Biaya Perang AS Iran Capai US$38 Miliar dalam Enam Bulan
Pusatkabar.com – Biaya Perang AS Iran Capai US$38 miliar dalam enam bulan pertama operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Congressional Budget Office (CBO) memperkirakan pengeluaran tersebut dapat bertambah sekitar US$3 miliar per bulan jika operasi terus berlanjut.
Perhitungan lembaga anggaran nonpartisan milik Kongres AS itu mencakup biaya hingga 1 Agustus 2026. Konflik ini tidak hanya menambah beban belanja federal, tetapi juga diproyeksikan mendorong inflasi Amerika Serikat sebesar 0,5% pada tiga bulan pertama 2027.
Lonjakan biaya berkaitan dengan peningkatan harga energi, penggunaan amunisi dalam jumlah besar, serta kebutuhan mengganti persediaan militer yang terkuras. Total tersebut mendekati angka US$37,5 miliar yang sebelumnya disampaikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam sidang Senat pada 21 Juli.
Stok Amunisi AS Jadi Sorotan
CBO menilai pemulihan persediaan amunisi Amerika Serikat dapat membutuhkan waktu hingga lima tahun. Hal ini menjadi perhatian karena rudal pencegat dan amunisi presisi juga diperlukan untuk menjaga kesiapan militer AS di kawasan lain.
Selama perang berlangsung, Amerika Serikat disebut telah menggunakan hampir seluruh persediaan rudal presisi jarak jauhnya. CBO juga menyatakan Departemen Pertahanan tidak bekerja sama dengan auditor keuangan Kongres dalam penelaahan biaya tersebut.
Kondisi itu berpotensi membatasi fleksibilitas Pentagon apabila muncul konflik besar lainnya. CBO menyoroti ketegangan yang melibatkan China dan Taiwan sebagai salah satu risiko yang dapat menguji kesiapan persenjataan AS.
Hegseth sebelumnya meminta dana darurat hampir US$90 miliar untuk mengisi kembali berbagai stok militer. Menurutnya, kebutuhan pendanaan itu penting untuk mencegah kekurangan persenjataan vital.
“Tanpa dana ini, kita akan menghadapi kekurangan yang kritis,” kata Hegseth.
Pemerintah AS Membantah Kekurangan Persediaan
Gedung Putih menegaskan operasi terhadap Iran dilakukan untuk mencegah Teheran membahayakan personel dan kepentingan Amerika Serikat. Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menyebut langkah Presiden Donald Trump sebagai tindakan tegas.
“Amunisi dan persediaan yang lebih dari cukup untuk memenuhi seluruh tujuan strategis Panglima Tertinggi dan bahkan lebih dari itu,” ujar Kelly.
Pentagon juga menolak gambaran bahwa kemampuan militernya melemah akibat operasi tersebut. Kepala juru bicara Pentagon Sean Parnell menyatakan AS tetap memiliki kapasitas untuk melakukan serangan sesuai keputusan presiden.
“Kami memiliki segala yang diperlukan untuk melancarkan serangan pada waktu dan tempat yang dipilih oleh presiden,” kata Parnell.
Korban Jiwa dan Kerusakan Pangkalan
Pengawasan terhadap biaya konflik diminta oleh Brendan Boyle, anggota senior Partai Demokrat di Komite Anggaran DPR AS dari Pennsylvania. Boyle menilai dampak perang tidak hanya terlihat pada angka belanja negara, tetapi juga pada korban di kalangan militer.
Sebanyak 18 anggota militer Amerika Serikat telah tewas dalam perang Iran, sementara sejumlah personel lain mengalami luka-luka. Boyle mengatakan pengeluaran konflik terus membesar ketika masyarakat AS menghadapi tekanan biaya hidup dan kenaikan harga.
“Perang yang membawa bencana di Iran yang dilakukan Donald Trump telah merenggut nyawa anggota militer Amerika dan menyebabkan yang lainnya terluka,” ujar Boyle.
Inspektur Jenderal Pentagon menyatakan Iran telah merusak atau menghancurkan ratusan bangunan di pangkalan AS di Timur Tengah. Kerusakan tersebut juga meliputi sejumlah pesawat, termasuk jet tempur, pesawat pengisi bahan bakar, dan drone.
Hingga 19 Juni, biaya perang tercatat US$33,4 miliar. Angka itu termasuk sekitar US$184 juta untuk kerusakan fasilitas diplomatik Amerika Serikat akibat serangan Iran.
Tekanan Energi dan Risiko Anggaran
Biaya Perang AS Iran Capai US$38 miliar tersebut belum memasukkan serangan terbaru terhadap kapal dagang di Selat Hormuz maupun serangan terhadap instalasi militer AS di kawasan. Biaya bunga pinjaman untuk mendanai perang juga belum diperhitungkan dan dapat menambah puluhan miliar dolar pada total akhir.
Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pasar energi global karena sebelum perang sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur laut tersebut. Gangguan di wilayah itu dapat memperbesar tekanan terhadap harga energi dan inflasi.
FAQ Biaya Perang AS-Iran
Berapa biaya perang AS-Iran menurut CBO?
CBO memperkirakan biaya operasi Amerika Serikat terhadap Iran mencapai US$38 miliar selama enam bulan pertama, dengan potensi tambahan sekitar US$3 miliar setiap bulan apabila perang berlanjut.
Apa penyebab utama kenaikan biaya konflik?
Pengeluaran terutama dipicu oleh penggunaan amunisi skala besar, penggantian stok persenjataan, kerusakan fasilitas dan peralatan, serta tekanan harga energi. Perhitungan itu belum memasukkan biaya bunga utang.
Mengapa Selat Hormuz penting dalam konflik ini?
Selat Hormuz menjadi jalur perdagangan energi yang sangat strategis. Gangguan terhadap kapal dagang di wilayah tersebut dapat memengaruhi pasokan minyak global dan meningkatkan tekanan inflasi.

