Keuangan

Lanjutkan Buyback Saham, BRI Siapkan Dana Hingga Rp 1 Triliun

573684823

BRI Siapkan Buyback Saham hingga Rp 1 Triliun pada Tahap Kedua

Pusatkabar.com – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melanjutkan program pembelian kembali saham atau buyback dengan menyiapkan dana paling banyak Rp 1 triliun. Program ini ditempatkan sebagai bagian dari upaya perseroan menjaga dan mengoptimalkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham ketika pasar keuangan masih bergerak fluktuatif.

Pelaksanaan buyback tahap kedua dijadwalkan berlangsung mulai 22 Oktober 2026 sampai 21 Januari 2027. Rencana tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi pada 22 Oktober 2026.

Sebelum memasuki tahap terbaru ini, BRI telah menjalankan pembelian kembali saham tahap pertama pada 12 Juni hingga 11 September 2026. Untuk periode sebelumnya, perseroan mengalokasikan dana maksimal Rp 500 miliar.

Bagian dari Mandat Buyback hingga Rp 3 Triliun

Program pembelian kembali saham BRI masih berada dalam mandat yang telah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 24 Maret 2025. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui nilai buyback maksimum sebesar Rp 3 triliun.

Pembelian saham dapat dilakukan melalui bursa efek maupun di luar bursa, baik secara bertahap maupun sekaligus. Pelaksanaannya tetap mengikuti ketentuan yang berlaku serta mempertimbangkan kondisi perusahaan pada saat transaksi dilakukan.

Secara umum, aksi buyback merupakan langkah korporasi ketika emiten membeli kembali sebagian sahamnya dari pasar. Bagi investor, keputusan tersebut dapat dipandang sebagai salah satu sinyal keyakinan manajemen terhadap fundamental dan prospek usaha perusahaan. Namun, pelaksanaannya tetap harus diseimbangkan dengan kebutuhan modal, likuiditas, dan agenda pertumbuhan bisnis.

Fundamental dan Tata Kelola Tetap Menjadi Pertimbangan

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa pembelian kembali saham dilakukan bertahap agar perseroan dapat mengoptimalkan nilai pemegang saham tanpa mengabaikan kondisi keuangan maupun aturan yang mengatur aksi korporasi tersebut.

“Langkah buyback saham ini mencerminkan keyakinan BRI terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang. Perseroan tetap mengedepankan kecukupan permodalan, prinsip kehati-hatian, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Dhanny.

BRI juga mempertimbangkan lingkungan pasar yang masih dipengaruhi sejumlah faktor eksternal. Ketidakpastian perekonomian global, perkembangan geopolitik, perubahan harga komoditas, dan arus modal dapat memberi tekanan terhadap volatilitas pasar keuangan di Indonesia.

Dalam situasi seperti itu, strategi pembelian kembali saham ditempuh dengan tetap menjaga disiplin pengelolaan risiko. Perseroan menempatkan kekuatan modal dan keberlanjutan bisnis sebagai fondasi utama agar program tersebut tidak mengganggu ruang ekspansi maupun ketahanan keuangan.

Kinerja Semester Pertama 2026 Menopang Ruang Pertumbuhan

Hingga penutupan kuartal II-2026, BRI membukukan laba bersih Rp 31,2 triliun. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kapasitas perusahaan dalam menjalankan strategi pertumbuhan sekaligus mempertahankan perhatian terhadap kepentingan investor.

Total aset BRI pada periode yang sama mencapai Rp 2.352 triliun, meningkat 11,7% secara tahunan. Penghimpunan dana pihak ketiga juga bertumbuh 6,7% secara tahunan menjadi Rp 1.581 triliun.

Di sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan BRI tercatat Rp 1.646 triliun atau naik 16,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa aktivitas utama bank dalam menyalurkan pembiayaan tetap menjadi perhatian penting di tengah pelaksanaan aksi korporasi.

Posisi permodalan dan likuiditas turut menjadi faktor yang diperhatikan. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI berada pada level 21,5%, sedangkan rasio kredit terhadap simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat 90,8%.

CAR menggambarkan kemampuan bank menyerap risiko melalui modal yang dimilikinya, sementara LDR memberi gambaran perbandingan antara dana yang disalurkan dalam bentuk kredit dengan dana yang dihimpun dari masyarakat. Kedua rasio tersebut menjadi bagian penting dalam menilai keseimbangan pertumbuhan kredit, likuiditas, dan ketahanan perbankan.

Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan

BRI menegaskan bahwa penguatan bisnis inti tetap menjadi agenda utama. Program buyback dijalankan bersamaan dengan fokus terhadap pertumbuhan sehat, penerapan prinsip kehati-hatian, dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

“Ke depan, BRI akan tetap berfokus pada penguatan kinerja bisnis dan mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Dengan fundamental dan permodalan yang kuat, kami optimistis BRI memiliki ruang untuk terus bertumbuh serta memberikan hasil yang optimal bagi pemegang saham dalam jangka panjang,” pungkas Dhanny.

Bagi pasar, kelanjutan pembelian kembali saham ini menunjukkan bahwa BRI menilai kondisi fundamental dan kapasitas permodalannya masih memadai untuk mendukung berbagai kebutuhan strategis. Pada saat yang sama, perkembangan harga saham, kondisi pasar, serta realisasi transaksi akan tetap menjadi aspek yang dicermati investor sepanjang periode pelaksanaan tahap kedua hingga Januari 2027.

Frequently Asked Questions

What is Lanjutkan Buyback Saham BRI Siapkan Dana?

Lanjutkan Buyback Saham BRI Siapkan Dana is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Lanjutkan Buyback Saham BRI Siapkan Dana matter?

Lanjutkan Buyback Saham BRI Siapkan Dana matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *