Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Keuangan

Key Strategy: Harga Emas Terkoreksi, Pegadaian Sebut Minat Investasi Bullion Tetap Tinggi

Joseph Gonzalez - pusatkabar.com 3 mins baca

i Minat Investasi Bullion di Pegadaian Masih Tinggi Key Strategy - Meskipun harga emas belakangan ini mengalami koreksi, keinginan masyarakat untuk

Key Strategy: Harga Emas Terkoreksi, Pegadaian Sebut Minat Investasi Bullion Tetap Tinggi

Harga Emas Turun, Tapi Minat Investasi Bullion di Pegadaian Masih Tinggi

Key Strategy – Meskipun harga emas belakangan ini mengalami koreksi, keinginan masyarakat untuk berinvestasi dalam logam mulia tetap berjalan stabil. PT Pegadaian mencatat bahwa bisnis bullion, termasuk transaksi cicil emas dan pembelian emas, terus meningkat sepanjang tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa emas masih menjadi pilihan utama dalam strategi investasi untuk menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kondisi Pasar dan Strategi Investasi

Menurut Ferdian Timur Satyagraha, Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian, koreksi harga emas bukanlah tanda kehilangan minat pasar. Justru, situasi ini menjadi bagian dari key strategy yang diterapkan oleh perusahaan untuk menjangkau lebih banyak investor. “Ketika harga emas turun, itu memberikan peluang bagi masyarakat untuk memperluas kepemilikan emas dengan harga yang lebih kompetitif,” tambah Ferdian dalam wawancara dengan Kontan.co.id, Jumat (26/6/2026).

“Emas tetap dianggap sebagai instrumen investasi yang aman dan stabil, sehingga meskipun ada fluktuasi harga, minat terhadap produk bullion tidak berkurang. Key strategy kami mencakup pengembangan berbagai metode transaksi yang fleksibel untuk memenuhi kebutuhan berbagai kalangan,” ujarnya.

Perkembangan Transaksi Emas

Pegadaian mencatat bahwa hingga saat ini, bisnis bullion telah mencapai realisasi lebih dari Rp 13 triliun. Produk Cicil Emas menjadi salah satu pilar utama dalam key strategy perusahaan, karena memungkinkan masyarakat membeli emas secara bertahap tanpa perlu dana penuh. Ferdian menjelaskan, kebijakan ini dirancang untuk memperluas akses investasi emas, terutama bagi masyarakat yang memiliki dana terbatas.

“Transaksi cicil emas mempercepat proses investasi, sementara transaksi pembelian emas juga tetap tumbuh karena tingginya kesadaran masyarakat tentang perlindungan nilai aset. Key strategy kami fokus pada keberlanjutan dan keberagaman produk,” kata Ferdian.

Layanan Gadai Emas dalam Key Strategy

Seiring dengan key strategy tersebut, layanan gadai emas juga terus diminati. Ferdian menjelaskan bahwa produk gadai berbeda dari investasi bullion, tetapi keduanya saling melengkapi. “Gadai emas cocok untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek, sementara investasi bullion tetap menjadi pilihan utama untuk menyimpan nilai jangka panjang,” tambahnya.

“Kami optimis bisnis bullion masih akan tumbuh, terutama dengan adanya kebijakan key strategy yang mendukung transparansi dan aksesibilitas. Emas tetap menjadi aset yang likuid dan aman di berbagai kondisi pasar,” ujarnya.

Prospek Bisnis di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Pegadaian yakin bisnis bullion memiliki prospek baik meski ekonomi global sedang tidak stabil. “Key strategy kami melibatkan peningkatan layanan serta edukasi investor tentang manfaat emas dalam portofolio keuangan,” tutur Ferdian. Ia menambahkan, perusahaan terus mengembangkan produk keuangan berbasis emas untuk memenuhi kebutuhan beragam investor, baik yang ingin menyimpan nilai jangka panjang maupun mencari likuiditas jangka pendek.

“Kami percaya emas akan tetap menjadi primadona karena kemampuannya sebagai instrumen penyimpan nilai yang andal. Key strategy ini diharapkan mampu memperkuat posisi Pegadaian dalam pasar keuangan,” katanya.

Metode Investasi Emas yang Diversifikasi

Dalam key strategy Pegadaian, terdapat dua metode utama untuk mengakses emas: Tabungan Emas dan Cicil Emas. Tabungan Emas memungkinkan masyarakat membuka rekening secara digital melalui aplikasi Tring!. Dengan metode ini, transaksi pembelian maupun penjualan (buyback) emas bisa dilakukan mulai dari Rp 10.000, sehingga lebih mudah dijangkau oleh berbagai kalangan.

Produk Cicil Emas, sementara itu, memberikan fleksibilitas bagi nasabah yang ingin memiliki emas secara bertahap. Ferdian menjelaskan bahwa transaksi ini dilakukan dengan fotokopi KTP dan uang muka minimal 15%. “Key strategy kami juga mencakup penguatan layanan digital untuk meningkatkan kepuasan dan kenyamanan investor,” ujarnya.

“Dengan adanya diversifikasi metode investasi, kami berharap masyarakat lebih mudah memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan finansial mereka. Key strategy ini berfokus pada pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam layanan bullion,” katanya.

Ikut berdiskusi