PusatKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Cadangan Devisa September 2026 Diproyeksi Stabil, Tapi Tertekan Intervensi Rupiah

Published Oktober 5, 2026 · Updated Oktober 5, 2026 · By Barbara Davis - pusatkabar.com

Foto : Barbara Davis - pusatkabar.com

Cadangan Devisa September Diperkirakan Bertahan di Level Tinggi

Pusatkabar.com – Posisi cadangan devisa Indonesia pada penghujung September 2026 diproyeksikan tetap kuat, meski peluang kenaikannya tidak terlalu besar. Tekanan nilai tukar rupiah dan kondisi pasar global yang belum sepenuhnya tenang menjadi faktor yang berpotensi membatasi akumulasi devisa selama bulan tersebut.

Perkiraan para ekonom menempatkan cadangan devisa Indonesia di rentang US$145 miliar hingga US$147 miliar. Kisaran ini tidak jauh dari posisi akhir Agustus 2026 yang berada sekitar US$146,5 miliar, sehingga perubahan bulanan diperkirakan relatif terbatas.

Arus Devisa Menjadi Penopang

Kepala Ekonom Bank Central Asia, David Sumual, memperkirakan cadangan devisa September dapat bergerak naik tipis ke area US$146 miliar hingga US$147 miliar. Sejumlah sumber penerimaan valuta asing dipandang masih memberi dukungan, mulai dari penerimaan pajak hingga pembiayaan utang luar negeri pemerintah.

Aliran modal portofolio juga menjadi salah satu elemen yang dapat menjaga posisi cadangan devisa. Dana yang masuk ke instrumen keuangan domestik, termasuk Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI, berpotensi menambah pasokan valuta asing di pasar.

“Cadangan devisa masih berpeluang sedikit meningkat,” ujar David kepada Kontan, Minggu (4/10/2026).

Kenaikan yang terbatas mencerminkan dua arah tekanan yang bekerja secara bersamaan. Di satu sisi, aktivitas ekonomi dan transaksi eksternal masih menghasilkan penerimaan devisa. Di sisi lain, otoritas moneter perlu menjaga pasar keuangan tetap stabil ketika mata uang domestik mengalami tekanan.

Potensi Penurunan Tetap Terjaga

Lead Economist Bank Danamon Indonesia, Irman Faiz, melihat kemungkinan cadangan devisa justru turun tipis menjadi sekitar US$145,8 miliar. Namun, penurunan pada kisaran tersebut belum mencerminkan perubahan besar terhadap daya tahan eksternal Indonesia.

Penggunaan devisa untuk meredam gejolak pasar merupakan fungsi normal dari cadangan devisa. Ketika volatilitas meningkat, ketersediaan cadangan memberi ruang bagi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan membantu memastikan pasar valuta asing tetap berjalan secara teratur.

Dengan demikian, perubahan bulanan yang kecil tidak serta-merta menunjukkan pelemahan. Cadangan devisa memang berperan sebagai bantalan ketika tekanan eksternal meningkat, terutama saat pelaku pasar membutuhkan kepastian bahwa kebutuhan transaksi internasional tetap dapat dipenuhi.

Irman menilai jumlah tersebut masih sangat memadai karena setara dengan lebih dari lima bulan kebutuhan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka itu berada jauh di atas ukuran kecukupan internasional, yang umum digunakan untuk melihat kemampuan suatu negara memenuhi kebutuhan valuta asingnya dalam beberapa bulan ke depan.

Surplus Perdagangan Membantu Ketahanan Eksternal

Senior Analyst Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P Sasmita, memperkirakan cadangan devisa September bergerak dalam kisaran yang lebih lebar, yaitu US$145 miliar sampai US$148 miliar. Rentang proyeksi tersebut menggambarkan adanya faktor pendukung sekaligus tekanan yang muncul dalam waktu bersamaan.

Perbaikan neraca perdagangan pada Agustus menjadi salah satu penopang. Selama Januari hingga Agustus 2026, Indonesia masih membukukan surplus perdagangan sebesar US$7,25 miliar. Surplus berarti nilai ekspor pada periode itu masih lebih besar daripada impor, sehingga memberikan dukungan bagi ketersediaan devisa nasional.

Nilai ekspor kumulatif pada delapan bulan pertama 2026 mencapai US$186,39 miliar. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor tumbuh 19,84%. Kinerja tersebut penting karena penerimaan ekspor menjadi salah satu saluran utama masuknya valuta asing ke dalam perekonomian.

Bagi pasar, data perdagangan yang tetap surplus memberi sinyal bahwa sektor eksternal memiliki penyangga. Meski demikian, surplus perdagangan tidak berdiri sendiri dalam menentukan posisi cadangan devisa. Pergerakan modal, kebutuhan pembayaran utang, transaksi pemerintah, serta langkah stabilisasi nilai tukar juga ikut memengaruhi angka akhirnya.

Rupiah Menjadi Faktor Pembatas

Tekanan rupiah pada akhir September menjadi perhatian utama dalam proyeksi cadangan devisa. Pada 22 September, rupiah tercatat berada di Rp17.855 per dolar AS. Mata uang Indonesia kemudian sempat melewati Rp18.000 per dolar AS pada 29 September.

Pelemahan rupiah dapat meningkatkan kebutuhan stabilisasi di pasar valuta asing. Dalam situasi seperti ini, penggunaan cadangan devisa dapat dilakukan untuk membantu mengurangi gejolak yang berlebihan. Konsekuensinya, tambahan devisa dari perdagangan, pembiayaan, atau arus modal mungkin tidak seluruhnya tercermin sebagai kenaikan pada posisi akhir bulan.

Perhatian investor dan pelaku usaha biasanya tertuju bukan hanya pada besar kecilnya perubahan bulanan, tetapi juga pada kecukupan cadangan terhadap kebutuhan eksternal. Dengan proyeksi masih berada di sekitar US$145 miliar hingga US$147 miliar, Indonesia tetap memiliki bantalan yang besar untuk menopang impor dan kewajiban utang luar negeri pemerintah.

Data resmi posisi cadangan devisa September akan memberi gambaran lebih jelas mengenai keseimbangan antara penerimaan valuta asing dan kebutuhan stabilisasi pasar sepanjang bulan. Untuk sementara, arah pergerakannya diperkirakan tetap stabil: ada dukungan dari sektor perdagangan dan arus dana, tetapi ada pula tekanan yang membuat kenaikannya tidak leluasa.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Cadangan Devisa September 2026 Diproyeksi Stabil?

Cadangan Devisa September 2026 Diproyeksi Stabil is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Cadangan Devisa September 2026 Diproyeksi Stabil matter?

Cadangan Devisa September 2026 Diproyeksi Stabil matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.