Harga Emas Dunia Anjlok 1,6%, Inflasi AS Picu Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed
Harga Emas Dunia Anjlok 1,6% Usai Inflasi AS Menguat
Pusatkabar.com – Harga Emas Dunia Anjlok 1,6% pada perdagangan Rabu, 14 Oktober 2026, setelah data inflasi Amerika Serikat meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat kembali menaikkan suku bunga. Pelemahan ini memperpanjang koreksi harga emas selama tiga sesi perdagangan berturut-turut.
Harga emas spot turun 1,6% menjadi US$4.091,06 per ons troi pada pukul 11.30 waktu setempat atau 15.30 GMT. Posisi tersebut menjadi level terendah sejak 7 Oktober 2026. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember melemah 1,5% menjadi US$4.112,90 per ons troi.
Inflasi AS Mendorong Ekspektasi Kenaikan Bunga
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen atau consumer price index (CPI) meningkat 0,6% pada September 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,4% pada Agustus dan menunjukkan tekanan harga masih berada di atas target bank sentral AS.
Data inflasi ini membuat pelaku pasar kembali memperhitungkan peluang pengetatan kebijakan moneter. CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga pada Oktober naik menjadi sekitar 42%, dari kisaran 22% sebelum data CPI diumumkan. Peluang kenaikan suku bunga pada Desember bahkan diperkirakan mencapai 93%.
“Pada titik ini, data tersebut mengindikasikan bahwa The Fed lebih mungkin menaikkan suku bunga,” ujar David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.
Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi biasanya memberi tekanan terhadap emas karena logam mulia tidak menawarkan bunga atau kupon. Ketika imbal hasil instrumen berbunga meningkat, sebagian investor dapat mengalihkan dana ke obligasi atau aset pendapatan tetap.
Dolar Menguat dan Imbal Hasil Obligasi Naik
Harga Emas Dunia Anjlok 1,6% juga dipengaruhi penguatan indeks dolar AS yang naik 0,7% setelah rilis data inflasi. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga berpotensi menekan permintaan.
Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut membebani pasar emas. Dalam kondisi suku bunga tinggi, investor cenderung mempertimbangkan peluang imbal hasil dari aset berbunga dibandingkan menyimpan emas yang tidak memberikan pendapatan rutin.
Meski demikian, arah harga emas tidak hanya ditentukan oleh kebijakan The Fed. Ketidakpastian ekonomi, risiko geopolitik, perkembangan pasar tenaga kerja, serta kondisi fiskal AS tetap dapat memengaruhi minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
Risiko Geopolitik dan Pembelian Bank Sentral
Di tengah tekanan inflasi AS, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik. Harga minyak naik pada Rabu setelah terjadi serangan terhadap kantor pusat perusahaan minyak milik negara Arab Saudi. Ketegangan di pasar energi dapat meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan dan, dalam situasi tertentu, mendukung permintaan aset aman.
Pejabat Iran menyatakan negaranya menggunakan taktik baru untuk menargetkan kapal-kapal dengan tujuan menjaga harga minyak tetap tinggi dan memengaruhi pemilihan paruh waktu AS. Situasi tersebut menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan investor komoditas.
Dalam jangka panjang, pembelian emas oleh bank sentral serta kekhawatiran terhadap kenaikan utang pemerintah AS masih berpotensi menopang harga. Carsten Menke, analis Julius Baer, menilai permintaan bank sentral yang kuat dan perhatian terhadap utang AS beserta beban bunganya dapat kembali memberikan dukungan bagi emas.
FAQ Harga Emas Dunia
Mengapa harga emas turun ketika inflasi AS naik?
Inflasi yang lebih tinggi dapat membuat pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga. Kondisi tersebut biasanya memperkuat dolar AS dan meningkatkan imbal hasil obligasi, dua faktor yang dapat mengurangi daya tarik emas.
Apa yang perlu diperhatikan investor emas setelah koreksi ini?
Investor perlu mencermati data inflasi berikutnya, keputusan dan pernyataan pejabat The Fed, pergerakan dolar AS, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS. Perkembangan geopolitik dan pembelian emas oleh bank sentral juga dapat memengaruhi harga dalam jangka pendek maupun panjang.
Apakah koreksi harga emas berarti tren jangka panjang berakhir?
Tidak selalu. Koreksi harian dapat dipicu perubahan ekspektasi suku bunga, tetapi harga emas juga dipengaruhi ketidakpastian ekonomi, risiko geopolitik, permintaan bank sentral, dan kondisi fiskal global. Investor perlu menilai faktor-faktor tersebut secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.