Skip to content
Fresh Desk
September 10, 2026
Industri

Antam (ANTM) Kebut Hilirisasi Nikel, Siapkan Proyek US$ 3,3 Miliar

Joseph Gonzalez - pusatkabar.com 4 mins baca

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tengah memacu pengembangan hilirisasi nikel melalui proyek-proyek terintegrasi yang diarahkan untuk memperkuat rantai pasok bahan

Antam Percepat Pengembangan Rantai Nilai Nikel untuk Baterai Kendaraan Listrik

Pusatkabar.com – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tengah memacu pengembangan hilirisasi nikel melalui proyek-proyek terintegrasi yang diarahkan untuk memperkuat rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik. Fokus pengembangan ini berada di Buli, Halmahera Timur, dengan total kebutuhan investasi dua proyek utama sekitar US$ 3,3 miliar.

Dua proyek tersebut mencakup fasilitas high pressure acid leach atau HPAL serta pengembangan rotary kiln electric furnace (RKEF). Keduanya memiliki peran berbeda dalam pengolahan nikel, sekaligus menjadi bagian dari upaya Antam membangun nilai tambah mineral dari tahap hulu hingga produk antara yang dibutuhkan industri lanjutan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Aneka Tambang, Arini Kasmira, menyampaikan bahwa hilirisasi komoditas nikel merupakan salah satu agenda pertumbuhan perusahaan. Antam ingin mengembangkan ekosistem yang terhubung, dari kegiatan awal di sektor pertambangan hingga pengolahan menuju kebutuhan industri baterai kendaraan listrik.

“Kami berupaya menjalankan mandat pemerintah untuk memperkuat hilirisasi nikel melalui pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dengan rantai nilai mulai dari upstream sampai downstream,” katanya dalam paparan publik, Kamis (10/9/2026).

Proyek HPAL Buli Menuju Tahap Keputusan Investasi

Fasilitas HPAL di Buli dikembangkan Antam bersama konsorsium CBL. Dalam proyek ini, Antam memegang 30% kepemilikan. Kapasitas produksinya direncanakan berada pada kisaran 55.000 hingga 60.000 ton mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun.

MHP merupakan produk antara hasil pengolahan bijih nikel laterit yang dapat menjadi bahan dalam rantai produksi material baterai. Kehadiran fasilitas semacam ini penting dalam strategi hilirisasi karena pengolahan tidak berhenti pada penjualan bijih, melainkan bergerak ke produk dengan tahapan pemrosesan lebih lanjut.

Nilai investasi proyek HPAL tersebut diproyeksikan sekitar US$ 1,9 miliar. Saat ini, proyek berada dalam proses persetujuan final investment decision atau FID. Tahap tersebut menjadi titik penting karena mencerminkan penilaian akhir atas kesiapan proyek sebelum pengembangan dapat diteruskan ke fase berikutnya.

Keputusan investasi final umumnya mempertimbangkan sejumlah unsur, termasuk kesiapan teknis, pembiayaan, perizinan, jadwal pembangunan, dan prospek ekonomi proyek. Karena itu, pencapaian tahap FID menjadi salah satu penanda kemajuan dalam rencana pengembangan HPAL Antam di Halmahera Timur.

RKEF Ditargetkan Dikembangkan Hingga 2027

Selain HPAL, Antam menyiapkan proyek RKEF di lokasi yang sama. Perseroan memiliki porsi 40% dalam proyek ini. Rencana pengembangannya meliputi delapan lini RKEF serta kawasan industri, dengan kapasitas produksi sekitar 88.000 ton nickel pig iron (NPI) setiap tahun.

NPI adalah salah satu produk pengolahan nikel yang lazim digunakan dalam rantai industri berbasis nikel. Proyek RKEF tersebut membutuhkan investasi sekitar US$ 1,4 miliar dan memiliki periode pengembangan hingga 2027.

Sampai saat ini, proyek RKEF masih berada pada tahap pra-IPC dan pra-pembiayaan. Tahapan ini mendahului masuknya proyek ke konstruksi penuh. Persiapan pada fase awal menjadi krusial untuk memastikan struktur pendanaan dan aspek operasional dapat mendukung pelaksanaan pembangunan sesuai rencana.

Jika digabungkan, proyek HPAL dan RKEF merepresentasikan investasi bernilai US$ 3,3 miliar. Besarnya angka tersebut menunjukkan skala pengembangan yang sedang disiapkan Antam untuk memperluas perannya dalam industri nikel olahan dan ekosistem kendaraan listrik.

Investasi Dilakukan Bertahap

Antam menegaskan bahwa realisasi belanja investasi tidak akan dijalankan sekaligus. Perseroan akan menyesuaikan pelaksanaan setiap proyek dengan kematangan teknis, kelengkapan izin, rancangan pendanaan, serta kelayakan ekonominya. Perubahan kondisi pasar juga menjadi unsur yang terus dievaluasi.

“Realisasi setiap investasi di proyek pengembangan kami lakukan secara bertahap, sesuai dengan kesiapan proyek, perizinan, struktur pendanaan, keekonomian, IRR, NPV, dan total return yang diberikan kepada Antam,” tuturnya.

Pertimbangan seperti internal rate of return (IRR), net present value (NPV), dan total pengembalian investasi digunakan untuk mengukur potensi manfaat proyek bagi perusahaan. Dengan pendekatan bertahap, Antam dapat menilai perkembangan masing-masing proyek sebelum melanjutkan investasi ke tahap berikutnya.

Strategi ini juga menggambarkan bahwa pembangunan fasilitas pengolahan mineral membutuhkan kesiapan yang lebih luas daripada sekadar pembangunan fisik. Ketersediaan pembiayaan, perizinan, kelayakan teknologi, dan kondisi pasar perlu berjalan searah agar proyek mampu memberikan nilai ekonomi yang diharapkan.

Proyek Lain Masih dalam Studi Kelayakan

Di luar dua proyek utama di Buli, Antam juga menyiapkan pengembangan hilirisasi nikel melalui PT Nusa Karya Arindo (NKA) bersama konsorsium Zhejiang Huayou Cobalt. Proyek tersebut masih berada pada tahap studi kelayakan.

Studi kelayakan diperlukan untuk menilai kemungkinan pengembangan proyek dari berbagai sisi, termasuk aspek teknis dan ekonomi. Tahap ini belum berarti proyek telah memasuki konstruksi, tetapi menjadi dasar penting untuk menentukan langkah pengembangan selanjutnya.

Rangkaian proyek tersebut menempatkan Buli sebagai salah satu area penting dalam agenda hilirisasi nikel Antam. Melalui HPAL, RKEF, serta proyek yang masih dikaji bersama mitra, perusahaan berupaya membangun portofolio pengolahan yang lebih terintegrasi sejalan dengan kebutuhan ekosistem baterai kendaraan listrik.

Frequently Asked Questions

What is Antam ANTM Kebut Hilirisasi Nikel Siapkan?

Antam ANTM Kebut Hilirisasi Nikel Siapkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Antam ANTM Kebut Hilirisasi Nikel Siapkan matter?

Antam ANTM Kebut Hilirisasi Nikel Siapkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Ikut berdiskusi