PusatKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Harga Emas Spot Merosot ke Level Terendah Sejak Oktober 2025

Published Oktober 31, 2026 · Updated Oktober 31, 2026 · By Joseph Gonzalez - pusatkabar.com

Foto : Joseph Gonzalez - pusatkabar.com

Tekanan Pasar Saham Menyeret Harga Emas ke Titik Terendah Setahun

Pusatkabar.com – Pasar logam mulia mengalami tekanan besar pada Jumat, 30 Oktober 2026, setelah pelemahan saham teknologi memicu gejolak yang lebih luas di pasar keuangan. Kekhawatiran investor terhadap kemampuan belanja kecerdasan buatan atau AI menghasilkan keuntungan yang sepadan ikut mendorong aksi jual pada berbagai aset, termasuk emas.

Harga emas spot turun 3,62% menjadi US$3.875,84 per ons. Posisi tersebut merupakan level terendah emas sejak Oktober 2025. Kontrak emas Amerika Serikat untuk pengiriman Desember juga berakhir melemah 3,3% di US$3.898,90 per ons.

Penurunan tidak terbatas pada emas. Perak merosot 6,5% hingga US$49 per ons, menembus level US$50 untuk pertama kalinya dalam 11 bulan. Paladium pun jatuh ke bawah US$1.000 per ons. Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan di pasar keuangan telah menyebar ke kelompok logam mulia secara luas.

Koreksi Saham AI Memicu Aksi Jual

Pelemahan saham teknologi menjadi salah satu pemicu utama sentimen negatif. Selama beberapa waktu, pertumbuhan laba perusahaan dipandang sebagai penopang reli saham yang terkait dengan pengembangan AI. Ketika keyakinan terhadap prospek tersebut mulai goyah, investor menghadapi kebutuhan likuiditas yang lebih besar dan sebagian aset aman ikut dilepas.

“Situasinya sedang kacau. Logam mulia tidak akan mampu lolos dari dampak koreksi tajam di pasar saham. Selama ini, laba perusahaan menjadi fondasi utama di balik reli saham AI, dan kini fondasi tersebut mulai retak,” ujar Tai Wong, pedagang logam independen.

Analis Commerzbank menilai pelemahan tajam saham teknologi pada perdagangan Jumat berpotensi memicu penjualan paksa atas aset safe-haven, termasuk emas. Kondisi itu juga dapat berkaitan dengan margin call, ketika pelaku pasar perlu menyediakan tambahan dana untuk memenuhi persyaratan transaksi mereka.

Fenomena tersebut menjelaskan mengapa emas, yang kerap dipilih sebagai aset perlindungan pada masa ketidakpastian, tetap dapat ikut turun pada periode pasar yang sangat bergejolak. Dalam situasi tertentu, investor menjual aset yang mudah dicairkan untuk menutup kerugian atau kebutuhan dana pada posisi investasi lain.

Jarak Lebar dari Rekor Januari

Harga emas kini telah terkoreksi sekitar 30% dari rekor US$5.595 per ons yang tercapai pada Januari 2026. Tekanan terhadap harga juga dipengaruhi oleh ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama. Suku bunga tinggi biasanya meningkatkan daya tarik instrumen yang memberikan imbal hasil, sehingga aset tanpa bunga seperti emas menghadapi tantangan lebih besar.

Permintaan yang lebih lemah di Asia turut membebani pasar emas. Meski demikian, analis melihat pembelian bank sentral cenderung menguat saat harga bergerak di bawah US$4.000 per ons. Batas harga itu menjadi salah satu area penting yang diperhatikan pasar karena dapat memengaruhi minat pembelian fisik maupun akumulasi cadangan.

Bagi investor, pergerakan emas terbaru menegaskan bahwa statusnya sebagai aset defensif tidak berarti harganya selalu bergerak naik ketika ketidakpastian muncul. Nilai emas tetap dipengaruhi arah suku bunga, penguatan atau pelemahan dolar, arus dana investasi, kebutuhan likuiditas, serta permintaan fisik dari berbagai wilayah.

Logam Putih Mengalami Koreksi yang Lebih Dalam

Penurunan pada perak, platina, dan paladium bahkan lebih tajam dibandingkan emas. Ketiga logam ini tidak memperoleh dukungan yang sama seperti emas dalam bentuk pembelian bank sentral dan permintaan investasi safe-haven. Karakteristik permintaannya juga lebih erat terkait dengan aktivitas industri, sehingga perlambatan prospek ekonomi dapat memberi tekanan tambahan.

Selama pekan ini, perak, platina, dan paladium turun sekitar 7% hingga 9%, sementara emas melemah 2,9%. Perbedaan kinerja tersebut mendorong Relative Strength Index atau RSI logam-logam putih jauh memasuki area jenuh jual untuk pertama kali dalam tiga tahun. Kondisi oversold menggambarkan kuatnya momentum bearish, meski tidak otomatis memastikan harga akan segera berbalik naik.

“Hal yang cukup mengkhawatirkan bagi logam-logam putih ini adalah penurunan yang terjadi berlangsung secara terus-menerus dan berkepanjangan, bukan sekadar lonjakan tajam yang kemudian pulih dengan cepat,” ujar Wong.

Perak saat ini semakin dipandang sebagai komoditas yang bergantung pada pertumbuhan industri. HSBC menyatakan permintaan perak dari sektor industri dan perhiasan sedang melemah. Rata-rata harga perak pada 2027 diperkirakan berada di US$64 per ons, lebih rendah daripada estimasi rata-rata US$71 per ons pada tahun ini.

Rasio Emas-Perak Menjadi Sorotan

Hubungan harga emas dan perak juga memperlihatkan perubahan besar. Saat ini, satu ons emas setara dengan sekitar 79 ons perak, menjadi rasio tertinggi dalam 11 bulan. Pada Januari, rasio itu hanya berada di angka 46 ons ketika perak sempat menorehkan rekor US$122 per ons.

Rasio emas-perak yang meningkat berarti perak melemah lebih cepat dibandingkan emas. Secara historis, masih terdapat ruang bagi perak untuk turun lebih jauh terhadap emas. Metals Focus mencatat rasio tersebut rata-rata berada di level 82 sepanjang periode 2020 hingga 2025.

Pergerakan berikutnya di pasar logam mulia akan sangat dipengaruhi oleh stabilitas saham teknologi, arah ekspektasi suku bunga, serta kekuatan permintaan fisik. Untuk sementara, penurunan tajam yang terjadi memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati menghadapi ketidakpastian prospek pertumbuhan dan investasi AI.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Harga Emas Spot Merosot ke Level?

Harga Emas Spot Merosot ke Level is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Harga Emas Spot Merosot ke Level matter?

Harga Emas Spot Merosot ke Level matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.