Skip to content
Fresh Desk
September 13, 2026
Internasional

Donald Trump: Perang Iran Berakhir Setelah Pemilu Sela, Harga Minyak Akan Anjlok

Karen Williams - pusatkabar.com 3 mins baca

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan optimisme bahwa perang dengan Iran dapat berakhir setelah pemilihan umum sela Amerika Serikat pada November

Donald Trump: Perang Iran Berakhir Setelah Pemilu Sela, Harga Minyak Akan Anjlok

Trump Perkirakan Konflik Iran Berakhir Usai Pemilu Sela AS, Harga Minyak Berpotensi Turun

Pusatkabar.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan optimisme bahwa perang dengan Iran dapat berakhir setelah pemilihan umum sela Amerika Serikat pada November 2026. Dalam pernyataannya di Dublin pada Sabtu, 12 September 2026, Trump juga mengaitkan berakhirnya konflik tersebut dengan kemungkinan penurunan tajam harga minyak mentah dunia.

Pernyataan itu muncul ketika perhatian pasar energi tetap tertuju pada perkembangan ketegangan di Timur Tengah. Konflik bersenjata di kawasan tersebut kerap menjadi faktor penting bagi pergerakan harga minyak karena jalur pasokan dan aktivitas produksi energi global sangat sensitif terhadap risiko geopolitik.

“Saya rasa dalam waktu dekat. Kemungkinan besar tepat setelah pemilu sela. Mereka berusaha bertahan selama mungkin untuk mempersulit pemilu. Namun, menurut saya masyarakat sudah paham akan hal itu,” ujar Trump kepada para wartawan di Dublin.

Trump menilai pihak Iran berupaya mempertahankan situasi konflik lebih lama demi menciptakan tekanan politik menjelang pemilu sela. Ia tidak merinci dasar perkiraan waktu berakhirnya perang tersebut, tetapi menegaskan keyakinannya bahwa perubahan situasi dapat terjadi tidak lama setelah agenda politik nasional itu berlangsung.

“Saat hal itu terjadi, harga minyak akan anjlok,” tandas Trump.

Dampak Konflik terhadap Pasar Energi

Harga minyak biasanya dipengaruhi oleh keseimbangan antara pasokan dan permintaan, termasuk persepsi pelaku pasar terhadap kemungkinan gangguan produksi atau distribusi. Ketegangan yang melibatkan Iran dapat menambah kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan, terutama karena negara tersebut memiliki posisi penting dalam dinamika energi Timur Tengah.

Jika konflik mereda, risiko gangguan pasokan dapat berkurang dan sentimen pasar berpotensi berubah. Namun, pergerakan harga minyak tetap dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti tingkat produksi negara-negara eksportir, kondisi ekonomi global, konsumsi energi, cadangan minyak, serta kebijakan perdagangan dan sanksi internasional.

Bagi konsumen, perubahan harga minyak dunia dapat berpengaruh secara tidak langsung terhadap biaya energi dan transportasi. Dampaknya di setiap negara dapat berbeda karena harga bahan bakar domestik juga ditentukan oleh kebijakan pemerintah, nilai tukar, pajak, distribusi, serta skema subsidi yang berlaku.

Ancaman terhadap Pickaxe Mountain

Di tengah pernyataannya soal prospek akhir perang, Trump kembali menyinggung kemungkinan serangan terhadap fasilitas yang dikaitkan dengan program nuklir Iran. Sasaran yang disebut adalah Pickaxe Mountain, lokasi dengan pertahanan kuat yang memiliki dua kompleks terowongan jauh di bawah tanah.

Area tersebut berada di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz, yang sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat serangan. Trump menyebut pemerintah AS melihat adanya aktivitas terbatas di Pickaxe Mountain dan memperingatkan Iran agar tidak melakukan langkah yang dapat memicu respons militer lebih besar.

“Kami melihat ada sedikit aktivitas di Pickaxe. Saya menyarankan Iran untuk tidak macam-macam karena kami akan terpaksa menyerang mereka dengan sangat keras,” ujar Trump dalam pidatonya pada konvensi Partai Republik untuk pemilu sela.

Ancaman terhadap Pickaxe Mountain bukan hal baru dalam retorika Trump. Ia telah menyebut kemungkinan serangan terhadap lokasi tersebut setidaknya sejak pertengahan Juli. Penekanan pada fasilitas bawah tanah mencerminkan perhatian Amerika Serikat terhadap kemampuan Iran melindungi infrastruktur yang dianggap strategis.

Latar Belakang Ketegangan Nuklir

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran pada Februari. Kekhawatiran terhadap program nuklir Teheran menjadi salah satu pendorong utama tindakan tersebut. Di sisi lain, Iran tetap menyatakan bahwa kegiatan nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai.

Perbedaan pandangan mengenai tujuan dan perkembangan program nuklir Iran telah lama menjadi sumber ketegangan internasional. Fasilitas pengayaan uranium, lokasi bawah tanah, serta dugaan aktivitas di sekitar situs strategis terus menjadi fokus dalam hubungan antara Teheran, Washington, dan para sekutunya.

Pernyataan terbaru Trump memperlihatkan dua pesan yang berjalan bersamaan: keyakinan bahwa konflik dapat segera berakhir dan kesiapan untuk meningkatkan tekanan militer apabila aktivitas Iran dipandang mengancam. Perkembangan berikutnya akan menjadi perhatian bukan hanya bagi pihak-pihak yang terlibat langsung, tetapi juga bagi pasar energi global yang sensitif terhadap eskalasi di Timur Tengah.

Frequently Asked Questions

What is Donald Trump?

Donald Trump is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Donald Trump matter?

Donald Trump matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Ikut berdiskusi