PusatKabar
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pemerintah Siapkan Rp 11 Triliun untuk Pembukaan 200 Juta Rekening Masyarakat

Published September 10, 2026 · Updated September 10, 2026 · By Joseph Gonzalez - pusatkabar.com

Foto : Joseph Gonzalez - pusatkabar.com

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pembukaan Rekening Massal

Pusatkabar.com – Pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp 11 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk mendukung pembukaan rekening bagi hingga 200 juta penduduk Indonesia. Program tersebut direncanakan berjalan bertahap, dengan BRI dan BSI disiapkan sebagai bank pelaksana.

Rencana pembukaan rekening dalam skala besar ini menjadi agenda yang memerlukan penyelarasan lintas lembaga. Pemerintah masih akan menggelar rapat konsolidasi bersama Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan untuk mematangkan mekanisme pelaksanaan, termasuk penentuan kelompok masyarakat yang akan memperoleh rekening baru.

Pelaksanaan Akan Dilakukan Bertahap

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa alokasi dana telah dipersiapkan melalui APBN. Nilai anggaran tersebut dihitung untuk mendukung target pembukaan rekening yang sangat luas, mencakup sekitar 200 juta orang.

"Totalnya kalau 200 juta penduduk itu anggarannya yang disiapkan sekitar RP 11 triliun," kata Airlangga dijumpai di Istana Kepresidenan, Rabu (9/9/2026).

Besarnya jumlah rekening yang direncanakan menunjukkan bahwa pelaksanaannya tidak akan dilakukan sekaligus. Pendekatan bertahap diperlukan agar proses administrasi, verifikasi identitas, kesiapan jaringan layanan, serta komunikasi kepada masyarakat dapat dijalankan dengan teratur.

Rincian penerima rekening baru belum dipaparkan. Pemerintah terlebih dahulu akan menyatukan pembahasan dengan otoritas moneter dan pengawas industri jasa keuangan. Langkah ini penting karena program tersebut berkaitan dengan data masyarakat, layanan perbankan, dan kemungkinan adanya warga yang telah memiliki rekening di bank tertentu.

Rekening Ganda Masih Akan Dikaji

Salah satu isu yang masuk dalam pembahasan adalah penanganan calon penerima yang sebelumnya telah memiliki rekening pada bank yang ditunjuk. Pemerintah akan melihat kondisi kepemilikan rekening lebih dari satu atau multiple account dalam proses konsolidasi.

"jadi nanti dikonsolidasi di BRI maupun BSI. Nanti yang punya multiple account juga kita lihat. Tetap dapet juga," tegasnya.

Pernyataan itu mengindikasikan bahwa kepemilikan rekening sebelumnya tidak serta-merta menghapus kemungkinan seseorang tetap menerima fasilitas dalam skema yang disiapkan. Namun, tata cara rincinya masih menunggu hasil konsolidasi dengan Bank Indonesia dan OJK.

Dalam program berskala nasional, pemetaan rekening yang telah ada menjadi bagian penting agar pelaksanaan dapat lebih tertib. Pemeriksaan tersebut dapat membantu memastikan kebutuhan layanan setiap penerima, sekaligus mendukung penyesuaian proses di masing-masing bank pelaksana.

BRI dan BSI Siapkan Jaringan Layanan

CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan BRI dan BSI siap menerima penugasan tersebut. Kedua bank disebut telah melakukan koordinasi serta menyiapkan rencana untuk menjalankan pembukaan rekening bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

"Dari manajemennya juga sudah koordinasi untuk melakukan rencananya, agar pembukaan dari rekening di seluruh Indonesia melalui BRI dan untuk Aceh itu bisa dengan BSI, bisa terlaksana dengan secepatnya," urai Rosan.

Dalam rancangan awal tersebut, pembukaan rekening di berbagai daerah akan dilakukan melalui BRI. Sementara itu, BSI disiapkan untuk melayani kebutuhan pembukaan rekening di Aceh. Pembagian peran itu menempatkan kedua institusi sebagai kanal utama pelaksanaan program.

Kesiapan bank bukan hanya berkaitan dengan pembukaan rekening secara administratif. Program dengan target ratusan juta penduduk juga membutuhkan kemampuan pelayanan di kantor cabang, akses digital, dukungan petugas, serta penyampaian informasi yang mudah dipahami masyarakat. Tahap pelaksanaan nantinya akan menentukan bagaimana warga memperoleh penjelasan mengenai prosedur, dokumen yang diperlukan, dan layanan yang tersedia.

Dampak bagi Akses Layanan Keuangan

Rekening bank dapat menjadi pintu masuk masyarakat untuk menggunakan layanan keuangan formal. Melalui rekening, warga pada umumnya memiliki sarana untuk menyimpan dana, menerima transfer, dan mengakses berbagai transaksi perbankan. Karena itu, rencana pembukaan rekening secara luas berpotensi memperluas keterhubungan masyarakat dengan layanan keuangan formal.

Bagi masyarakat, hal yang perlu diperhatikan setelah kebijakan ini memiliki ketentuan teknis adalah informasi resmi mengenai sasaran penerima, lokasi atau saluran pembukaan rekening, serta dokumen identitas yang dibutuhkan. Kejelasan informasi akan membantu warga membedakan program resmi dari penawaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah masih harus merampungkan koordinasi mengenai detail program, terutama terkait kepemilikan rekening yang sudah berjalan dan mekanisme konsolidasi data. Setelah ketentuan tersebut ditetapkan, BRI dan BSI akan menjadi bagian utama dari pelaksanaan pembukaan rekening yang ditargetkan menjangkau hingga 200 juta penduduk.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pemerintah Siapkan Rp 11 Triliun?

Pemerintah Siapkan Rp 11 Triliun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemerintah Siapkan Rp 11 Triliun matter?

Pemerintah Siapkan Rp 11 Triliun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.