Skip to content
Fresh Desk
Juli 9, 2026
Nasional

Latest Program: Danantara Bakal Sulap PSEL Bali Jadi Kawasan Rekreasi dan Edukasi Bersih

Karen Williams 4 mins baca

Danantara Perkenalkan Program Terbaru: PSEL Bali Jadi Kawasan Edukasi dan Rekreasi Hijau Latest Program - Program terbaru yang diluncurkan oleh Badan

Latest Program: Danantara Bakal Sulap PSEL Bali Jadi Kawasan Rekreasi dan Edukasi Bersih

Danantara Perkenalkan Program Terbaru: PSEL Bali Jadi Kawasan Edukasi dan Rekreasi Hijau

Latest Program – Program terbaru yang diluncurkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menawarkan transformasi inovatif terhadap fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali. Proyek ini tidak hanya fokus pada efisiensi teknis, tetapi juga mencakup visi kawasan yang berfungsi ganda sebagai tempat edukasi dan rekreasi. Dengan konsep ramah lingkungan, Danantara berupaya membawa perubahan signifikan di Pulau Dewata.

Strategi Lingkungan dan Peran Sosial Masyarakat

Sebagai bagian dari program terbaru ini, PSEL Bali dirancang untuk menjadi pusat pembelajaran tentang manajemen sampah berkelanjutan. Rosan Roeslani, CEO Danantara, menjelaskan bahwa proyek ini menggabungkan teknologi pengolahan sampah modern dengan fungsi sosial yang lebih luas. “Teknologi yang digunakan telah teruji di lebih dari 50 negara, dan mampu menyerap semua jenis sampah, termasuk plastik, organik, dan logam,” katanya.

“Saya yakin kawasan ini akan menjadi tempat edukasi dan rekreasi yang menarik. Selain itu, lingkungannya tetap bersih dan tidak berbau, sehingga masyarakat tidak lagi menghindari,” tambah Rosan dalam acara Peresmian Pembangunan PSEL Bali, Rabu (8/7/2026).

Dalam kunjungan ke negara-negara maju, Rosan melihat bahwa PSEL modern dapat eksis di tengah kawasan hunian. Contohnya, di Tiongkok, fasilitas ini berdiri di tengah pemukiman elit seperti Pondok Indah. “Di sana tidak ada bau sama sekali, bahkan justru menambah nilai estetika lingkungan,” jelasnya. Dengan program terbaru ini, Danantara berharap mengubah persepsi masyarakat terhadap tempat pengolahan sampah.

Potensi Kawasan Multi Fungsi dan Pemenuhan Kebutuhan

Program terbaru ini berfokus pada keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. PSEL Bali tidak hanya menjadi pusat energi, tetapi juga menawarkan peluang untuk pengunjung belajar tentang proses pengolahan sampah dan kontribusinya terhadap lingkungan. “Ini bisa menjadi tempat belajar, kunjungan, dan aktivitas berkelanjutan seperti taman baca,” tegas Rosan.

Kawasan yang menjadi bagian dari program terbaru ini akan menyediakan ruang untuk pengelolaan sampah yang lebih efektif dan mengurangi polusi. Proyek ini menargetkan selesai pada akhir tahun 2027, meski awalnya direncanakan selesai di semester pertama 2028. “Fasilitas ini dirancang agar sesuai kebutuhan masyarakat sekitar, termasuk peningkatan kualitas hidup melalui lingkungan yang lebih bersih,” jelasnya.

Perubahan ini juga diharapkan mendorong minat masyarakat terhadap keberlanjutan lingkungan. Rosan menekankan bahwa program terbaru ini merupakan langkah penting dalam memperkuat komitmen Bali untuk menjadi destinasi hijau. “Dengan PSEL yang menjadi kawasan rekreasi dan edukasi, Bali dapat menunjukkan keberhasilan dalam menggabungkan teknologi dan kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Kapasitas Teknis dan Dampak Ekonomi

PSEL Bali memiliki kapasitas pemrosesan sampah sebesar 1.500 ton per hari. Teknologi yang digunakan adalah moving grate incinerator dengan sistem pengendalian polusi udara (Air Pollution Control System/ACPS) berlapis. Standar emisi fasilitas ini mengacu pada standar EU IED, sehingga memastikan keberlanjutan lingkungan yang optimal.

Program terbaru ini juga diharapkan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja lokal. Kombinasi antara teknologi canggih dan fungsi sosial mengubah konsep lingkungan sekaligus menarik minat pengunjung, memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi. “PSEL Bali tidak hanya mendorong pengurangan sampah, tetapi juga mengakselerasi perekonomian masyarakat sekitar,” kata Rosan.

Dengan peningkatan kualitas lingkungan, program terbaru ini berpotensi meningkatkan daya tarik Bali sebagai destinasi yang ramah lingkungan. PSEL akan menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dapat diintegrasikan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. “Kawasan ini akan menjadi bantuan nyata bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang kerja dan pendidikan,” paparnya.

Komitmen Keberlanjutan dan Lingkungan

Kebijakan keberlanjutan yang menjadi bagian dari program terbaru ini sejalan dengan visi nasional Indonesia dalam menjaga ekosistem dan menurunkan dampak lingkungan. PSEL Bali bukan hanya berperan dalam konversi sampah menjadi energi, tetapi juga menjadi pusat penelitian dan pengembangan teknologi hijau. “Kita ingin membuktikan bahwa pengolahan sampah bisa menjadi bagian dari kehidupan yang sehat dan menarik,” kata Rosan.

Proyek ini menunjukkan upaya Danantara untuk memastikan keberlanjutan lingkungan sekaligus menguntungkan masyarakat. Program terbaru ini menjadi satu dari banyak langkah strategis yang diambil untuk memperkuat ekosistem ekonomi Bali. Dengan memadukan teknologi dan fungsi sosial, PSEL Bali berharap menjadi contoh yang bisa ditiru oleh kota-kota lain di Indonesia.

Komitmen Danantara dalam program terbaru ini tidak hanya mengejar efisiensi energi, tetapi juga memperhatikan aspek estetika dan kenyamanan lingkungan. Rosan menyatakan bahwa kawasan PSEL akan dirancang agar bisa menjadi ruang pertemuan dan edukasi bagi masyarakat. “Masyarakat akan menikmati kebersihan lingkungan sekaligus belajar tentang cara mengelola sampah secara efektif,” jelasnya. Dengan demikian, program terbaru ini berpotensi mengubah cara masyarakat melihat dan mengelola sampah di Bali.

Ikut berdiskusi