Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

New Policy: Business Judgment Rule Diharapkan Perkuat Tata Kelola Danantara dan Menarik Investor

Lisa Hernandez - pusatkabar.com 3 mins baca

Business Judgment Rule Sebagai New Policy untuk Perkuat Tata Kelola Danantara dan Daya Tarik Investor New Policy - Terbitnya New Policy mengenai Business

New Policy: Business Judgment Rule Diharapkan Perkuat Tata Kelola Danantara dan Menarik Investor

Business Judgment Rule Sebagai New Policy untuk Perkuat Tata Kelola Danantara dan Daya Tarik Investor

New Policy – Terbitnya New Policy mengenai Business Judgment Rule (BJR) diharapkan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan tata kelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Kebijakan ini bertujuan menguatkan kepercayaan investor dan menjaga keseimbangan antara kebebasan manajerial direksi dengan akuntabilitas publik. Dengan adanya BJR sebagai landasan hukum, pengelolaan aset negara diharapkan lebih efisien dan transparan, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

Prinsip Business Judgment Rule dan Fungsinya dalam Pemerintahan

Business Judgment Rule adalah prinsip hukum yang memberikan perlindungan kepada direksi dalam mengambil keputusan bisnis, asalkan prosesnya dilakukan secara objektif dan berdasarkan informasi yang lengkap. New Policy ini mengintegrasikan BJR ke dalam tata kelola BPI Danantara, yang menjadi salah satu lembaga kunci dalam pengelolaan investasi negara. Dengan adanya BJR, direksi tidak lagi dibebani tanggung jawab sepenuhnya atas risiko keputusan bisnis, selama mereka bertindak demi kepentingan perusahaan dan tanpa konflik kepentingan.

“Business Judgment Rule memberikan ruang bagi para pengambil keputusan untuk bertindak secara kritis dan inovatif. Hal ini penting agar kebijakan investasi bisa bergerak lebih cepat, terutama di tengah dinamika pasar yang terus berubah,” ujar Satya Arinanto, peneliti Nagara Institute, beberapa hari lalu.

Dalam konteks New Policy, BJR diharapkan menjadi alat untuk mengurangi kekhawatiran investor terhadap risiko administratif. Prinsip ini juga membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya, baik dalam hal pengambilan keputusan maupun pengawasan. Dengan demikian, kebijakan ini bisa meningkatkan efisiensi dalam mengelola investasi negara, sekaligus menjaga integritas tata kelola yang baik.

Regulasi Mendukung Implementasi Business Judgment Rule

Penerapan BJR dalam New Policy didukung oleh tiga peraturan utama, yaitu UU Nomor 16 Tahun 2025 tentang perubahan keempat UU BUMN, UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, serta UU Nomor 21 Tahun 2021 tentang perubahan UU Tipikor. Ketiganya berperan dalam memberikan kerangka hukum yang jelas bagi direksi BPI Danantara, sehingga mereka bisa bertindak dengan lebih percaya diri tanpa mengorbankan prinsip akuntabilitas.

“New Policy ini mencerminkan upaya untuk menyelaraskan antara perlindungan direksi dan pertanggungjawaban publik. Dengan mengadopsi BJR, kita bisa meminimalkan penegakan hukum yang berlebihan, terutama untuk keputusan yang sudah didasari pertimbangan yang matang,” tutur Lalola Easter Kaban, Program Manager Indonesia Corruption Watch.

Penerapan BJR juga diharapkan menjadi pendorong bagi pengembangan kemitraan strategis dengan investor asing. Dalam era globalisasi, keputusan bisnis yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses investasi. New Policy ini menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut, sekaligus mengurangi hambatan regulasi yang mungkin mengganggu keberlanjutan proyek strategis negara.

Kualitas SDM dan Sistem Pengawasan dalam New Policy

Keberhasilan New Policy tergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelola BPI Danantara. Direktur Eksekutif Nagara Institute, Akbar Faizal, menekankan bahwa kompetensi para pengelola aset negara harus menjadi prioritas. Selain itu, sistem pengawasan yang ketat diperlukan untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil sesuai dengan prinsip BJR.

“SDM yang handal dan sistem pengawasan yang efektif adalah kunci dalam mengimplementasikan New Policy. Tanpa kedua hal ini, Business Judgment Rule bisa menjadi alasan untuk mengabaikan tata kelola yang baik,” jelas Akbar Faizal.

Penguatan SDM akan mencakup pelatihan terstruktur, penggunaan teknologi untuk mempercepat pengambilan keputusan, serta peningkatan transparansi dalam setiap proses. New Policy ini juga menekankan pentingnya adopsi standar internasional dalam pengelolaan investasi, sehingga bisa menarik minat investor yang lebih luas. Dengan demikian, tata kelola BPI Danantara akan lebih menjanjikan, baik secara nasional maupun internasional.

Langkah konkret dalam New Policy mencakup penyempurnaan mekanisme evaluasi keputusan direksi, serta penerapan sistem pelaporan yang lebih akurat. Perubahan ini sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem investasi Indonesia, yang kini menjadi prioritas pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. BJR sebagai bagian dari New Policy diharapkan menjadi pilar utama dalam menciptakan lingkungan bisnis yang lebih nyaman dan pasti.

“New Policy ini bukan hanya mengubah cara kerja BPI Danantara, tetapi juga memberikan contoh bagus bagi lembaga lain dalam penerapan tata kelola yang modern dan berkeadilan,” pungkas Pandu, seorang pakar hukum.

Ikut berdiskusi