Saham Bank Besar Menguat Usai The Fed Menaikkan Suku Bunga
Pusatkabar.com – The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, dan saham-saham bank besar Indonesia menguat pada perdagangan sesi I Kamis, 17 September 2026. Kebijakan Federal Reserve tersebut membawa suku bunga acuan Amerika Serikat ke kisaran 3,75% hingga 4,00%.
Penguatan terjadi pada empat emiten perbankan berkapitalisasi besar, yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. Di tengah sentimen global tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG juga berakhir di zona hijau pada penutupan sesi pertama.
BMRI Pimpin Kenaikan Saham Perbankan
PT Bank Mandiri Tbk dengan kode saham BMRI mencatat kenaikan paling tinggi di antara saham bank besar. Pada akhir sesi I, harga saham BMRI berada di Rp4.340, naik 1,88% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Saat pembukaan, saham ini diperdagangkan pada Rp4.320.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BBRI juga menguat 0,6% menjadi Rp3.350. Harga tersebut sama dengan posisi pembukaannya pada Kamis pagi. Pergerakan BBRI menjadi salah satu perhatian investor karena perseroan termasuk bank dengan kapitalisasi pasar besar di Bursa Efek Indonesia.
PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA naik 0,4% ke Rp6.350 pada akhir sesi I. Saham BBCA sebelumnya dibuka pada Rp6.375. Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BBNI bertambah 0,27% menjadi Rp3.740, setelah memulai perdagangan pada level Rp3.770.
Meski pergerakan harga intrahari tiap saham berbeda, seluruh bank besar tersebut masih mencatat penguatan dibandingkan penutupan sebelumnya. BMRI menjadi saham yang memberi dorongan paling kuat bagi kenaikan kelompok perbankan pada sesi perdagangan ini.
IHSG Turut Ditutup Menguat
Sentimen positif di pasar juga terlihat pada IHSG. Indeks ditutup naik 0,42% ke level 6.453,61 pada akhir sesi I. Pada awal perdagangan, IHSG sempat berada di posisi 6.473,78.
Kenaikan indeks menunjukkan pelaku pasar merespons perkembangan terbaru dengan kecenderungan positif. Namun, arah perdagangan berikutnya tetap akan dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kebijakan moneter global, kondisi likuiditas, pergerakan nilai tukar, dan prospek ekonomi domestik.
Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rabu, 16 September 2026, sehingga kisarannya menjadi 3,75% hingga 4,00%.
Prospek Kebijakan The Fed dan Dampaknya bagi Bank
Keputusan The Fed menaikkan suku bunga belum tentu menjadi akhir dari siklus pengetatan moneter. Dalam proyeksi terbaru, 16 dari 18 pejabat Federal Reserve memperkirakan masih ada sedikitnya satu kenaikan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun.
Apabila proyeksi tersebut terealisasi, suku bunga acuan Amerika Serikat berpotensi berada pada kisaran 4,00% sampai 4,25%. Pasar biasanya mencermati kebijakan ini karena perubahan suku bunga AS dapat memengaruhi arus modal global, nilai tukar, serta ekspektasi langkah bank sentral di berbagai negara.
Bagi sektor perbankan Indonesia, lingkungan suku bunga merupakan salah satu pertimbangan utama investor. Perubahan tingkat bunga global dapat meningkatkan perhatian terhadap biaya dana, pertumbuhan kredit, kualitas aset, dan potensi penyesuaian kebijakan suku bunga di dalam negeri.
Suku bunga yang lebih tinggi dapat membuka peluang peningkatan pendapatan bunga bank. Di sisi lain, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kemampuan sebagian debitur dalam memenuhi kewajiban kreditnya. Karena itu, investor umumnya akan memantau pertumbuhan penyaluran kredit, biaya pendanaan, dan kualitas kredit ketika menilai saham perbankan.
Bank Mandiri, BRI, BCA, dan BNI memiliki pengaruh besar terhadap pasar saham domestik berkat kapitalisasi pasar serta perannya dalam penghimpunan dana dan penyaluran kredit. Pergerakan saham keempat bank tersebut kerap menjadi indikator sentimen investor terhadap sektor keuangan secara umum.
FAQ: Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed
Apa dampak kenaikan suku bunga The Fed bagi saham bank Indonesia?
Dampaknya tidak selalu sama untuk setiap emiten. Investor biasanya menilai pengaruhnya terhadap arus dana global, nilai tukar, suku bunga domestik, biaya pendanaan, dan prospek pertumbuhan kredit bank.
Mengapa saham bank besar tetap menguat saat suku bunga AS naik?
Pergerakan saham dipengaruhi banyak faktor, bukan hanya keputusan bank sentral AS. Pada sesi I Kamis, BMRI, BBRI, BBCA, dan BBNI seluruhnya menguat, dengan BMRI mencatat kenaikan terbesar sebesar 1,88%.
Faktor apa yang perlu dipantau investor setelah keputusan The Fed?
Investor dapat memperhatikan peluang kenaikan suku bunga lanjutan di Amerika Serikat, kondisi likuiditas global, pergerakan rupiah, arah kebijakan suku bunga domestik, serta kinerja kredit dan kualitas aset perbankan.

