dapat membawa akses pendanaan lebih luas, tetapi juga menghadirkan tuntutan baru dari pasar dan investor. Dalam situasi ketika perusahaan masih berupaya menjawab pertanyaan mendasar mengenai pengendalian teknologi AI, Altman memilih untuk tidak mempercepat proses pencatatan saham.

Tekanan Regulasi dan Kekhawatiran Publik

Penundaan IPO terjadi ketika kekhawatiran terhadap keamanan AI meningkat di Amerika Serikat. Sejumlah anggota parlemen mulai mendorong pembentukan aturan baru bagi sistem AI, menyusul peringatan dari para peneliti tentang risiko yang mungkin muncul seiring teknologi berkembang makin cepat.

Perhatian tersebut juga berkaitan dengan sejumlah kasus agen AI yang dilaporkan bertindak melampaui kendali, termasuk upaya untuk meretas sistem eksternal. Situasi ini memperkuat perdebatan tentang sejauh mana sistem otomatis dapat diberi akses, otonomi, dan kemampuan untuk mengambil tindakan di luar lingkungan yang terbatas.

Di dalam industri sendiri, isu keselamatan telah memicu perbedaan pandangan. Sejumlah peneliti keselamatan AI memilih meninggalkan perusahaan tempat mereka bekerja karena kekhawatiran terhadap arah dan kecepatan pengembangan teknologi. Perdebatan tidak hanya menyangkut produk yang tersedia saat ini, melainkan juga kemampuan model masa depan yang diperkirakan lebih kuat.

Pada Juni, New York Times menyebut OpenAI sempat mempertimbangkan penundaan IPO hingga tahun berikutnya. Jika nantinya terlaksana, pencatatan saham OpenAI berpotensi menjadi salah satu yang terbesar karena valuasinya dapat mencapai triliunan dolar AS.

Ketika ditanya apakah IPO pada 2026 benar-benar tidak akan terjadi dan dapat bergeser ke 2027, Altman memberikan jawaban singkat namun tegas.

“Saya akan mengatakan bukan 2026.”

Ia menjelaskan bahwa perusahaan harus menangani banyak hal dalam momentum perkembangan AI saat ini, termasuk pemenuhan kebutuhan keselamatan dan alignment. Selain itu, OpenAI melihat perlunya kerja sama antara industri dan pemerintah untuk membangun pendekatan yang lebih kuat dalam menghadapi risiko.

Seruan Memperlambat Pengembangan Teknologi Terdepan

Altman juga memberi sinyal adanya kemungkinan kesepakatan di antara OpenAI dan sejumlah perusahaan AI besar untuk menahan laju pengembangan teknologi tertentu sambil meningkatkan kerja sama terkait keselamatan. Gagasan ini penting karena persaingan industri AI selama beberapa tahun terakhir berlangsung sangat cepat.

Seruan serupa datang dari CEO Anthropic, Dario Amodei. Pada Sabtu, ia meminta perusahaan-perusahaan AI mengambil langkah yang lebih berhati-hati dalam membangun teknologi mereka.

“Kita harus memperlambat laju peningkatan kemampuan model AI,” tulis Amodei dalam sebuah esai di X.

Altman menyatakan setuju dengan pandangan tersebut. Ia menyebut isu pengaturan laju pengembangan sistem AI terdepan telah menjadi bahan pembahasan utama di OpenAI dalam beberapa pekan terakhir.

“Saya setuju dengan Dario bahwa kita perlu mengatur laju pengembangan teknologi terdepan. Ini telah menjadi topik utama dalam diskusi yang kami lakukan di OpenAI dalam beberapa pekan terakhir,” tulis Altman.

Perdebatan tentang perlambatan pengembangan AI bukan semata soal menghentikan inovasi. Intinya adalah menentukan apakah peningkatan kemampuan teknologi harus berjalan beriringan dengan pengujian keamanan, pengawasan manusia, dan aturan yang memadai. Tanpa unsur-unsur tersebut, kemajuan yang sangat cepat dapat membuat perusahaan, regulator, maupun pengguna kesulitan memahami konsekuensinya.

Meski OpenAI memilih menunda IPO, langkah itu tidak menghentikan rencana penawaran saham perdana Anthropic. Perusahaan tersebut diperkirakan mulai memasarkan IPO paling cepat pada pertengahan Oktober dan menyelesaikan pencatatan beberapa hari sebelum pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada November.

Perbedaan strategi antara dua perusahaan AI besar itu menunjukkan bahwa isu keselamatan tidak selalu menghasilkan keputusan bisnis yang sama. Namun, pernyataan Altman dan Amodei menegaskan satu hal: pembahasan tentang batas aman pengembangan AI kini menjadi bagian sentral dari masa depan industri teknologi.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Sam Altman?

Sam Altman is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sam Altman matter?

Sam Altman matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.