PusatKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BMRI Buka Suara Kredit Jhonlin, Saham PGUN dan JARR Bukan Satu-satunya Jaminan

Published Oktober 16, 2026 · Updated Oktober 16, 2026 · By Karen Brown - pusatkabar.com

Foto : Karen Brown - pusatkabar.com

Bank Mandiri Tegaskan Agunan Kredit Jhonlin Tidak Hanya Bergantung pada Saham PGUN dan JARR

Pusatkabar.com – PT Bank Mandiri Tbk menekankan bahwa saham PT Pradiksi Gunatama Tbk dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk bukan satu-satunya aset yang menopang fasilitas kredit untuk PT Jhonlin Baratama. Penjelasan tersebut muncul saat pasar menyaksikan penurunan tajam harga saham kedua emiten afiliasi tersebut.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, saham PGUN melemah 14,91% dalam sehari dan berakhir di Rp6.850 per saham. Di saat yang sama, JARR turun 14,98% menjadi Rp2.270 per saham. Jika dihitung sejak awal tahun, PGUN telah terkoreksi 29,92%, sementara JARR merosot 29,72%.

Pergerakan tersebut berlangsung ketika sentimen MSCI menekan pasar saham domestik. Namun, Bank Mandiri menyampaikan bahwa struktur pengamanan kredit kepada Jhonlin Baratama mencakup lebih dari sekadar gadai saham kedua perusahaan tersebut.

Tujuan Kredit untuk Pengembangan Usaha

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 16 Oktober 2026, Bank Mandiri menerangkan bahwa pembiayaan bagi Jhonlin Baratama tidak digunakan untuk transaksi atau perdagangan saham. Dana kredit ditujukan bagi pengembangan kegiatan usaha.

Penggunaan fasilitas itu mencakup kebutuhan belanja modal atau capital expenditure, pembiayaan korporasi, serta keperluan usaha grup di sektor batu bara dan industri penunjangnya. Artinya, fasilitas kredit tersebut ditempatkan dalam konteks pembiayaan aktivitas operasional dan ekspansi bisnis, bukan sebagai instrumen spekulasi pasar modal.

Bank Mandiri menyebut jaminan utama fasilitas tersebut terdiri dari aset tetap, aset tidak tetap, serta rekening perusahaan. Saham JARR dan PGUN diposisikan sebagai pelengkap dalam susunan agunan.

“Selain saham JARR dan PGUN yang merupakan afiliasi Jhonlin Baratama, fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan fixed asset dan non-fixed asset serta rekening Perusahaan,” tulis manajemen.

Penjelasan ini penting karena penurunan harga saham dapat memunculkan perhatian terhadap nilai agunan. Dengan adanya aset lain dalam struktur jaminan, eksposur pembiayaan tidak semata-mata dikaitkan dengan pergerakan harian saham PGUN maupun JARR.

Saham Menjadi Sumber Pelunasan Sekunder

Bank Mandiri juga menyatakan penilaian saham yang dijadikan agunan tambahan telah mengikuti Pasal 4 POJK Nomor 40 Tahun 2017 dan kebijakan internal perseroan. Dalam skema tersebut, saham ditempatkan sebagai sumber pelunasan kedua atau second way out.

Posisi ini menunjukkan bahwa pembayaran kredit pada dasarnya diharapkan berasal dari kemampuan debitur menjalankan usaha dan memenuhi kewajibannya. Agunan saham berfungsi sebagai lapisan perlindungan tambahan, bukan menjadi dasar tunggal bagi pelunasan fasilitas.

Bank menyampaikan bahwa pendekatan penilaian saham dilakukan secara konservatif. Pendekatan tersebut menjadi relevan dalam kondisi pasar yang bergejolak, terutama ketika harga saham dua emiten terkait mengalami tekanan besar dalam satu hari perdagangan.

Penilaian Berfokus pada Kemampuan Bayar

Dalam pemberian pembiayaan kepada Jhonlin Baratama, Bank Mandiri mempertimbangkan kemampuan perusahaan dan grup usahanya dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang. Evaluasi kredit turut mengacu pada tiga unsur kualitas kredit yang diatur Otoritas Jasa Keuangan, yaitu prospek usaha, kinerja, dan kapasitas membayar.

Jhonlin Baratama juga dipertimbangkan sebagai entitas operasional yang menghasilkan EBITDA. Selain itu, perusahaan memiliki posisi sebagai induk dari sejumlah anak usaha atau perusahaan operasional yang berpotensi memberikan dividen. Faktor-faktor tersebut menjadi bagian dari penilaian bank atas arus kas dan ketahanan bisnis debitur.

Bank Mandiri turut memasukkan realisasi aktivitas bisnis dalam ekosistem Jhonlin Group yang bergerak di berbagai industri, peluang usaha ke depan, serta pertimbangan profitabilitas bank dalam penetapan harga kredit. Penilaian pembiayaan dengan demikian mencakup gambaran usaha yang lebih luas daripada sekadar harga pasar saham tertentu.

Pemantauan Kredit Tetap Dilakukan

Meski saham JARR dan PGUN sedang turun, Bank Mandiri menyatakan tetap menjalankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran dana. Proses tersebut meliputi pengujian kelayakan bisnis, analisis kemampuan pembayaran debitur, pemeriksaan kecukupan agunan sesuai aturan, serta penerapan manajemen risiko secara menyeluruh.

Bagi pembaca pasar modal, penurunan harga saham dan pembiayaan bank merupakan dua hal yang perlu dibaca dalam konteks berbeda. Harga saham mencerminkan dinamika perdagangan dan sentimen pasar, sedangkan kualitas kredit dinilai dari kemampuan debitur memenuhi kewajiban, struktur agunan, prospek bisnis, dan pengawasan risiko yang dilakukan pemberi pinjaman.

Bank Mandiri menyatakan akan melanjutkan pemantauan serta evaluasi kualitas kredit secara berkala. Langkah itu diarahkan untuk menjaga kualitas aset, kondisi keuangan bank, dan kepercayaan para pemangku kepentingan di tengah perubahan kondisi pasar.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is BMRI Buka Suara Kredit Jhonlin Saham?

BMRI Buka Suara Kredit Jhonlin Saham is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BMRI Buka Suara Kredit Jhonlin Saham matter?

BMRI Buka Suara Kredit Jhonlin Saham matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.