Transaksi Kartu Kredit Indonesia Tumbuh 1.067% pada September 2026
Pusatkabar.com – Transaksi Kartu Kredit Indonesia Tumbuh 1.067% secara bulanan pada September 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah transaksi kartu kredit Indonesia (KKI) Ritel mencapai 452.400 transaksi, meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Perkembangan tersebut mencerminkan momentum positif dalam penggunaan instrumen pembayaran ritel di dalam negeri.
Peningkatan transaksi tidak hanya terlihat dari jumlah penggunaan kartu, tetapi juga dari pertumbuhan nilai transaksi. Pada September 2026, nilai transaksi KKI Ritel tercatat sebesar Rp136,1 miliar atau naik 628% secara month to month (mtm). Rata-rata nilai transaksi, atau ticket size, berada di kisaran Rp300.000.
Data tersebut menunjukkan bahwa Transaksi Kartu Kredit Indonesia Tumbuh 1.067% seiring dengan bertambahnya penerbitan kartu, pengguna aktif, serta aktivitas belanja dan pembayaran yang dilakukan melalui KKI Ritel. Bank Indonesia menilai perkembangan ini menjadi sinyal yang baik bagi penguatan ekosistem pembayaran domestik.
Jumlah Kartu dan Pengguna Aktif Bertambah
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyampaikan bahwa hingga September 2026 terdapat 115.719 KKI yang telah diterbitkan dan diaktivasi. Dari total tersebut, sebanyak 56.205 pengguna tercatat aktif bertransaksi.
Perbandingan antara jumlah kartu yang diterbitkan dan pengguna aktif menjadi salah satu indikator penting dalam melihat pemanfaatan kartu kredit ritel. Kartu yang telah diterbitkan perlu diikuti dengan penggunaan yang konsisten agar perluasan akses pembayaran benar-benar memberikan dampak terhadap transaksi masyarakat dan pelaku usaha.
“Perkembangan KKI Ritel menunjukkan momentum yang positif, baik dari sisi penerbitan kartu, pengguna aktif, maupun transaksi,” ujar Filianingsih kepada Kontan, Kamis (22/10/2026).
Lonjakan pada September 2026 memperlihatkan bahwa Transaksi Kartu Kredit Indonesia Tumbuh 1.067% bukan hanya didorong oleh satu aspek. Penerbitan kartu yang meningkat, aktivasi kartu, dan keterlibatan pengguna dalam melakukan transaksi menjadi bagian dari perkembangan yang dicermati BI.
BI Dorong Perluasan Penerbit dan Edukasi Penggunaan
Untuk menjaga momentum tersebut, BI akan mendorong perluasan penerbit KKI Ritel. Langkah ini dilakukan dengan menggandeng next mover yang memiliki kapabilitas pembiayaan. Kehadiran lebih banyak pihak yang mampu menerbitkan kartu diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan bagi masyarakat.
Selain memperluas penerbit, BI juga akan memperkuat kampanye, sosialisasi, dan edukasi. Program tersebut akan melibatkan seluruh jaringan kantor perwakilan BI, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), serta penyedia jasa pembayaran (PJP).
Edukasi diperlukan agar masyarakat memahami cara menggunakan kartu kredit secara tepat, termasuk memperhatikan nilai transaksi dan kemampuan pembayaran. Dengan pemahaman yang lebih baik, pertumbuhan penggunaan kartu dapat berjalan seiring dengan kebiasaan transaksi yang lebih terukur.
Transaksi Kartu Kredit Indonesia Tumbuh 1.067% pada September 2026 juga menjadi catatan bagi industri pembayaran untuk terus menyediakan layanan yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan pengguna. Penguatan ekosistem tidak hanya bergantung pada penerbitan kartu, melainkan juga pada dukungan jaringan, penyedia jasa pembayaran, dan literasi pengguna.
FAQ Kartu Kredit Indonesia Ritel
Apa yang dimaksud dengan KKI Ritel?
KKI Ritel merupakan kartu kredit Indonesia yang digunakan untuk mendukung transaksi ritel. Dalam data BI hingga September 2026, kartu yang telah diterbitkan dan diaktivasi mencapai 115.719 kartu.
Berapa jumlah transaksi KKI Ritel pada September 2026?
Jumlah transaksi KKI Ritel mencapai 452.400 transaksi pada September 2026. Angka ini tumbuh 1.067% secara bulanan.
Berapa nilai transaksi KKI Ritel pada periode tersebut?
Nilai transaksi KKI Ritel pada September 2026 mencapai Rp136,1 miliar, meningkat 628% secara mtm. Rata-rata nilai setiap transaksi tercatat sekitar Rp300.000.
Bagaimana BI mendorong penggunaan KKI Ritel?
BI mendorong perluasan penerbit kartu dengan menggandeng pihak yang memiliki kapabilitas pembiayaan. BI juga memperkuat kampanye, sosialisasi, dan edukasi bersama kantor perwakilan BI, ASPI, serta PJP.

