Rupiah Makin Terperosok Tembus Rp 18.117, BI Terus Pantau Pergerakannya
Rupiah Menembus Rp18.117 per Dolar AS, BI Fokus Memantau Pasar
Pusatkabar.com – Tekanan terhadap rupiah berlanjut pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026. Di pasar spot hingga tengah hari, mata uang Indonesia berada pada Rp18.117 per dolar AS, atau melemah 0,2% dibanding penutupan Jumat, 23 Oktober 2026, di posisi Rp18.080 per dolar AS.
Pergerakan tersebut menempatkan perhatian pasar pada respons Bank Indonesia terhadap volatilitas kurs. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bank sentral tetap hadir untuk mencermati perkembangan nilai tukar dan kondisi pasar yang membentuk arah rupiah.
“Kita tetap berada di pasar. Ini tergantung supply demand hari ini. Pokoknya tetap kita monitor pergerakannya,” ujar Destry, Senin (26/10/2026).
Kurs rupiah merupakan nilai tukar yang terbentuk dari interaksi penawaran dan permintaan di pasar valuta asing. Karena itu, perubahan posisi rupiah dapat berlangsung dalam waktu cepat ketika pelaku pasar merespons kebutuhan valuta asing, sentimen global, maupun kondisi perdagangan harian.
Pada sesi pagi, rupiah sempat menyentuh titik terlemahnya secara intraday di Rp18.129 per dolar AS pada pukul 10.56 WIB. Setelah itu, perhatian tetap tertuju pada arah transaksi hingga penutupan perdagangan, termasuk perkembangan mata uang lain di kawasan Asia.
BI Menelaah Penyebab Tekanan
Destry menilai fluktuasi nilai tukar merupakan bagian yang lazim dalam aktivitas pasar keuangan. Namun, Bank Indonesia tidak hanya mengamati perubahan angka kurs, melainkan juga berupaya melihat faktor utama yang mendorong tekanan terhadap rupiah.
“Ini volatilitas biasa, tapi kita akan terus monitor, kita lihat root cause-nya juga,” katanya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa pemantauan tidak berhenti pada pergerakan sesaat. Kondisi penawaran dan permintaan valuta asing menjadi salah satu unsur yang diperhatikan, bersamaan dengan dinamika pasar yang dapat memengaruhi posisi rupiah sepanjang hari perdagangan.
Bagi masyarakat dan pelaku usaha, pergerakan kurs penting karena rupiah berhubungan dengan transaksi yang menggunakan dolar AS. Perubahan nilai tukar dapat menjadi perhatian bagi pihak yang memiliki kebutuhan pembayaran valuta asing, termasuk untuk kewajiban perdagangan internasional. Meski demikian, nilai tukar dapat berubah dari waktu ke waktu sehingga satu titik perdagangan tidak selalu menggambarkan keseluruhan kondisi pasar.
Mata Uang Asia Bergerak Beragam
Pelemahan rupiah terjadi ketika mata uang Asia bergerak tidak seragam hingga pukul 12.00 WIB. Sejumlah mata uang di kawasan juga mencatat koreksi terhadap dolar AS, sementara sebagian lainnya justru menguat.
Peso Filipina menjadi mata uang dengan penurunan paling dalam di Asia pada sesi tersebut, setelah melemah 0,45%. Rupee India turun 0,13%, sedangkan yen Jepang terkoreksi 0,04% terhadap dolar AS.
Dolar Singapura dan baht Thailand masing-masing turun 0,02%. Di sisi lain, dolar Hong Kong melemah 0,01%, sementara yuan China turun tipis 0,004%.
Di kelompok mata uang yang menguat, won Korea Selatan mencatat kenaikan tertinggi dengan penguatan 0,11% terhadap dolar AS. Dolar Taiwan naik 0,06%, sedangkan ringgit Malaysia bertambah 0,04% pada perdagangan tengah hari.
Variasi pergerakan tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang di kawasan tidak berlangsung dengan arah yang sepenuhnya sama. Setiap mata uang dapat merespons kondisi pasar secara berbeda, sehingga perkembangan regional menjadi salah satu konteks yang diperhatikan saat membaca pergerakan rupiah.
Perhatian Pasar Tetap pada Perdagangan Harian
Level Rp18.117 per dolar AS menjadi sorotan karena mencerminkan pelemahan dibanding posisi akhir perdagangan sebelumnya. Namun, kurs spot bergerak selama jam perdagangan dan dapat berubah mengikuti transaksi yang berlangsung di pasar.
Bank Indonesia memastikan pemantauan akan terus dilakukan untuk melihat perkembangan pasar serta unsur yang memengaruhi nilai tukar rupiah. Fokus tersebut mencakup penilaian atas dinamika yang muncul pada hari perdagangan, termasuk apakah tekanan yang terjadi berkaitan dengan kondisi permintaan dan pasokan valuta asing.
Dengan rupiah yang sempat menyentuh Rp18.129 per dolar AS pada pagi hari, pelaku pasar akan terus mencermati arah kurs setelah sesi tengah hari. Perkembangan mata uang regional juga tetap relevan, terutama karena sejumlah mata uang Asia pada saat yang sama mencatat pelemahan, sementara won Korea Selatan, dolar Taiwan, dan ringgit Malaysia bergerak menguat.
Dalam situasi pasar yang berfluktuasi, pernyataan Bank Indonesia menempatkan pengawasan terhadap nilai tukar sebagai perhatian utama. Bank sentral menekankan bahwa perubahan kurs yang terjadi akan dipantau, sekaligus ditelaah akar penyebabnya agar perkembangan pasar dapat dipahami secara lebih menyeluruh.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Rupiah Makin Terperosok Tembus Rp 18 117?Rupiah Makin Terperosok Tembus Rp 18 117 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Rupiah Makin Terperosok Tembus Rp 18 117 matter?Rupiah Makin Terperosok Tembus Rp 18 117 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.