PusatKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Wall Street Naik Didorong Penurunan Harga Minyak Pasca Meredanya Kekhawatiran Pasokan

Published Oktober 9, 2026 · Updated Oktober 9, 2026 · By Barbara Davis - pusatkabar.com

Foto : Barbara Davis - pusatkabar.com

Wall Street Naik Didorong Penurunan Harga Minyak

Pusatkabar.com – Wall Street naik didorong penurunan harga minyak pada awal perdagangan Jumat (9/10/2026), setelah kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah mulai mereda. Sentimen tersebut membantu indeks saham utama AS menguat, meski sektor telekomunikasi masih menghadapi tekanan akibat rencana akuisisi spektrum oleh SpaceX yang memunculkan kekhawatiran persaingan baru.

Pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 67,32 poin atau 0,13% ke 51.298,96. Indeks S&P 500 menguat 22,35 poin atau 0,29% menjadi 7.787,71, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 149,59 poin atau 0,55% ke 27.342,93.

Penguatan pasar menunjukkan bahwa investor kembali memberi perhatian pada prospek kinerja perusahaan dan sektor teknologi. Wall Street naik didorong penurunan harga minyak, yang dinilai dapat mengurangi tekanan inflasi serta meredakan kekhawatiran atas biaya energi bagi dunia usaha dan konsumen.

Harga Minyak Turun, Pasar Merespons Positif

Harga minyak melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis bahwa Amerika Serikat tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu AS bulan depan. Pernyataan tersebut menenangkan pasar yang sebelumnya mencemaskan potensi eskalasi konflik dan gangguan lebih besar terhadap jalur pasokan energi global.

Harga minyak mentah Brent turun lebih dari 1%, walaupun masih diperdagangkan di atas level psikologis US$100 per barel. Penurunan ini menjadi salah satu faktor yang mendukung minat beli saham, terutama pada saham pertumbuhan dan perusahaan teknologi berkapitalisasi besar.

Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun bergerak lebih stabil di 5,24%. Angka tersebut masih berada dekat puncak 24 tahun sebesar 5,364% yang tercapai pada Rabu. Yield yang tetap tinggi menjadi perhatian investor karena dapat meningkatkan biaya pendanaan dan menekan valuasi saham, khususnya saham teknologi.

Meski demikian, S&P 500 dan Nasdaq masih berada di jalur kenaikan mingguan setelah sempat terkoreksi dalam dua sesi perdagangan sebelumnya. Optimisme terhadap musim laporan keuangan kuartal ketiga, terutama yang terkait dengan pertumbuhan kecerdasan buatan atau AI, sebelumnya telah mendorong kedua indeks ke rekor tertinggi pada awal pekan.

“Laporan keuangan yang kuat, panduan kinerja, dan bukti permintaan AI yang berkelanjutan dapat dengan cepat memulihkan keyakinan pasar dan kembali menempatkan potensi rekor tertinggi baru dalam jangkauan,” ujar Chris Weston, kepala riset di Pepperstone.

Saham Teknologi Menguat, Telekomunikasi Tertekan

Saham-saham megacap bergerak menguat pada perdagangan prapasar. Nvidia naik 1,5%, Tesla bertambah 1,3%, sementara Amazon.com dan Alphabet mencatat kenaikan tipis. Kinerja ini memperkuat sentimen bahwa Wall Street naik didorong penurunan harga minyak sekaligus dukungan berkelanjutan dari sektor teknologi.

Saham produsen cip juga menguat setelah sehari sebelumnya melemah akibat laporan mengenai pendapatan tahunan OpenAI. ETF yang melacak kinerja produsen cip AS naik 1,6%, mencerminkan masih kuatnya minat investor terhadap perusahaan yang diuntungkan oleh perkembangan AI.

Berbeda dengan teknologi, saham telekomunikasi bergerak turun. Saham SpaceX naik 3,2% setelah perusahaan roket dan satelit tersebut mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi portofolio spektrum pita rendah berskala nasional. Langkah ini dipandang sebagai awal tantangan baru bagi perusahaan nirkabel lama di AS.

T-Mobile US turun 7,2%, AT&T melemah 6,9%, dan Verizon terkoreksi 5,7%. Investor menilai kepemilikan spektrum dapat memperketat persaingan di industri telekomunikasi, terutama jika layanan satelit dan konektivitas nirkabel menjadi semakin terintegrasi.

Dow Jones juga berada di jalur kenaikan mingguan tipis. Sementara itu, indeks S&P 500 berbobot setara berpeluang menghentikan tren penurunan selama tujuh minggu berturut-turut. Kondisi ini menandakan penguatan pasar tidak hanya bergantung pada beberapa saham teknologi besar.

Perhatian Investor Beralih ke Laporan Bank

Musim laporan keuangan akan semakin ramai pekan depan ketika bank-bank besar AS mulai menyampaikan hasil kinerja kuartalan. Laporan tersebut penting karena dapat memberi gambaran mengenai aktivitas pinjaman, kondisi konsumen, serta kemungkinan arah kebijakan The Fed.

“Bank-bank ini menjadi indikator yang penting untuk dipahami: apakah masyarakat melakukan pinjaman, dan bagaimana situasi saat ini. Hal itu juga akan memberikan data mengenai langkah apa yang mungkin atau tidak mungkin diambil oleh The Fed,” ujar Kim Forrest, Chief Investment Officer di Bokeh Capital Partners.

FAQ Pasar Saham AS

Mengapa Wall Street menguat saat harga minyak turun?

Harga minyak yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan biaya energi dan kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut berpotensi memberi ruang lebih besar bagi konsumen dan perusahaan, sehingga pasar saham merespons positif.

Apa risiko utama yang masih dihadapi investor?

Investor tetap memantau kenaikan yield Treasury, perkembangan geopolitik di Timur Tengah, hasil laporan keuangan perusahaan, serta kebijakan suku bunga The Fed. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi arah Wall Street dalam perdagangan berikutnya.

Related Reading