Nasional

Bahlil Bocorkan BP BUMN Berpotensi di Bawah Kemenko Hilirisasi

1971772845

Struktur Koordinasi Pemerintah Baru Masih Disiapkan

Pusatkabar.com – Pemerintah sedang menuntaskan pengaturan baru mengenai pembagian tugas serta hubungan koordinasi antarkementerian dalam struktur pemerintahan terbaru. Salah satu kemungkinan yang mengemuka adalah penempatan Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara atau BP BUMN dalam lingkup koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Rencana tersebut masih menunggu penyelesaian Peraturan Presiden. Aturan itu nantinya akan menjadi dasar untuk menetapkan kementerian dan lembaga mana saja yang berada dalam koordinasi kementerian koordinator baru tersebut, termasuk batas peran masing-masing pihak.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan perkembangan penyusunan regulasi itu di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026.

“Saya kasih bocoran saja. Itu kan nanti di Perpres, mungkin Perpres-nya sebentar lagi selesai. Tetapi yang tadi rapat dengan saya, itu adalah Pak BP BUMN, Kementerian Investasi, Insya Allah sudah hampir pasti di bawah koordinasi Kementerian Kemenko Hilirisasi,” ujar Bahlil.

BP BUMN dan Investasi Masuk Radar Koordinasi

Pernyataan tersebut memberi gambaran bahwa fungsi pengelolaan BUMN dapat memiliki keterhubungan koordinatif yang lebih kuat dengan agenda hilirisasi dan transisi energi. BP BUMN merupakan badan yang berkaitan dengan pengelolaan badan usaha milik negara, sementara kebijakan hilirisasi membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari energi, investasi, industri, hingga perusahaan negara yang terlibat dalam rantai nilai strategis.

Dalam konteks ini, koordinasi tidak serta-merta berarti perubahan seluruh tugas pokok lembaga atau kementerian yang terlibat. Detail kewenangan, mekanisme pengambilan keputusan, serta cakupan kerja sama antarlembaga tetap bergantung pada rumusan akhir Perpres yang sedang disiapkan pemerintah.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi juga disebut sebagai salah satu unsur yang diperkirakan berada dalam koordinasi Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi. Bahlil sebelumnya telah menyampaikan bahwa Kementerian ESDM serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi menjadi dua unsur yang paling besar peluangnya masuk ke dalam struktur koordinasi tersebut.

“Saya sedikit memberikan bocoran bahwa kemungkinan besar yang sudah pasti itu adalah ESDM sama Kementerian Investasi dan Hilirisasi,” terang Bahlil.

Keterlibatan dua kementerian tersebut mencerminkan keterkaitan agenda energi, investasi, dan pengembangan industri pengolahan di dalam kebijakan hilirisasi. Pengolahan komoditas di dalam negeri memerlukan perencanaan pasokan energi, kepastian investasi, pembangunan fasilitas industri, serta koordinasi kebijakan yang berjalan searah.

Kemenperin Juga Berpeluang Bergabung

Selain BP BUMN dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kementerian Perindustrian disebut berpotensi berada dalam cakupan koordinasi yang sama. Namun, Bahlil menegaskan bahwa kemungkinan tersebut belum dapat dipastikan sebelum Perpres selesai.

“Rasa-rasanya ya, Kemenperin di bawah Kemenko. Tapi itu baru feeling ya,” tandasnya.

Peran Kementerian Perindustrian dinilai relevan dalam pembahasan hilirisasi karena sektor manufaktur menjadi salah satu bagian penting dari upaya meningkatkan nilai tambah komoditas. Meski demikian, susunan final kementerian yang terlibat tidak dapat disimpulkan hanya dari sinyal awal tersebut. Pemerintah masih perlu merampungkan ketentuan resmi agar tata hubungan kerja antarkementerian memiliki kepastian.

Keberadaan kementerian koordinator pada dasarnya ditujukan untuk menyelaraskan kebijakan dari sejumlah kementerian yang memiliki bidang saling terkait. Untuk agenda hilirisasi dan transisi energi, koordinasi dibutuhkan karena keputusan di sektor energi dapat berpengaruh pada investasi, pengembangan industri, kebutuhan infrastruktur, dan strategi perusahaan negara.

Bagi pelaku usaha dan masyarakat, terbitnya Perpres akan menjadi penanda penting untuk memahami arah struktur koordinasi pemerintah. Regulasi tersebut dapat menjelaskan siapa yang memimpin sinkronisasi kebijakan, kementerian mana yang terlibat, serta bagaimana agenda hilirisasi dan transisi energi akan dihubungkan dengan program pemerintah lainnya.

Penegasan Soal Anggaran dan Jabatan Rangkap

Bahlil juga menekankan bahwa pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi tidak dimaksudkan untuk meningkatkan beban belanja operasional pemerintah. Operasional kementerian koordinator baru itu direncanakan memanfaatkan anggaran dari Kementerian ESDM.

Penjelasan tersebut disampaikan untuk menegaskan bahwa penataan struktur koordinasi tidak harus diikuti pemborosan anggaran. Penggunaan sumber daya yang telah tersedia menjadi salah satu pendekatan yang disebut dalam pembentukan kementerian koordinator tersebut.

“Saya mengatakan bahwa dengan penambahan Menko baru ini bukan berarti kita harus melakukan pemberosan. Saya nggak mau, saya tipe saya bukan seperti itu,” pungkas Bahlil.

Ia juga menyatakan hanya akan menerima satu gaji meskipun mengemban dua posisi sekaligus, yakni sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi serta Menteri ESDM. Penegasan itu menjadi bagian dari sikap pemerintah untuk menjaga efisiensi dalam pelaksanaan struktur baru.

Untuk saat ini, kepastian mengenai posisi BP BUMN, Kementerian Perindustrian, dan unsur lain dalam koordinasi Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi masih bergantung pada penyelesaian Perpres. Setelah regulasi ditetapkan, publik akan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai pembagian peran pemerintah dalam mendorong hilirisasi dan menjalankan agenda transisi energi.

Frequently Asked Questions

What is Bahlil Bocorkan BP BUMN Berpotensi di Bawah?

Bahlil Bocorkan BP BUMN Berpotensi di Bawah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bahlil Bocorkan BP BUMN Berpotensi di Bawah matter?

Bahlil Bocorkan BP BUMN Berpotensi di Bawah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *