PusatKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BPK Mulai Periksa Laporan Keuangan Danantara

Published September 20, 2026 · Updated September 20, 2026 · By Joseph Gonzalez - pusatkabar.com

Foto : Joseph Gonzalez - pusatkabar.com

BPK Memulai Audit Laporan Keuangan Konsolidasian BPI Danantara 2025

Pusatkabar.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) resmi memulai pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk tahun buku 2025. Audit ini ditempatkan sebagai pemeriksaan strategis, dengan tujuan menguji kewajaran penyajian laporan keuangan serta mendukung penguatan tata kelola dan pertanggungjawaban keuangan di lingkungan BPI Danantara.

Pelaksanaan pemeriksaan diawali melalui Grand Entry Meeting di Jakarta pada Kamis, 17 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, Anggota VII BPK Slamet Edy Purnomo menyerahkan Surat Tugas Pemeriksaan kepada Kepala Badan Pelaksana BPI Danantara, Rosan Roeslani.

Agenda pembukaan itu juga dihadiri Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara Muliaman Darmansyah Hadad serta Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria. Kehadiran para pemangku kepentingan mencerminkan pentingnya koordinasi selama proses audit berlangsung, terutama karena cakupan pemeriksaan menjangkau sejumlah entitas dalam struktur pengelolaan investasi negara tersebut.

Cakupan Audit hingga Entitas BUMN

Pemeriksaan tidak hanya diarahkan pada BPI Danantara sebagai entitas utama. BPK turut mencakup PT Danantara Aset Manajemen (PT DAM), PT Danantara Investasi Manajemen (PT DIM), serta seluruh badan usaha milik negara yang berada di dalam struktur BPI Danantara.

Cakupan yang luas membuat audit ini berkarakter audit grup. Artinya, proses pemeriksaan perlu memperhatikan hubungan antarentitas, arus informasi, konsolidasi data keuangan, serta pengendalian yang diterapkan pada masing-masing komponen. Dalam konteks laporan konsolidasian, kualitas informasi dari setiap entitas menjadi unsur penting untuk membentuk gambaran keuangan secara keseluruhan.

"BPK berkomitmen mengawal tata kelola dan akuntabilitas BPI Danantara sebagai fondasi pelaporan keuangan yang berkualitas," ujar Slamet Edy Purnomo.

Landasan pemeriksaan mencakup Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK, serta Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 mengenai BUMN. Aturan terakhir itu telah mengalami beberapa perubahan, dengan perubahan keempat melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025.

Pasal 3K dalam undang-undang BUMN tersebut menegaskan kewenangan BPK untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan BPI Danantara. Ketentuan ini menjadi dasar bagi pemeriksaan yang dilakukan atas pelaporan dan pengelolaan keuangan dalam struktur BPI Danantara.

Tahapan Persiapan Audit Grup

Sebelum Surat Tugas Pemeriksaan diterbitkan, BPI Danantara telah menyerahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun 2025 yang belum diaudit kepada BPK pada 20 Juli 2026. Dokumen unaudited tersebut menjadi bagian awal yang penting bagi penyusunan rencana dan pelaksanaan audit.

Surat tugas sendiri diterbitkan pada 14 Agustus 2026. Rentang waktu sejak penerimaan laporan keuangan hingga penerbitan surat tugas digunakan dalam rangka persiapan audit grup. Pada fase ini, BPK melakukan pembaruan atas penilaian risiko, materialitas, dan strategi pemeriksaan agar audit berjalan terarah serta sejalan dengan standar pemeriksaan yang berlaku.

Penilaian risiko diperlukan karena laporan keuangan konsolidasian melibatkan berbagai unit dan entitas. Auditor perlu menetapkan area yang memerlukan perhatian lebih besar, menentukan informasi yang relevan, serta merancang prosedur pemeriksaan yang memadai. Tahapan tersebut juga membantu memastikan sumber daya pemeriksaan dapat digunakan secara efektif untuk menjawab risiko-risiko yang paling material.

Audit BPK ditujukan untuk memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan konsolidasian tersebut. Dalam pembentukan opini, pemeriksa akan menguji kesesuaian laporan dengan standar akuntansi, kecukupan pengungkapan informasi, kepatuhan kepada ketentuan peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern.

Fokus pada Risiko dan Akses Informasi

Pemeriksaan dilakukan melalui pendekatan berbasis risiko atau risk-based audit. Dengan pendekatan ini, BPK akan mengidentifikasi serta merespons kemungkinan salah saji material dalam laporan keuangan. Perhatian pemeriksaan juga mencakup risiko kecurangan, penyalahgunaan, ketidakpatuhan, dan kelemahan pengendalian intern.

Bagi pembaca, opini audit memiliki arti penting karena menjadi penilaian profesional atas kewajaran penyajian laporan keuangan. Opini tersebut bukan sekadar penilaian terhadap angka-angka, melainkan juga melihat apakah informasi keuangan telah disusun mengikuti prinsip dan aturan yang berlaku, serta apakah sistem pengendalian internal mendukung keandalan laporan tersebut.

Keberhasilan audit grup juga sangat bergantung pada kelancaran penyediaan data dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Karena itu, kerja sama dari BPI Danantara, entitas BUMN dalam struktur tersebut, dan kantor akuntan publik pada komponen terkait menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pemeriksaan.

"Kami ingin menggarisbawahi bahwa dalam pemeriksaan berbasis risiko, auditor grup hanya dapat memenuhi tanggung jawabnya untuk mengidentifikasi dan merespons risiko material apabila memperoleh akses yang memadai terhadap data, informasi, dan individu yang relevan. Oleh karena itu, dukungan penuh dari BPI Danantara, jajaran BUMN, dan KAP komponen atas aspek ini menjadi sangat penting bagi kelancaran dan kualitas hasil pemeriksaan," kata Slamet.

Dengan dimulainya proses ini, BPK memasuki tahapan pemeriksaan atas laporan keuangan konsolidasian BPI Danantara Tahun 2025. Fokus audit mencakup kewajaran pelaporan, kepatuhan, pengungkapan, pengendalian intern, dan respons atas risiko material di seluruh struktur yang diperiksa.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is BPK Mulai Periksa Laporan Keuangan Danantara?

BPK Mulai Periksa Laporan Keuangan Danantara is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BPK Mulai Periksa Laporan Keuangan Danantara matter?

BPK Mulai Periksa Laporan Keuangan Danantara matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.