PusatKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

IHSG Anjlok 10,76% ke 5.233 di Sesi I Jumat (16/10), AKRA, INDY, INCO Top Losers LQ45

Published Oktober 16, 2026 · Updated Oktober 16, 2026 · By Karen Williams - pusatkabar.com

Foto : Karen Williams - pusatkabar.com

IHSG Merosot Tajam pada Sesi Pertama Perdagangan Jumat

Pusatkabar.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan besar pada perdagangan sesi I Jumat, 16 Oktober 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG turun 630,77 poin atau 10,76% dan berada di level 5.233.

Pelemahan tersebut tercermin secara luas di pasar saham. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 14 saham yang menguat. Sementara itu, 771 saham melemah dan tiga saham tidak bergerak dari posisi sebelumnya.

Pergerakan ini menunjukkan tekanan jual terjadi di sebagian besar kelompok saham, bukan hanya pada beberapa emiten tertentu. Investor perlu mencermati bahwa perubahan indeks mencerminkan rata-rata pergerakan harga saham di bursa, sehingga penurunan tajam IHSG dapat berlangsung bersamaan dengan pelemahan banyak sektor.

Seluruh Sektor Berada di Zona Merah

Semua indeks sektoral bergerak turun seiring anjloknya indeks utama. Sektor barang baku mencatat penurunan paling dalam, yakni 12,96%.

Setelah itu, sektor energi melemah 12,21%, sedangkan sektor infrastruktur turun 12,13%. Ketiga sektor tersebut menjadi kelompok dengan koreksi terbesar selama sesi pertama perdagangan.

Tekanan yang merata pada sektor-sektor tersebut menandakan pelemahan pasar tidak terbatas pada satu bidang usaha. Sektor barang baku mencakup sejumlah perusahaan yang berkaitan dengan bahan mentah, sementara sektor energi dan infrastruktur juga memiliki bobot penting dalam aktivitas perdagangan saham domestik.

Nilai Transaksi Mencapai Rp17,33 Triliun

Aktivitas perdagangan tetap tinggi di tengah koreksi indeks. Sampai akhir sesi I, volume transaksi mencapai 38,69 miliar saham. Nilai seluruh transaksi saham di bursa tercatat sebesar Rp17,33 triliun.

Besarnya volume dan nilai transaksi menggambarkan bahwa banyak pelaku pasar melakukan jual beli saham selama perdagangan berlangsung. Namun, dominasi jumlah saham yang turun memperlihatkan arah pasar pada sesi pertama tetap negatif.

Bagi investor, data volume dan nilai transaksi dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat intensitas aktivitas di pasar. Meski demikian, angka tersebut perlu dibaca bersama pergerakan harga saham, jumlah saham yang naik maupun turun, serta kondisi masing-masing sektor.

INDF, UNTR, dan ADRO Masih Menjadi Gainers LQ45

Di antara saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45, PT Indofood Sukses Makmur Tbk dengan kode INDF berada di posisi teratas kelompok top gainers, meski sahamnya tetap turun 6,83%.

Posisi berikutnya ditempati PT United Tractors Tbk atau UNTR yang melemah 7,82%. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk dengan kode ADRO berada di urutan ketiga setelah turun 8,13%.

Istilah top gainers dalam daftar tersebut menunjukkan saham dengan kinerja relatif lebih baik dibandingkan anggota LQ45 lainnya pada periode yang sama. Dalam kondisi pasar yang seluruhnya tertekan, saham yang masuk kelompok ini tetap dapat mencatatkan koreksi harga, tetapi penurunannya lebih terbatas daripada saham lain dalam indeks tersebut.

AKRA Memimpin Penurunan Saham LQ45

PT AKR Corporindo Tbk dengan kode AKRA menjadi saham LQ45 yang mengalami penurunan terdalam hingga penutupan sesi I. Harga saham AKRA turun 14,97%.

PT Indika Energy Tbk atau INDY menyusul dengan pelemahan 14,88%. Sementara itu, PT Vale Indonesia Tbk dengan kode INCO turun 14,81% dan menempati posisi ketiga dalam daftar top losers LQ45.

Penurunan pada ketiga saham tersebut lebih dalam dibandingkan pelemahan IHSG secara keseluruhan. AKRA, INDY, dan INCO juga memperlihatkan bahwa saham-saham dari beragam bidang usaha ikut terkena tekanan pada perdagangan pagi hingga siang hari tersebut.

LQ45 merupakan kelompok saham yang dikenal memiliki tingkat likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar. Karena itu, perubahan harga pada anggota indeks ini kerap menjadi perhatian pelaku pasar ketika mengamati sentimen perdagangan secara lebih luas.

Hal yang Perlu Dicermati Investor

Koreksi tajam pada sesi pertama membuat investor perlu membedakan antara pergerakan indeks secara umum dan kondisi setiap emiten. IHSG menggambarkan perubahan gabungan dari saham-saham yang tercatat di bursa, sedangkan pergerakan saham individual dapat berbeda bergantung pada minat pasar serta karakteristik perusahaannya.

Data perdagangan Jumat ini menunjukkan dominasi saham yang melemah, tekanan di seluruh sektor, serta penurunan besar pada sejumlah anggota LQ45. Perkembangan pada sesi berikutnya akan menjadi perhatian untuk melihat apakah tekanan tersebut berlanjut atau terjadi perubahan arah perdagangan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is IHSG Anjlok 10 76 ke 5 233?

IHSG Anjlok 10 76 ke 5 233 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does IHSG Anjlok 10 76 ke 5 233 matter?

IHSG Anjlok 10 76 ke 5 233 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.