Serangan Drone Guncang Moskow, 4 Orang Tewas di Tengah Pemilu Rusia
Serangan Drone Besar Mengguncang Moskow Saat Rusia Menutup Pemilu Parlemen
Pusatkabar.com – Moskow menghadapi gelombang serangan drone dalam skala besar pada Minggu, 20 September 2026, bertepatan dengan hari terakhir pemilihan anggota parlemen Rusia. Serangan ini menimbulkan korban jiwa, memicu evakuasi warga, serta kembali menempatkan keamanan ibu kota dan infrastruktur energinya sebagai sorotan di tengah perang Rusia-Ukraina.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyatakan sistem pertahanan udara Rusia menghadapi serangan yang disebutnya paling besar terhadap ibu kota sejak perang dengan Ukraina berlangsung. Sejak Sabtu, 19 September, Rusia menyebut telah mencegat lebih dari 1.600 drone, dengan sekitar 450 di antaranya diarahkan menuju Moskow.
“Serangan terbesar dengan drone musuh telah berhasil dipukul mundur,” kata Sobyanin melalui Telegram.
Ia menilai waktu serangan tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan pemilu parlemen. Pemerintah Rusia memandang serangan itu sebagai upaya untuk mengganggu proses politik nasional yang berlangsung selama tiga hari.
“Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu pemilu. Musuh tidak berhasil,” tambah Sobyanin.
Empat Orang Tewas dan Ratusan Warga Dievakuasi
Empat orang dilaporkan meninggal dalam rangkaian serangan tersebut. Dua korban berada di wilayah Moskow, sementara dua lainnya tewas di wilayah Kherson yang dikuasai Rusia. Salah satu korban di Kherson merupakan petugas pemilu.
Dampak serangan juga terasa di kawasan permukiman. Sebuah drone menghantam apartemen, sedangkan sekitar 400 orang, termasuk 70 anak-anak, dievakuasi dari gedung apartemen 21 lantai di distrik Ramenskoye, wilayah Moskow yang lebih luas. Evakuasi dilakukan sebagai langkah keselamatan setelah area tersebut terdampak serangan.
Belum ada komentar dari Ukraina mengenai peristiwa ini. Dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun, Rusia dan Ukraina sama-sama menyatakan tidak menjadikan warga sipil sebagai sasaran. Namun, serangan udara, drone, dan rudal terus membawa risiko besar bagi warga di daerah yang berada di sekitar fasilitas strategis maupun kawasan padat penduduk.
Kilang Minyak Kembali Menjadi Sasaran
Selain kawasan hunian, serangan drone juga mengenai area kilang minyak Moskow. Fasilitas itu telah berulang kali menjadi target serangan dan kembali mengalami kerusakan setelah sejumlah drone mencapai kompleksnya.
Kilang minyak Moskow memiliki peran penting dalam rantai pasokan energi Rusia. Pada 2024, fasilitas tersebut mengolah sekitar 11,6 juta ton minyak mentah. Dari proses itu dihasilkan sekitar 2,9 juta ton bensin dan 3,2 juta ton solar, berdasarkan data terbaru yang tersedia.
Gangguan di fasilitas energi bukan hanya berkaitan dengan kerusakan fisik. Serangan terhadap kilang dapat memengaruhi kegiatan pengolahan, distribusi bahan bakar, kebutuhan perbaikan, dan pengamanan tambahan. Dalam beberapa bulan terakhir, infrastruktur energi Rusia menjadi salah satu titik penting dalam dinamika konflik karena nilainya bagi kebutuhan ekonomi dan logistik.
Serangan ke Moskow juga memperlihatkan bahwa wilayah yang jauh dari garis depan tetap rentan terhadap dampak perang. Pertahanan udara Rusia kerap menyatakan berhasil menghancurkan sebagian besar drone, tetapi serpihan dan drone yang lolos tetap dapat mengancam bangunan, fasilitas industri, serta keselamatan penduduk.
Pemilu Duma di Tengah Perang
Serangan terjadi ketika Rusia memasuki penutupan pemungutan suara untuk Duma Negara, majelis rendah parlemen Rusia. Pemilu ini berlangsung selama tiga hari dan menjadi pemilihan parlemen pertama sejak Rusia memulai invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.
Bagi Kremlin, pemilu tersebut dipandang sebagai salah satu indikator dukungan publik terhadap kebijakan Presiden Vladimir Putin, termasuk perang di Ukraina. Partai berkuasa Rusia Bersatu atau United Russia diperkirakan tetap mempertahankan dominasi di parlemen.
Komisi Pemilihan Umum Rusia menyatakan pemungutan suara berjalan relatif lancar, meski sistem pemilihan daring mengalami serangan siber pada hari sebelumnya. Hingga Minggu pagi, partisipasi dalam pemilu Duma dan pemilu regional telah melampaui 45 persen, seperti disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia Ella Pamfilova.
Putin sebelumnya menggambarkan hasil pemilu sebagai cerminan dukungan masyarakat terhadap tentara Rusia yang bertempur di Ukraina.
“Pilihan Anda dan kehendak Anda sekali lagi akan menunjukkan bahwa jutaan orang berdiri di belakang para prajurit kita, bahwa kita adalah satu bangsa yang dipersatukan oleh nilai-nilai bersama, ingatan sejarah, dan kecintaan terhadap tanah air, serta bahwa tidak ada seorang pun yang akan berhasil memecah belah atau mengintimidasi kita,” ujar Putin.
Ruang Politik Oposisi Tetap Terbatas
Pemilu berlangsung di tengah pembatasan terhadap kandidat yang menentang perang di Ukraina. Sebagian besar calon anti-perang tidak diizinkan berpartisipasi, sementara aturan Rusia memungkinkan hukuman penjara panjang bagi tindakan yang dianggap mendiskreditkan militer atau menyebarkan informasi yang oleh pemerintah dinilai sebagai berita palsu.
Partai liberal Yabloko termasuk kelompok politik yang berupaya menyuarakan kelelahan publik akibat perang. Sejumlah kandidatnya mengaku mengkhawatirkan kebebasan mereka setelah dua tokoh senior partai dijatuhi hukuman penjara panjang sebelum pemungutan suara.
Dalam aksi protes simbolis, pemimpin Yabloko Nikolai Rybakov menuliskan nama partainya dan slogan “Untuk perdamaian” pada surat suara miliknya sehingga surat suara itu rusak.
Kremlin mempertahankan bahwa persatuan nasional dan pembatasan informasi dibutuhkan selama operasi militer khusus di Ukraina, sebutan resmi pemerintah Rusia untuk perang tersebut. Moskow juga menggambarkan konflik ini sebagai perjuangan eksistensial melawan Barat yang dianggap bermusuhan.
Gabungan serangan drone, ancaman terhadap fasilitas energi, dan pemilu yang berlangsung dengan ruang oposisi terbatas menegaskan tekanan yang dihadapi Rusia pada saat ini. Bagi warga Moskow, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa perang yang berpusat di Ukraina tetap membawa konsekuensi langsung hingga ke jantung ibu kota Rusia.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Serangan Drone Guncang Moskow 4 Orang?Serangan Drone Guncang Moskow 4 Orang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Serangan Drone Guncang Moskow 4 Orang matter?Serangan Drone Guncang Moskow 4 Orang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.