Skip to content
Fresh Desk
Agustus 5, 2026
Keuangan

Special Plan: Industri Fintech Indonesia Kian Maju, Aftech: QRIS Jadi Acuan di ASEAN

Barbara Davis - pusatkabar.com 3 mins baca

Industri Fintech Indonesia Terus Berkembang, Aftech: QRIS Jadi Acuan di ASEAN Special Plan - Dalam rangka Special Plan untuk mengakselerasi pertumbuhan

Special Plan: Industri Fintech Indonesia Kian Maju, Aftech: QRIS Jadi Acuan di ASEAN

Industri Fintech Indonesia Terus Berkembang, Aftech: QRIS Jadi Acuan di ASEAN

Special Plan – Dalam rangka Special Plan untuk mengakselerasi pertumbuhan industri keuangan digital, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) memperlihatkan kemajuan signifikan sektor fintech nasional. Menurut Firlie Ganinduto, Sekretaris Jenderal AFTECH, sektor ini kini mencapai tahap yang matang dan mampu bersaing dengan negara-negara tetangga. Pertumbuhan ini tidak hanya terlihat dari adopsi teknologi pembayaran digital, tetapi juga dari berbagai inovasi yang dihasilkan, termasuk pengembangan standar QRIS, yang sedang menjadi pendorong utama di kawasan Asia Tenggara.

Kemajuan Fintech dan Dukungan Special Plan

Sebagai bagian dari Special Plan yang dipromosikan pemerintah Indonesia, industri fintech dijadikan fokus utama dalam membangun ekosistem keuangan inklusif. Firlie menegaskan bahwa pelaku fintech lokal telah menunjukkan keberhasilan dalam menjangkau pasar yang lebih luas, terutama melalui layanan keuangan digital. “Penggunaan dompet virtual dan metode pembayaran berbasis QRIS mengalami peningkatan yang signifikan, sehingga menegaskan peran fintech sebagai penggerak transformasi ekonomi,” katanya dalam Konferensi Pers Indonesia Digital Bank Summit 2026, 7 Juli 2026.

Pertumbuhan ini didukung oleh berbagai kebijakan yang mengacu pada Special Plan, termasuk regulasi yang lebih fleksibel dan kolaborasi antara sektor publik dan swasta. Dengan munculnya berbagai platform fintech, masyarakat semakin mudah mengakses layanan keuangan, mulai dari pengajuan pinjaman hingga pembayaran transaksi harian. AFTECH pun menyoroti peran pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi digital ini.

QRIS Sebagai Standar Pembayaran di ASEAN

Satu di antara capaian terbesar dalam Special Plan adalah dominasi QRIS sebagai sistem pembayaran utama di Indonesia. Teknologi ini, yang diinisiasi oleh Bank Indonesia pada 2018, telah mencapai adopsi yang luas dan menjadi indikator penting perkembangan fintech nasional. Firlie menjelaskan bahwa QRIS tidak hanya digunakan dalam transaksi lokal, tetapi juga mulai diakui oleh negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

“QRIS ini dianggap sebagai salah satu standar pembayaran digital yang paling andal di ASEAN, sehingga menjadi acuan dalam pengembangan ekosistem keuangan regional,” ujar Firlie. Ia menambahkan bahwa QRIS menggabungkan keamanan, kecepatan, dan kemudahan penggunaan, yang membuatnya lebih unggul dibandingkan metode pembayaran tradisional. Dengan Special Plan yang berfokus pada digitalisasi, QRIS dipercaya akan terus memperluas cakupannya di kawasan Asia Tenggara.

Menurut laporan AFTECH, jumlah merchant yang menerima pembayaran QRIS telah melampaui 4 juta pada 2026. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi ini telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, QRIS juga dianggap sebagai solusi untuk menekan penggunaan uang tunai, yang sesuai dengan tujuan Special Plan dalam mengurangi dependensi pada sistem keuangan konvensional.

Indonesia juga menunjukkan komitmen untuk menjadi pusat inovasi fintech di kawasan ASEAN. Sebagai salah satu pendiri ASEAN Fintech Alliance, negara ini terus berupaya memperkuat kemitraan dengan negara-negara tetangga. Firlie menjelaskan bahwa kolaborasi ini melibatkan pertukaran teknologi, penyamaan standar, serta pengembangan layanan bersama untuk meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas di seluruh wilayah.

“QRIS tidak hanya menjadi percontohan bagi negara-negara ASEAN, tetapi juga menjadi bagian dari Special Plan yang mengubah cara masyarakat bertransaksi,” ujar Firlie. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan regulasi, teknologi, dan kemauan untuk terus berinovasi dalam bidang keuangan digital.

Di samping QRIS, Special Plan juga mendorong penerapan teknologi lain dalam industri fintech, seperti blockchain dan artificial intelligence. Firlie menyebutkan bahwa berbagai platform dompet digital di Indonesia telah mencapai 100 juta pengguna, menunjukkan tingkat penerimaan yang luas. Ia berharap, dengan Special Plan yang berkelanjutan, industri fintech Indonesia akan terus menjadi salah satu yang terdepan di Asia Tenggara, sekaligus memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ikut berdiskusi