Yield US Treasury Turun Seiring Penurunan Harga Minyak dan Aksi Ambil Untung
Yield US Treasury Turun Seiring Harga Minyak Melemah
Pusatkabar.com – Yield US Treasury turun seiring penurunan harga minyak dan aksi ambil untung investor pada Kamis, 17 September 2026. Penguatan harga obligasi pemerintah Amerika Serikat terjadi setelah imbal hasil sempat melonjak ke level tinggi dalam beberapa hari sebelumnya.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun 6,1 basis poin menjadi 4,943%. Ini menjadi penurunan harian terdalam sejak 25 Agustus. Pada awal pekan, yield tenor tersebut sempat melampaui 5,00%, level yang belum terlihat sejak 2023.
Yield obligasi Treasury tenor 30 tahun juga turun 5,6 basis poin menjadi 5,292%. Karena harga obligasi bergerak berlawanan dengan yield, penurunan imbal hasil ini menunjukkan meningkatnya pembelian surat utang jangka panjang.
Investor Mengambil Keuntungan Setelah Yield Naik
Sehari sebelumnya, mayoritas yield Treasury meningkat setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023. Kebijakan itu telah diperkirakan pasar sebagai langkah untuk menekan inflasi yang masih tinggi.
Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang bernada hawkish turut membuat investor mempertimbangkan peluang pengetatan kebijakan lebih lanjut. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga kembali pada rapat The Fed Oktober berada di sekitar 53%.
“Awalnya kita melihat suku bunga naik, sekarang kita melihat sedikit pembalikan dari kondisi kemarin, namun menurut saya pasar belum benar-benar memahami apa yang sebenarnya terjadi di sini,” kata Ron Albahary, kepala pejabat investasi LNW di Philadelphia.
Pasar obligasi AS tetap menjadi perhatian karena yield Treasury kerap dijadikan acuan biaya pinjaman bagi perusahaan, kredit perumahan, dan berbagai instrumen pendapatan tetap. Koreksi yield dapat memberi ruang bagi aset yang sensitif terhadap perubahan suku bunga, meski arah kebijakan The Fed masih menjadi faktor utama.
Harga Minyak Turut Meredakan Kekhawatiran Inflasi
Yield US Treasury turun seiring harga minyak menyentuh level terendah dalam satu minggu. Penurunan harga energi dipicu informasi mengenai tambahan pengiriman minyak mentah Arab Saudi melalui Oman, yang membantu meredakan kekhawatiran mengenai pasokan.
Sebelumnya, kenaikan harga minyak terkait perang AS-Israel melawan Iran memperbesar kecemasan investor terhadap inflasi. Harga energi memiliki pengaruh penting terhadap tekanan harga secara umum, sehingga pelemahannya dinilai dapat mengurangi risiko inflasi jangka pendek.
Turunnya harga minyak membuat investor kembali melirik obligasi setelah yield jangka panjang naik ke level yang dianggap menarik. Aksi penutupan posisi short juga berpotensi mendukung kenaikan harga Treasury dan menekan yield lebih jauh.
“Tidak ada lagi yang ingin mengambil posisi short untuk obligasi tenor panjang,” ujar Tom di Galoma, direktur pelaksana Mischler Financial Group di Stamford, Connecticut.
Di Galoma menilai hedge fund dan investor lain kemungkinan mulai merealisasikan keuntungan dari posisi yang sebelumnya mengandalkan kenaikan yield. Ia juga menyoroti program buyback Departemen Keuangan AS sebagai faktor yang dapat meningkatkan permintaan Treasury tenor panjang.
Lelang TIPS Memberikan Sinyal Permintaan Lemah
Di tengah penguatan pasar obligasi, lelang Treasury Inflation-Protected Securities atau TIPS tenor 10 tahun senilai US$19 miliar menunjukkan permintaan yang kurang solid. Instrumen tersebut dijual dengan yield tinggi 2,653%, lebih dari dua basis poin di atas level perdagangan sebelum lelang.
Rasio bid-to-cover tercatat 2,24 kali, terendah sejak September tahun lalu. Angka tersebut menunjukkan total penawaran beli hanya 2,24 kali nilai obligasi yang dilepas, mencerminkan minat yang lebih lemah terhadap instrumen perlindungan inflasi itu.
FAQ Yield US Treasury
Apa arti yield US Treasury turun?
Penurunan yield biasanya berarti harga obligasi Treasury sedang naik. Kondisi ini dapat mencerminkan meningkatnya permintaan investor terhadap surat utang pemerintah AS.
Mengapa harga minyak memengaruhi yield Treasury?
Harga minyak berpengaruh terhadap ekspektasi inflasi. Ketika harga energi turun, kekhawatiran inflasi dapat berkurang sehingga investor lebih tertarik membeli obligasi dan yield berpotensi melemah.
Mengapa kebijakan The Fed tetap penting?
Perubahan suku bunga The Fed memengaruhi ekspektasi imbal hasil obligasi dan biaya pendanaan di pasar. Karena itu, investor tetap memantau sinyal kebijakan berikutnya meski yield US Treasury turun seiring meredanya harga minyak.