Skip to content
Fresh Desk
September 9, 2026
Keuangan

Bank Kasikorn Indonesia (BMAS) Gelar Rights Issue Rp 1 Triliun, Simak Rinciannya

Elizabeth Moore - pusatkabar.com 3 mins baca

Bank Kasikorn Indonesia BMAS Gelar aksi korporasi berupa Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV dengan target penghimpunan dana bersih sekitar Rp 1,01 triliun

Bank Kasikorn Indonesia (BMAS) Gelar Rights Issue Rp 1 Triliun, Simak Rinciannya

Bank Kasikorn Indonesia BMAS Gelar Rights Issue

Pusatkabar.com – Bank Kasikorn Indonesia BMAS Gelar aksi korporasi berupa Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV dengan target penghimpunan dana bersih sekitar Rp 1,01 triliun. Mekanisme yang dipilih adalah rights issue, yakni penerbitan 2,87 miliar lembar saham baru yang dialokasikan khusus sebagai modal kerja untuk memperluas penyaluran kredit kepada nasabah korporasi maupun ritel.

Prospektus terkait telah disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 9 September 2026. Dalam praktik perbankan, penambahan modal lewat rights issue menjadi instrumen standar untuk menjaga rasio kecukupan modal (CAR) tetap sehat sekaligus membuka ruang pertumbuhan kredit tanpa menambah liabilitas. Langkah BMAS ini sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam mengelola ekspansi bisnis.

Mekanisme Pelaksanaan dan Rasio HMETD

Saham baru yang diterbitkan setara 13,70% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan penuh. Rasio pelaksanaan ditetapkan 655:104, sehingga setiap pemegang 655 lembar saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 25 November 2026 berhak atas 104 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Satu unit HMETD mengizinkan pembelian satu lembar saham baru pada harga pelaksanaan Rp 350.

Seluruh saham baru memiliki hak yang setara dan sederajat dengan saham lama yang telah disetor penuh, termasuk hak atas dividen. Tidak ada pembedaan perlakuan setelah pencatatan selesai.

Komitmen Pemegang Saham Pengendali dan Pihak Terkait

Kasikorn Vision Financial Company Pte. Ltd. (KVF), pemegang saham pengendali BMAS yang menguasai 15,57 miliar lembar (86,03% dari modal), menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya. Total pelaksanaan KVF mencapai 2,54 miliar HMETD, terdiri atas 2,47 miliar dari kepemilikan langsung ditambah 70,48 juta yang dialihkan penuh oleh Kasikornbank Public Company Limited (KBANK, pemegang 443,90 juta lembar atau sekitar 2,45%).

Pemegang saham lain, KVFI (181,03 juta lembar, sekitar 1%), juga berkomitmen melaksanakan seluruh 28,74 juta HMETD-nya. Dengan komitmen gabungan tersebut, mayoritas saham baru akan terserap di dalam lingkup korporasi.

Proyeksi Struktur Modal dan Jaring Pengaman

Apabila rights issue rampung secara penuh, modal ditempatkan dan disetor penuh BMAS diproyeksi naik dari 18,10 miliar saham bernilai Rp 1,81 triliun menjadi 20,97 miliar saham bernilai Rp 2,09 triliun. Peningkatan ini memperkuat bantalan modal dan memberi ruang lebih luas untuk ekspansi kredit tanpa menggerus CAR.

Apabila setelah alokasi masih tersisa saham baru yang tidak terserap, KVF bertindak sebagai Pembeli Siaga (standby buyer) dan akan membeli seluruh sisa pada harga pelaksanaan Rp 350 per saham, sehingga target penghimpunan tetap tercapai.

Jadwal Penting

23 November 2026 menandai akhir perdagangan cum-right di pasar reguler dan negosiasi. Tanggal 25 November 2026 merupakan akhir perdagangan cum-right di pasar tunai sekaligus recording date. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung 27 November hingga 3 Desember 2026, diikuti penyerahan saham hasil pelaksanaan pada 1–7 Desember. Batas pembayaran pemesanan saham tambahan jatuh pada 7 Desember, penjatahan pada 8 Desember, pembayaran pembeli siaga pada 9 Desember, dan pengembalian dana pesanan tambahan pada 10 Desember 2026.

Dilusi Kepemilikan

Pemegang saham lama yang memilih tidak melaksanakan HMETD akan mengalami pengenceran (dilusi) maksimum 13,70% terhadap proporsi kepemilikannya. Investor ritel maupun institusional yang tidak berpartisipasi akan melihat bobot suara dan hak dividen per lembar menyusut secara proporsional.

FAQ

Apakah rights issue BMAS wajib diikuti seluruh pemegang saham? Tidak wajib. Pemegang saham dapat memilih untuk melaksanakan HMETD, menjualnya di pasar sekunder, atau tidak berpartisipasi sama sekali. Namun, tidak berpartisipasi berarti menerima dilusi hingga 13,70%.

Berapa harga pelaksanaan dan kapan periode pelaksanaannya? Harga pelaksanaan ditetapkan Rp 350 per saham. Periode pelaksanaan berlangsung 27 November hingga 3 Desember 2026 melalui sekuritas yang ditunjuk.

Siapa yang menjamin terserapnya seluruh saham baru? KVF, selaku pemegang saham pengendali, bertindak sebagai standby buyer. Apabila masih ada sisa setelah periode alokasi, KVF akan membelinya pada harga pelaksanaan yang sama.

Ikut berdiskusi