Skip to content
Fresh Desk
September 11, 2026
Investasi

Asing Net Sell Rp 1,95 Triliun Saat IHSG Ambruk, Intip Saham yang Banyak Dijual

Joseph Gonzalez - pusatkabar.com 4 mins baca

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 10 September 2026, berakhir dengan tekanan besar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat

Asing Net Sell Rp 1,95 Triliun Saat IHSG Ambruk, Intip Saham yang Banyak Dijual

IHSG Ditutup Melemah Tajam, Tekanan Asing Capai Rp 1,95 Triliun

Pusatkabar.com – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 10 September 2026, berakhir dengan tekanan besar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mengawali sesi di area positif akhirnya jatuh 1,33% dan menutup perdagangan di posisi 6.589,33.

Sepanjang hari, pergerakan IHSG berlangsung cukup lebar. Indeks bergerak dari titik terendah 6.585 hingga tertinggi 6.712 sebelum tekanan jual membawa indeks kembali turun menjelang penutupan. Pelemahan tidak hanya terjadi pada sejumlah saham tertentu, melainkan menjalar ke seluruh kelompok sektor di bursa.

Semua Sektor Berakhir di Zona Merah

Penurunan indeks dipicu oleh koreksi serempak pada indeks sektoral. Sektor energi menjadi salah satu kelompok yang memimpin pelemahan, diikuti sektor transportasi, infrastruktur, kesehatan, barang baku, industri, properti dan real estate, serta barang konsumer primer.

Kondisi tersebut menggambarkan bahwa sentimen jual pada hari itu bersifat luas. Ketika mayoritas sektor melemah dalam waktu bersamaan, ruang bagi IHSG untuk mempertahankan penguatan menjadi semakin terbatas. Investor pun perlu mencermati arah pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar karena kelompok ini memiliki pengaruh penting terhadap perubahan indeks secara keseluruhan.

Aktivitas transaksi tetap tinggi di tengah koreksi tersebut. Volume perdagangan saham mencapai 51,06 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 21,58 triliun. Tingginya nilai transaksi saat indeks menurun menunjukkan adanya perpindahan kepemilikan saham yang aktif selama perdagangan berlangsung.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 516 saham ditutup melemah. Di sisi lain, hanya 150 saham yang mampu menguat, sementara 127 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Komposisi ini memperlihatkan dominasi saham yang terkoreksi dibandingkan saham yang mencatatkan kenaikan.

Arus Dana Asing Menjadi Perhatian

Tekanan terhadap pasar juga datang dari aksi jual bersih investor asing. Dalam seluruh pasar, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1,95 triliun. Nilai tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mewarnai perdagangan ketika IHSG mengalami penurunan tajam.

Aksi jual asing terkonsentrasi pada beberapa emiten besar dari sektor perbankan, telekomunikasi, energi, pertambangan, hingga pakan ternak. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi emiten dengan nilai jual bersih asing terbesar pada hari itu, mencapai Rp 547,98 miliar.

Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net sell Rp 218,86 miliar. PT Indosat Tbk (ISAT) juga masuk daftar saham yang banyak dilepas investor asing, dengan nilai jual bersih Rp 157,17 miliar.

Daftar Saham dengan Net Sell Asing Terbesar

Berikut sepuluh saham yang mencatatkan aksi jual bersih asing paling besar pada perdagangan Kamis:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 547,98 miliar.

2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp 218,86 miliar.

3. PT Indosat Tbk (ISAT): Rp 157,17 miliar.

4. PT Indika Energy Tbk (INDY): Rp 69,59 miliar.

5. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN): Rp 58,98 miliar.

6. PT Amman Mineral International Tbk (AMMN): Rp 42,51 miliar.

7. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL): Rp 36,42 miliar.

8. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp 22,64 miliar.

9. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA): Rp 22,08 miliar.

10. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Rp 19,34 miliar.

Besarnya penjualan pada saham perbankan patut menjadi perhatian karena bank-bank besar umumnya termasuk penopang utama kapitalisasi pasar Indonesia. Ketika BBCA, BBRI, dan BMRI sama-sama menghadapi arus jual asing, dampaknya dapat terasa lebih kuat pada pergerakan indeks.

Di luar perbankan, daftar tersebut juga mencakup emiten yang bergerak di bidang telekomunikasi, energi, mineral, peternakan, serta industri pakan. Hal ini memperlihatkan bahwa pelepasan saham tidak terbatas pada satu tema investasi saja.

Bagi pelaku pasar, data net sell dapat digunakan sebagai salah satu bahan untuk membaca dinamika transaksi, tetapi bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi. Pergerakan harga saham tetap perlu ditelaah bersama kondisi fundamental emiten, tren sektor, likuiditas, serta profil risiko masing-masing investor.

Penutupan IHSG di level 6.589,33 menandai sesi perdagangan yang penuh tekanan setelah indeks sempat berada di zona hijau. Arah perdagangan berikutnya akan menjadi perhatian pasar, terutama untuk melihat apakah tekanan jual pada saham-saham unggulan masih berlanjut atau mulai mereda.

Frequently Asked Questions

What is Asing Net Sell Rp 1 95 Triliun?

Asing Net Sell Rp 1 95 Triliun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Asing Net Sell Rp 1 95 Triliun matter?

Asing Net Sell Rp 1 95 Triliun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Ikut berdiskusi