PusatKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

IHSG Menguat ke 6.138 Awal Perdagangan Selasa (6/10), GOTO Melonjak 10,34%

Published Oktober 6, 2026 · Updated Oktober 6, 2026 · By Elizabeth Moore - pusatkabar.com

Foto : Elizabeth Moore - pusatkabar.com

IHSG Dibuka Menguat, Saham Teknologi dan Energi Mendukung Pergerakan Pasar

Pusatkabar.com – Indeks Harga Saham Gabungan memulai perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026, dengan pergerakan positif. Kenaikan pasar domestik terjadi sejalan dengan sentimen baik dari bursa Asia, setelah saham-saham teknologi di Wall Street kembali mencatat reli.

Pada pukul 09.07 WIB, IHSG berada di level 6.138,322, atau naik 19,462 poin setara 0,32%. Pergerakan tersebut menunjukkan minat beli masih cukup merata pada pembukaan perdagangan, meski investor tetap perlu memperhatikan sejumlah agenda ekonomi global dalam beberapa hari mendatang.

Sebanyak 326 saham bergerak naik, sedangkan 176 saham turun dan 211 saham tidak berubah. Aktivitas perdagangan mencapai 11,7 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1 triliun pada awal sesi.

Seluruh Sektor Berada di Zona Hijau

Penguatan IHSG didukung oleh semua 11 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia. Sektor teknologi mencatat kenaikan paling besar dengan penguatan 1,44%. Posisi berikutnya ditempati sektor industri yang naik 0,83%, sementara sektor energi bertambah 0,57%.

Pergerakan positif di sektor teknologi menjadi perhatian karena sentimen global juga sedang banyak bertumpu pada perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan. Investor masih menilai peluang pertumbuhan pendapatan emiten teknologi dapat bertahan seiring peningkatan investasi pada infrastruktur AI.

Di kelompok saham LQ45, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menjadi salah satu penggerak utama. Saham GOTO melonjak 10,34% hingga mencapai Rp32 per saham pada awal perdagangan.

Penguatan juga terlihat pada PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. Saham CUAN naik 3,53% menjadi Rp880. Sementara itu, PT Darma Henwa Tbk mencatat kenaikan 1,73% ke level Rp352 per saham.

Namun, tidak semua saham berkapitalisasi besar bergerak positif. PT Alamtri Resources Tbk dengan kode ADRO turun 1,16% menjadi Rp2.560. Saham PT Hartadinata Abadi Tbk atau HRTA melemah 0,91% ke Rp2.180, sedangkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau AMRT turun 0,79% menjadi Rp1.250.

Bursa Asia Mengikuti Optimisme Wall Street

Sentimen eksternal turut memberi ruang bagi penguatan pasar saham Indonesia. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,2%, sementara indeks Nikkei Jepang menguat 0,7%. Kontrak berjangka saham Eropa juga bergerak naik 0,5%.

Di Amerika Serikat, kontrak Nasdaq naik 0,2% dan kontrak berjangka S&P 500 bertambah 0,1%. Pada sesi sebelumnya, Nasdaq mencetak rekor penutupan baru. Salah satu pemicunya adalah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober berkurang.

Saham Nvidia menjadi salah satu pendorong reli teknologi tersebut. Harga saham produsen chip itu naik 2,1% dan kembali mencetak rekor penutupan. Kenaikan tersebut membawa kapitalisasi pasarnya ke sekitar US$5,76 triliun.

Reli pasar kembali dipimpin saham teknologi. Meredanya ketidakpastian suku bunga dan sedikit berkurangnya risiko geopolitik membuat investor kembali fokus pada pertumbuhan laba perusahaan berbasis kecerdasan buatan.

Pernyataan Kyle Rodda, senior analyst Capital.com, mencerminkan perhatian pasar yang kembali mengarah pada prospek laba perusahaan teknologi. Kondisi suku bunga yang lebih mudah diperkirakan dapat memengaruhi valuasi saham, terutama emiten yang pertumbuhannya ditopang ekspektasi pendapatan pada masa depan.

Musim Laporan Keuangan dan Prospek Laba S&P 500

Pasar global juga memasuki periode penting menjelang dimulainya musim laporan keuangan kuartal III-2026 pada pekan depan. Goldman Sachs memperkirakan konsensus analis mengarah pada pertumbuhan laba perusahaan anggota indeks S&P 500 sebesar 27% pada kuartal tersebut.

Lebih dari setengah kenaikan laba itu diperkirakan berasal dari perusahaan yang diuntungkan oleh pertumbuhan belanja infrastruktur AI. Tema ini mencakup kebutuhan terhadap chip, pusat data, perangkat keras, perangkat lunak, serta layanan pendukung teknologi kecerdasan buatan.

Bagi pasar Indonesia, reli saham teknologi global dapat membantu menjaga sentimen risiko. Meski demikian, dampaknya tidak selalu seragam pada seluruh saham domestik. Investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi fundamental masing-masing emiten, arah dana asing, serta perkembangan nilai tukar dan pasar obligasi.

FOMC Minutes dan Yield Treasury Jadi Agenda Penting

Fokus investor berikutnya tertuju pada risalah rapat Federal Open Market Committee atau FOMC Minutes yang dijadwalkan terbit pada 7 Oktober. Dokumen tersebut dapat memberi gambaran tambahan mengenai pertimbangan bank sentral AS setelah mempertahankan federal funds rate di rentang 3,75% hingga 4,00%.

Selain risalah FOMC, pasar akan memperhatikan data ISM Services Amerika Serikat, data perdagangan AS, serta perkembangan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Yield Treasury 10 tahun yang masih berada di sekitar 5,3% menjadi faktor risiko bagi aset negara berkembang, termasuk saham Indonesia.

Imbal hasil obligasi AS yang tinggi dapat membuat instrumen berbasis dolar terlihat lebih menarik bagi sebagian investor global. Situasi tersebut berpotensi membatasi arus dana menuju emerging market, walaupun ekspektasi penahanan atau pelonggaran suku bunga The Fed dapat membaik apabila data ekonomi AS terus melemah.

Karena itu, kenaikan IHSG pada pembukaan perdagangan perlu dibaca bersama dua kekuatan yang saling berlawanan. Di satu sisi, reli teknologi global dan harapan terhadap pertumbuhan laba memberi dukungan. Di sisi lain, yield Treasury yang tinggi masih dapat menjadi tekanan bagi aliran modal dan sentimen pasar negara berkembang.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is IHSG Menguat ke 6 138 Awal?

IHSG Menguat ke 6 138 Awal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does IHSG Menguat ke 6 138 Awal matter?

IHSG Menguat ke 6 138 Awal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.