PusatKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Indonesia Incar Posisi Penentu Harga Komoditas Dunia, Bursa Baru Mulai 2027

Published September 10, 2026 · Updated September 10, 2026 · By Barbara Davis - pusatkabar.com

Foto : Barbara Davis - pusatkabar.com

Indonesia Siapkan Bursa Komoditas Strategis untuk Memperkuat Pengaruh Harga Global

Pusatkabar.com – Pemerintah menargetkan pengoperasian bursa mineral dan komoditas strategis pada 1 Januari 2027. Langkah ini diarahkan untuk memperbesar peran Indonesia dalam pembentukan harga komoditas dunia, sejalan dengan posisi negara sebagai salah satu produsen dan eksportir terbesar bagi sejumlah bahan baku penting.

Selama ini, harga banyak komoditas yang dihasilkan Indonesia masih merujuk pada pasar internasional. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha domestik pada umumnya mengikuti harga yang terbentuk di pusat perdagangan global. Melalui bursa baru, Indonesia ingin membangun acuan transaksi yang lebih kuat dan relevan bagi pasar internasional.

Tahap Awal sebagai Pemberi Pengaruh Harga

Sarjito, kepala pengawas dan regulator perdagangan komoditas Otoritas Jasa Keuangan yang baru dilantik, menyampaikan bahwa sasaran awalnya bukan langsung menjadi penentu harga penuh. Indonesia terlebih dahulu ingin memiliki kemampuan untuk memengaruhi arah harga serta menjadi salah satu referensi transaksi komoditas.

“Jadi pada awalnya, kita tidak ingin menjadi price taker, tetapi ingin menjadi price influencer, menjadi bursa yang bisa menjadi referensi,” ujar Sarjito kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).

Ia menilai tujuan akhirnya adalah membangun kepercayaan diri dan kapasitas pasar agar Indonesia mampu mengambil peran lebih besar dalam penetapan harga komoditas global.

“Pada akhirnya, tentu kita harus mampu dan harus percaya diri untuk menjadi price maker,” lanjutnya.

Belum ada jadwal khusus yang dipasang untuk mencapai posisi sebagai price maker. Namun, kehadiran bursa yang direncanakan mulai beroperasi pada awal 2027 menjadi fondasi awal bagi agenda tersebut.

Didukung Kekuatan Indonesia sebagai Produsen

Indonesia memiliki basis produksi yang besar di berbagai pasar komoditas. Negara ini merupakan eksportir terbesar dunia untuk batubara termal, minyak sawit mentah atau CPO, serta nikel. Selain itu, Indonesia juga termasuk pemasok penting timah, tembaga, alumina, dan biji kopi bagi pasar internasional.

Pengaruh Indonesia terhadap harga global sebenarnya telah terlihat dalam sejumlah kasus. Kebijakan produksi dan ekspor minyak sawit dari Indonesia dapat memengaruhi harga acuan pada perdagangan derivatif di Malaysia. Di pasar nikel, peningkatan produksi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ikut menekan harga yang diperdagangkan di bursa-bursa komoditas dunia, termasuk di London dan Shanghai.

Besarnya volume produksi tidak selalu otomatis membuat suatu negara menjadi pusat pembentukan harga. Agar sebuah bursa dapat menjadi rujukan, pasar tersebut memerlukan transaksi yang aktif, keterbukaan data, aturan yang dipercaya peserta, serta harga yang dapat diterima oleh penjual dan pembeli. Karena itu, pembentukan bursa baru tidak hanya berkaitan dengan lokasi perdagangan, tetapi juga dengan kualitas tata kelola dan kredibilitas mekanisme pasar.

Bagian dari Penguatan Kendali atas Sumber Daya Alam

Rencana bursa komoditas ini berada dalam agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kendali negara atas sumber daya alam. Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa Indonesia tidak seharusnya menjual komoditas strategis dengan harga terlalu rendah.

Bagi pemerintah, posisi yang lebih kuat dalam perdagangan komoditas dapat memberi manfaat lebih luas daripada sekadar memperbesar volume ekspor. Transparansi harga dan transaksi dapat membantu negara memahami nilai ekonomi sebenarnya dari komoditas yang keluar dari Indonesia. Hal tersebut juga dapat memberikan dasar yang lebih baik untuk pengawasan penerimaan negara.

Sarjito memandang bursa baru sebagai salah satu instrumen untuk mengurangi potensi kebocoran pendapatan. Sistem perdagangan yang lebih terbuka diharapkan dapat membantu menangani praktik under-invoicing, yaitu pencantuman nilai transaksi lebih rendah dari nilai sebenarnya, serta transfer pricing yang dilakukan oleh eksportir.

Tantangan Menjaga Harga Tetap Kompetitif

Ambisi untuk menjadi pemain penentu harga tetap menghadapi risiko. Pelaku industri dan analis menilai kewajiban bertransaksi melalui bursa dalam negeri dapat menjadi persoalan apabila harga yang terbentuk terlalu jauh dari acuan global. Pembeli berpotensi mengalihkan kebutuhan mereka ke pemasok lain bila harga di Indonesia dianggap tidak bersaing.

Karena itu, bursa perlu menghasilkan harga yang mencerminkan kondisi pasokan, permintaan, kualitas barang, biaya logistik, dan perkembangan pasar internasional. Harga yang transparan sekaligus kompetitif menjadi unsur penting agar pembeli global bersedia menggunakan Indonesia sebagai salah satu referensi utama.

Keberhasilan bursa juga akan sangat dipengaruhi oleh jenis komoditas yang dipilih. Sarjito belum mengungkap daftar produk yang akan diperdagangkan. Penetapan komoditas tersebut nantinya akan dituangkan dalam peraturan presiden.

Regulasi Menjadi Prioritas Jangka Pendek

Sebelum menjalankan bursa, pemerintah perlu menuntaskan perangkat aturan perdagangan komoditas. Sarjito menetapkan penyelesaian regulasi sebagai prioritas awal dengan tenggat 17 September 2026. Ia sebelumnya telah memperoleh persetujuan DPR setelah menyatakan komitmennya untuk membangun bursa komoditas yang kredibel.

Pengaturan yang jelas akan menentukan cara transaksi dilakukan, pihak yang dapat berpartisipasi, standar komoditas, serta mekanisme pengawasan pasar. Kepastian tersebut penting bagi petani, perusahaan tambang, eksportir, pembeli, lembaga keuangan, dan investor yang nantinya berinteraksi dalam ekosistem bursa.

Jika berjalan sesuai rencana, bursa mineral dan komoditas strategis dapat mengubah peran Indonesia dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi negara yang memiliki suara lebih besar dalam nilai perdagangan sumber daya alamnya. Target jangka panjangnya bukan hanya menjual komoditas ke pasar dunia, melainkan ikut membangun referensi harga bagi komoditas-komoditas strategis tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Indonesia Incar Posisi Penentu Harga Komoditas?

Indonesia Incar Posisi Penentu Harga Komoditas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Indonesia Incar Posisi Penentu Harga Komoditas matter?

Indonesia Incar Posisi Penentu Harga Komoditas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.