Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Key Strategy: Bakom Ungkap Dampak Kebijakan Pertanian Prabowo, NTP Tertinggi dalam 34 Tahun

Lisa Hernandez - pusatkabar.com 3 mins baca

Key Strategy: Kebijakan Pertanian Prabowo Meningkatkan Keterjangkauan dan Produktivitas Petani Key Strategy - Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sektor

Key Strategy: Bakom Ungkap Dampak Kebijakan Pertanian Prabowo, NTP Tertinggi dalam 34 Tahun

Key Strategy: Kebijakan Pertanian Prabowo Meningkatkan Keterjangkauan dan Produktivitas Petani

Key Strategy – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sektor pertanian, Kementerian Pertanian dan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) melaporkan bahwa kebijakan-kebijakan pertanian yang diterapkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan hasil signifikan. Salah satu indikator utamanya adalah peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP), yang pada Mei 2026 mencapai 127,73—angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Key Strategy dalam pertanian Prabowo berhasil memperkuat ketahanan pangan nasional.

Langkah Strategis dalam Subsidi Pupuk

“Keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian ini telah membuahkan hasil dengan menguatkan ketahanan pangan nasional,” kata Muhammad Qodari, Kepala Bakom, dalam pernyataannya yang dikutip Selasa (30/6/2026). “Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan NTP mencapai 127,73, yang merupakan rekor tertinggi sejak tahun 1992.”

Menurut Qodari, kenaikan NTP didorong oleh Key Strategy yang mengutamakan subsidi pupuk. Pemerintah secara signifikan meningkatkan kuota pupuk subsidi hingga dua kali lipat, menjadi 9,5 juta ton. Hal ini memberi dampak langsung pada biaya produksi petani, terutama untuk lahan pertanian yang mengandalkan pupuk. Dengan kebijakan tersebut, petani mampu memperoleh bahan pupuk dengan harga lebih terjangkau, sehingga meningkatkan daya beli dan produksi.

Penyederhanaan Birokrasi untuk Distribusi Pupuk

Dalam Key Strategy pertanian Prabowo, penyederhanaan birokrasi menjadi faktor kunci. Dengan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025, proses distribusi pupuk subsidi dipercepat. Pupuk langsung dialokasikan dari PT Pupuk Indonesia kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) atau koperasi, menghindari penghalang distribusi yang sebelumnya memakan waktu lama.

Perubahan ini berdampak pada penurunan harga pupuk sekitar 20% sejak Oktober 2025. Contohnya, harga urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, sementara NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram. Penurunan harga ini tidak hanya memperbaiki kualitas pupuk tetapi juga memastikan Key Strategy distribusi berjalan efisien, mengurangi biaya operasional petani.

Peningkatan Peralatan Pertanian (Alsintan)

Besides subsidi pupuk, Key Strategy Prabowo juga fokus pada penguatan alat dan mesin pertanian (alsintan). Pemerintah mengalokasikan Rp4,19 triliun pada 2026 untuk mendukung pengadaan peralatan seperti traktor, rice transplanter, combine harvester, dan drone. Skema pembiayaan dengan bunga rendah melalui bank pemerintah dan bank pembangunan daerah memastikan akses yang lebih mudah bagi petani, terutama di daerah terpencil.

Peningkatan penggunaan alsintan diharapkan meningkatkan efisiensi pertanian, mempercepat proses panen, dan mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia. Kebijakan ini juga sejalan dengan Key Strategy modernisasi pertanian, yang bertujuan mendorong transisi dari pertanian tradisional ke pertanian teknologi tinggi.

Penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP)

Dalam sektor pengelolaan pangan, Key Strategy Prabowo mengambil langkah untuk meningkatkan pendapatan petani. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dinaikkan menjadi Rp6.500 per kilogram tanpa rafaksi, menandai perubahan signifikan dari kebijakan sebelumnya. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga di tingkat petani, sehingga memastikan mereka tetap seimbang dalam pasar.

Kenaikan HPP dianggap sebagai bagian dari upaya Key Strategy dalam memastikan keberlanjutan pertanian. Dengan harga yang lebih tinggi, petani mampu memperoleh penghasilan yang lebih baik, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga pasar. Bakom menyatakan bahwa kebijakan ini mengurangi risiko kecilnya petani terhadap ketergantungan pada harga yang volatile.

Produksi Beras dan Kebijakan Fasilitas Pangan

Berdasarkan data BPS, produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai 34,69 juta ton. Angka ini selaras dengan estimasi Food and Agriculture Organization (FAO) sebesar 35,6 juta ton dan United States Department of Agriculture (USDA) sekitar 34,6 juta ton. Key Strategy Prabowo dianggap berkontribusi pada kenaikan produksi beras nasional, yang menjadi fondasi utama bagi kebijakan ketahanan pangan.

Peningkatan produksi ini juga didukung oleh kebijakan terkait infrastruktur pertanian. Pemerintah terus mengevaluasi fasilitas penyimpanan dan distribusi beras, memastikan rantai pasokan tetap efisien. Selain itu, pelatihan dan akses teknologi menjadi bagian dari Key Strategy yang memperkuat kapasitas petani dalam meningkatkan hasil panen.

Hasil kebijakan Key Strategy

Ikut berdiskusi