Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026
Nasional

Main Agenda: Makin Dekat, Indonesia Siap Masuk Klub Dagang Elite Dunia pada 2027

Elizabeth Moore - pusatkabar.com 3 mins baca

Main Agenda: Indonesia Siap Masuk Klub Dagang Elite Dunia 2027 Progres Aksesi ke CPTPP Main Agenda menjadi pilar utama dalam upaya pemerintah Indonesia untuk

Main Agenda: Makin Dekat, Indonesia Siap Masuk Klub Dagang Elite Dunia pada 2027

Main Agenda: Indonesia Siap Masuk Klub Dagang Elite Dunia 2027

Progres Aksesi ke CPTPP

Main Agenda menjadi pilar utama dalam upaya pemerintah Indonesia untuk mengaksessi Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) pada tahun 2027. Tujuan ini dilakukan untuk memperluas akses pasar ekspor, menarik investasi, serta memperkuat integritas ekonomi dalam rantai pasok global. Dengan masuknya Indonesia ke klus dagang elite, diperkirakan akan meningkatkan keterlibatan negara dalam ekonomi transnasional, yang menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, telah menyatakan bahwa regulasi domestik Indonesia sudah cukup kompatibel dengan kebijakan CPTPP. Meski masih diperlukan penyesuaian terhadap beberapa ketentuan, pemerintah optimistis langkah-langkah yang telah diambil selaras dengan visi Main Agenda untuk mempercepat integrasi ekonomi. Dengan demikian, penyelesaian aksesi CPTPP akan menjadi bukti nyata dari komitmen Indonesia dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berdaya saing.

“Kita sudah sepakat kebanyakan ketentuan dalam CPTPP melalui kerangka kerja perjanjian internasional seperti WTO, RCEP, dan ASEAN. Sekarang, kita hanya perlu menyesuaikan regulasi yang ada agar bisa memenuhi standar kualitas perjanjian tersebut,” ujar Airlangga dalam pertemuan virtual Komisi CPTPP ke-10, 26 Juni 2026.

Dukungan Inggris dan Penyesuaian Regulasi

Pertemuan Komisi CPTPP ke-10 menjadi titik balik penting dalam proses aksesi Indonesia. Di sana, para menteri negara anggota menyetujui pembentukan diskusi bersama antara Filipina, Indonesia, dan Uni Emirat Arab sebagai langkah awal pembentukan Accession Working Group (AWG). Langkah ini dipandang sebagai bagian dari Main Agenda untuk mempercepat integrasi ekonomi, karena AWG akan memastikan persiapan teknis yang lebih terstruktur.

Dukungan dari Inggris juga memberikan dorongan besar bagi aksesi Indonesia. Penandatanganan Indonesia–United Kingdom Economic Growth Partnership (EGP) pada 19 Januari 2026 menunjukkan komitmen kedua negara untuk membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Airlangga menekankan bahwa EGP menjadi bagian dari Main Agenda, yang bertujuan memperkuat hubungan bilateral dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui kerja sama multilateral.

Manfaat Ekonomi dan Peningkatan Kompetitivitas

Indonesia kini memiliki 12 negara anggota CPTPP, termasuk Jepang, Kanada, Australia, Inggris, Singapura, dan Meksiko. Blok ini mencakup sekitar 15% Produk Domestik Bruto (PDB) global dan menyasar pasar dengan hampir 600 juta penduduk. Dengan aksesi ke CPTPP, pemerintah mengharapkan kepastian hukum dalam perdagangan, pengurangan hambatan tarif, serta akses ke pasar yang lebih luas, yang menjadi komponen penting dari Main Agenda.

Bukan hanya sekadar ekspor, aksesi ini juga akan memberikan manfaat signifikan bagi sektor UMKM. Perusahaan kecil dan menengah akan memperoleh akses ke teknologi digital yang modern dan standar kepabeanan yang lebih sederhana. Dengan demikian, Main Agenda mengusung harapan bahwa integrasi ekonomi akan menciptakan peluang baru bagi usaha mikro dan kecil, sekaligus meningkatkan daya saing nasional.

Strategi untuk Mencapai Tujuan Main Agenda

Dalam rangka mencapai tujuan Main Agenda, pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah konkret. Salah satunya adalah reformasi regulasi yang terus berjalan, termasuk penyederhanaan prosedur usaha dan peningkatan kualitas pengaturan hukum. Airlangga menegaskan bahwa penyesuaian ini adalah bagian dari upaya mempercepat aksesi CPTPP, sehingga menghadirkan peluang ekonomi yang lebih besar.

Persiapan masuk ke CPTPP juga melibatkan koordinasi intensif dengan negara anggota lain. Tekanan dari Inggris dan kepentingan regional di ASEAN menjadi faktor pendorong utama. Dengan Main Agenda yang memfokuskan pada percepatan aksesi, Indonesia diharapkan bisa menjadi anggota CPTPP pada 2027, sehingga dapat memperkuat posisi ekonomi di kancah global.

Persiapan Jangka Panjang dan Peluang Masa Depan

Masuknya Indonesia ke CPTPP bukan hanya tentang perjanjian sekarang, tetapi juga membangun fondasi untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Dalam Main Agenda, pemerintah menargetkan peningkatan volume perdagangan sebesar 20% dalam lima tahun ke depan, seiring dengan aksesi ke CPTPP. Ini akan meningkatkan ekspor sektor kunci seperti pertanian, manufaktur, dan pariwisata, serta menghadirkan produk-produk yang lebih kompetitif di pasar global.

Terlepas dari manfaat ekonomi, aksesi ke CPTPP juga akan meningkatkan kepercayaan investor. Penyesuaian regulasi domestik yang dilakukan dalam kerangka Main Agenda diharapkan mampu menarik investasi asing yang lebih besar, terutama dari negara-negara anggota CPTPP. Dengan demikian, Indonesia bisa berkiprah sebagai anggota aktif dalam klus dagang elite, sekaligus menjadi kekuatan ekonomi yang dapat diandalkan di tingkat internasional.

Ikut berdiskusi