Internasional

Xi Jinping ke AS, Bos BYD hingga Xiaomi Masuk Daftar Delegasi

1547570271

Delegasi Bisnis China Berpeluang Mendampingi Xi Jinping ke Washington

Pusatkabar.com – Sejumlah tokoh bisnis dari perusahaan besar China berpeluang ikut serta dalam agenda kunjungan Presiden Xi Jinping ke Washington, Amerika Serikat. Kehadiran mereka akan menjadi sorotan karena beberapa nama yang dipertimbangkan sedang berada di bawah tekanan kebijakan, pembatasan perdagangan, atau pengawasan regulator Amerika Serikat.

Washington dan Beijing masih merampungkan daftar pemimpin perusahaan yang akan masuk rombongan tersebut. Tiga orang yang mengetahui pembahasan ini menyebut undangan resmi bagi perusahaan terkait diperkirakan akan dikirim dalam beberapa hari mendatang. Persetujuan visa untuk perwakilan bisnis juga diperkirakan dapat diberikan oleh Departemen Luar Negeri AS.

Susunan peserta belum bersifat final. Namun, kelompok perusahaan yang dibahas mencakup BYD, Xiaomi, Contemporary Amperex Technology Co. Limited atau CATL, Gotion, Hisense, Wanxiang Group, Bank of China, dan COFCO Group. Daftar itu memperlihatkan luasnya sektor yang ingin diwakili Beijing, mulai dari kendaraan listrik, baterai, elektronik konsumen, komponen otomotif, perbankan, hingga pangan dan agrikultur.

Nama-nama yang Masuk Pertimbangan

BYD dikenal sebagai produsen kendaraan listrik, sedangkan Xiaomi telah membangun bisnis ponsel pintar sekaligus mengembangkan kendaraan listrik. CATL dan Gotion bergerak di industri baterai, sektor yang menjadi elemen penting dalam persaingan teknologi kendaraan listrik global.

Hisense masuk dari bidang elektronik konsumen. Wanxiang Group merupakan pemasok komponen otomotif, sementara Bank of China mewakili sektor keuangan. COFCO Group, konglomerat agrikultur milik negara, menambah dimensi perdagangan pangan dalam potensi delegasi itu.

BYD tidak memberikan tanggapan atas isu tersebut. CATL, Xiaomi, Wanxiang, Hisense, Gotion, dan Bank of China juga belum merespons permintaan komentar. Perusahaan-perusahaan China disebut telah diminta bersiap sambil menunggu kepastian dari pertemuan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng pada akhir pekan ini.

Gedung Putih belum memberikan jawaban atas pertanyaan mengenai rencana kunjungan tersebut. Kementerian Luar Negeri China menyatakan tidak memiliki informasi mengenai agenda itu, sementara Kementerian Perdagangan China belum memberi respons.

Dimensi Regulasi dan Persaingan Industri

Apabila rombongan bisnis besar benar-benar hadir, langkah tersebut akan terbilang tidak lazim dalam hubungan ekonomi kedua negara. Pemerintah AS selama beberapa tahun memperketat penilaian terhadap investasi China, terutama pada sektor strategis. Di sisi lain, Beijing juga meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan sektor swasta di dalam negerinya.

Xi disebut berencana membawa perusahaan-perusahaan yang sedang menghadapi sanksi, pencantuman dalam daftar hitam, atau tekanan regulasi dari AS. Pilihan ini memberi makna politik sekaligus ekonomi: kunjungan tingkat tinggi dapat menjadi ruang untuk memperlihatkan kepentingan perusahaan China di pasar Amerika dan membahas hambatan yang mereka hadapi.

Konteks terbesar berada pada industri kendaraan listrik. Amerika Serikat telah memberlakukan tarif 100% untuk mobil listrik dari China. Kebijakan pada era Presiden Joe Biden juga menetapkan larangan penjualan kendaraan penumpang baru yang terhubung internet di AS mulai model tahun 2027 apabila produsennya memiliki keterkaitan dengan China.

Pembatasan itu tidak hanya menyentuh kendaraan jadi. Penggunaan perangkat lunak maupun perangkat keras asal China dalam kendaraan terkait juga dibatasi. Bagi produsen mobil dan pemasok teknologi, aturan tersebut berpotensi memengaruhi desain produk, rantai pasok, investasi manufaktur, serta strategi memasuki pasar AS.

Sejumlah produsen otomotif Amerika sebelumnya meminta Presiden Donald Trump agar pasar domestik tidak dibuka bagi pembuat kendaraan China. Meski demikian, Trump pada pekan lalu menyatakan dukungan terhadap perusahaan China yang membangun kendaraan di Amerika Serikat. Sikap itu menonjolkan perbedaan antara impor produk China dan investasi manufaktur yang menciptakan fasilitas produksi di dalam negeri AS.

CATL, BYD, dan Kasus di Michigan

CATL masuk daftar perusahaan Pentagon pada Januari 2025, sedangkan BYD menyusul pada Juni 2026, terkait dugaan hubungan dengan militer China. Pencantuman tersebut menjadi salah satu alasan mengapa keterlibatan dua perusahaan itu dalam delegasi potensial akan diperhatikan secara ketat.

Ford melisensikan teknologi CATL untuk memproduksi baterai di pabriknya di Michigan. Kemitraan ini memicu kritik dari sejumlah anggota parlemen AS, menunjukkan bahwa teknologi baterai telah menjadi isu sensitif dalam kebijakan industri dan keamanan ekonomi Washington.

Gotion juga memiliki persoalan tersendiri di Michigan. Perusahaan itu menggugat pemerintah Green Charter Township sehubungan dengan rencana pabrik komponen kendaraan listrik senilai US$2,36 miliar yang disebut terhambat oleh pejabat setempat. Kasus ini memperlihatkan bahwa proyek industri China di AS dapat menghadapi tantangan bukan hanya di tingkat federal, tetapi juga pada pemerintahan lokal.

Wanxiang, di sisi lain, mencapai kesepakatan pada Desember lalu untuk membayar lebih dari US$53 juta dalam penyelesaian perkara dengan Departemen Kehakiman AS. Kasus tersebut berkaitan dengan bea masuk dan bea antidumping atas komponen otomotif dari China.

Upaya Mendorong Prinsip Timbal Balik

Rencana delegasi bisnis China berkaitan pula dengan keinginan Beijing memperoleh perlakuan yang setara setelah kunjungan Trump ke China pada Mei. Saat itu, rombongan bisnis AS mencakup pimpinan Micron, Qualcomm, dan Illumina. Ketiga perusahaan tersebut sebelumnya menghadapi persoalan regulasi atau akses pasar di China.

Ukuran delegasi China diperkirakan dapat menyerupai rombongan yang dibawa Trump. Kementerian Perdagangan China disebut mendapat tugas menghubungi perusahaan-perusahaan yang relevan. Pendekatan ini mencerminkan dorongan Beijing untuk menerapkan prinsip timbal balik dalam tata cara kunjungan bilateral tingkat tinggi.

Bagi pelaku industri, daftar delegasi nantinya akan menjadi petunjuk penting mengenai sektor yang dianggap paling strategis dalam pembicaraan AS-China. Kehadiran perusahaan kendaraan listrik, baterai, bank, hingga agrikultur menunjukkan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya menyangkut diplomasi, tetapi juga akses pasar, teknologi, investasi, dan ketahanan rantai pasok.

Frequently Asked Questions

What is Xi Jinping ke AS Bos BYD hingga?

Xi Jinping ke AS Bos BYD hingga is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Xi Jinping ke AS Bos BYD hingga matter?

Xi Jinping ke AS Bos BYD hingga matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *