Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Keuangan

Pembiayaan BNPL Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 53,78% per Mei 2026

Karen Williams - pusatkabar.com 3 mins baca

Pembiayaan BNPL Melalui Perusahaan Pembiayaan Naik 53,78% hingga Mei 2026 Pembiayaan BNPL Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 53 78 - Pembiayaan BNPL (Buy Now Pay

Pembiayaan BNPL Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 53,78% per Mei 2026

Pembiayaan BNPL Melalui Perusahaan Pembiayaan Naik 53,78% hingga Mei 2026

Pembiayaan BNPL Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 53 78 – Pembiayaan BNPL (Buy Now Pay Later) melalui perusahaan pembiayaan mengalami pertumbuhan signifikan hingga Mei 2026, dengan peningkatan sebesar 53,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa model pembiayaan berbasis teknologi terus menarik minat masyarakat dan menjadi bagian integral dari sistem keuangan modern. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa sektor ini tidak hanya stabil dalam aktivitasnya, tetapi juga menunjukkan kecenderungan peningkatan yang berkelanjutan, meski terdapat perbedaan fluktuasi dari bulan ke bulan.

Pertumbuhan BNPL Perusahaan Pembiayaan dan Tren Bulanan

“BNPL perusahaan pembiayaan mengalami pertumbuhan 53,78% secara YoY,” kata Agusman dalam konferensi pers RDK OJK, Selasa (7/7/2026).

Data yang dirilis menunjukkan bahwa nilai pembiayaan BNPL per Mei 2026 mencapai Rp 13,18 triliun, mengalami kenaikan yang tercatat pada tingkat 53,78% dibandingkan bulan Mei 2025. Namun, pertumbuhan ini lebih lambat dibandingkan bulan April 2026, di mana aktivitas pembiayaan paylater mencapai Rp 12,93 triliun dengan kenaikan sebesar 56,92% YoY. Meski terjadi penurunan laju pertumbuhan, kenaikan tahunan tetap menunjukkan momentum yang kuat.

Pertumbuhan BNPL perusahaan pembiayaan pada April 2026 mencapai 55,85%, dengan nilai mencapai Rp 12,81 triliun. Hal ini menjelaskan bahwa tren positif masih terjaga, meskipun ada perbedaan yang terlihat dari bulan ke bulan. Dalam analisis lebih lanjut, OJK menyebutkan bahwa kenaikan tersebut dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang mendorong transaksi digital dan adopsi teknologi keuangan di berbagai sektor. Faktor ini memperkuat posisi BNPL sebagai alat pembiayaan yang relevan dan diminati oleh masyarakat.

Meningkatnya NPF Gross dan Dampaknya pada Stabilitas

Dalam hal risiko kredit, OJK mencatat bahwa NPF gross (Non Performing Financing) BNPL perusahaan pembiayaan pada Mei 2026 mencapai 3,44%, naik dari 2,99% di bulan April 2026. Meski angka ini menunjukkan peningkatan, OJK memastikan bahwa risiko kredit tetap terjaga dalam batas yang dapat dikendalikan. Agusman menjelaskan bahwa peningkatan NPF gross merupakan indikasi bahwa sektor pembiayaan BNPL masih berjalan sehat, dengan penjaminan dan manajemen risiko yang terus diperbaiki. Dalam konteks ini, perusahaan pembiayaan dianjurkan untuk memperkuat pengawasan terhadap debitur agar tidak mengganggu kelancaran operasional.

Selain itu, data OJK menunjukkan bahwa pertumbuhan BNPL perusahaan pembiayaan didorong oleh kebutuhan masyarakat akan aksesibilitas keuangan yang lebih luas. Model ini memungkinkan konsumen melakukan pembelian besar dengan pembayaran bertahap, sehingga mengurangi tekanan keuangan sekaligus memperluas daya beli. Dalam beberapa tahun terakhir, BNPL menjadi solusi alternatif yang populer, terutama di sektor ritel dan e-commerce, yang berkembang pesat di Indonesia.

Pertumbuhan BNPL perusahaan pembiayaan juga mencerminkan peran OJK dalam memastikan transparansi dan keandalan produk keuangan tersebut. Dengan mengatur standar dan kebijakan yang jelas, OJK berupaya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sektor pembiayaan berbasis teknologi. Hal ini sejalan dengan kebijakan inklusif yang diusung pemerintah, di mana akses ke perbankan dan pembiayaan semakin mudah bagi masyarakat luas, terutama para pemuda dan pengusaha kecil.

Selain itu, OJK juga memberikan perhatian khusus pada kinerja perusahaan pembiayaan dalam menyediakan layanan BNPL. Dengan peningkatan volume transaksi, perusahaan diwajibkan untuk memastikan kualitas layanan dan perlindungan konsumen. Kebijakan regulasi yang diterapkan diharapkan dapat memberikan stabilitas bagi industri, sambil tetap memperluas peluang pertumbuhan. Dalam konteks ini, BNPL perusahaan pembiayaan tidak hanya menjadi pendorong ekonomi, tetapi juga alat untuk meningkatkan inklusi keuangan di berbagai kalangan.

Menurut analisis ekonomi, peningkatan 53,78% pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan di Mei 2026 menunjukkan bahwa model ini terus menunjukkan daya tarik dalam pasar. Pertumbuhan yang tercatat ini juga diharapkan dapat menjadi tolok ukur keberhasilan implementasi kebijakan regulasi yang telah dijalankan OJK. Dengan ekosistem yang terus berkembang, BNPL diperkirakan akan terus menjadi pilar penting dalam industri pembiayaan, baik dalam segi volume maupun kualitas transaksi.

Ikut berdiskusi