Special Plan: PM Modi Janji Restorasi Candi Prambanan Bisa Rampung Sebelum Tahun 2029
Special Plan: Modi Janji Restorasi Candi Prambanan Bisa Rampung Sebelum Tahun 2029 Special Plan - Dalam acara peluncuran proyek revitalisasi Candi Prambanan
Special Plan: Modi Janji Restorasi Candi Prambanan Bisa Rampung Sebelum Tahun 2029
Special Plan – Dalam acara peluncuran proyek revitalisasi Candi Prambanan yang berlangsung hari ini, Rabu (8/9/2026), Perdana Menteri India Narendra Modi mengungkapkan komitmen untuk menyelesaikan restorasi candi bersejarah tersebut sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yaitu sebelum tahun 2029. Janji ini diucapkan dalam suasana yang penuh semangat, dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto sebagai penggagas utama. Proyek ini disebut sebagai bagian dari Special Plan yang bertujuan memperkuat kerja sama antara India dan Indonesia dalam bidang budaya dan arkeologi.
Strategi Matang untuk Mewujudkan Restorasi
Modi menjelaskan bahwa Special Plan ini didasari perencanaan yang sangat detail, yang mencakup pembagian tugas antara tim arkeolog India dan Indonesia. “Dengan Special Plan, kami yakin restorasi candi ini bisa diselesaikan lebih cepat dari jadwal awal,” katanya. Proyek ini melibatkan berbagai aspek, seperti pelestarian struktur candi, pemugaran relief, serta pengembangan fasilitas pendukung agar bisa diakses oleh wisatawan dan peneliti dari berbagai belahan dunia.
Menurut laporan, Special Plan untuk Candi Prambanan akan dilaksanakan dalam tiga fase. Fase pertama fokus pada pengelolaan area pekerjaan dan peningkatan infrastruktur. Fase kedua melibatkan penggalian dan pembersihan area yang rusak, sementara fase ketiga menitikberatkan pada pemasangan bahan-bahan baru untuk memperkuat kelestarian candi. Modi menegaskan bahwa pihak India akan menyediakan dana dan teknologi canggih untuk memastikan keberhasilan proyek ini.
Kerja Sama India dan Indonesia dalam Budaya
Proyek restorasi Candi Prambanan menjadi contoh nyata dari kerja sama bilateral antara Indonesia dan India dalam bidang budaya. Dalam Special Plan, kedua negara telah sepakat untuk membagi tugas secara spesifik, dengan India menangani aspek teknis dan Indonesia mengelola kebijakan lokal. “Kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menghargai warisan budaya yang dimiliki oleh kedua bangsa,” ujar Modi dalam acara yang disiarkan via YouTube Sekretariat Presiden.
Modi juga menyebutkan bahwa keberhasilan proyek ini akan menjadi katalisator bagi peningkatan kunjungan wisatawan India ke Indonesia. Ia berharap, setelah restorasi selesai, kompleks candi ini bisa menjadi destinasi utama bagi turis dari negara-negara lain, terutama yang tertarik pada seni dan sejarah Hindu. “Dengan Special Plan ini, kami ingin membangun kemitraan yang lebih kuat dan saling menguntungkan,” tambahnya.
Menurut pihak berwenang, proyek restorasi Candi Prambanan akan dibiayai melalui pendanaan Special Plan yang melibatkan dana dari pemerintah India, lembaga internasional, serta kontribusi dari swasta. Proyek ini diharapkan selesai dalam waktu empat tahun, sehingga dapat menarik perhatian lebih luas di tingkat global. “Kami yakin, Special Plan ini akan menjadi warisan yang berharga untuk generasi mendatang,” kata presiden Prabowo dalam sambutannya.
“Kami tidak hanya ingin memperbaiki candi ini secara fisik, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa budaya kita adalah satu kesatuan. Dengan Special Plan, kami ingin membangun lebih banyak kemitraan seperti ini untuk kejayaan bersama,” tutur Modi.
Proyek restorasi Candi Prambanan juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan penguatan daya tarik candi tersebut, jumlah pengunjung dari luar negeri diperkirakan meningkat tajam, terutama dari negara-negara Asia Tenggara. Modi menegaskan bahwa Special Plan ini akan menjadi langkah penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat internasional terhadap potensi budaya Indonesia. “Ini adalah bagian dari Special Plan yang lebih luas untuk membangun hubungan bilateral yang lebih dekat,” pungkasnya.
