Skip to content
Fresh Desk
Juli 9, 2026
Keuangan

Paylater Perbankan Tumbuh Masif 37,72% yoy per Mei 2026 – Apa Sebabnya?

Matthew Smith 3 mins baca

Paylater Perbankan Tumbuh Masif 37,72% YoY Sampai Mei 2026, Apa Penyebabnya? Paylater Perbankan Tumbuh Masif 37 72 yoy - Produk pembiayaan "buy now pay later"

Paylater Perbankan Tumbuh Masif 37,72% yoy per Mei 2026 – Apa Sebabnya?

Paylater Perbankan Tumbuh Masif 37,72% YoY Sampai Mei 2026, Apa Penyebabnya?

Paylater Perbankan Tumbuh Masif 37 72 yoy – Produk pembiayaan “buy now pay later” (BNPL) atau yang dikenal sebagai paylater perbankan telah mengalami pertumbuhan pesat, dengan peningkatan mencapai 37,72% secara tahunan (YoY) per Mei 2026. Angka ini menunjukkan bahwa tren ini tidak hanya terus berkembang, tetapi juga menjadi salah satu sektor keuangan yang paling dinamis di Indonesia. Peningkatan tersebut melampaui pertumbuhan produk kredit konsumsi tradisional, yang mencatatkan peningkatan sebesar 5,89% YoY hingga bulan yang sama. Pertumbuhan paylater perbankan yang mencapai 37,29% YoY di bulan April juga menggarisbawahi kekuatan tren ini dalam beberapa bulan terakhir.

Analisis Pertumbuhan dan Faktor Penyebabnya

Menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai baki debet paylater perbankan mencapai Rp 30,1 triliun per Mei 2026, naik signifikan dibandingkan periode tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan pertumbuhan rata-rata kredit konsumsi, yang mencerminkan pergeseran preferensi konsumen dalam memenuhi kebutuhan finansial. Paylater perbankan dikaitkan dengan kemudahan akses, kecepatan persetujuan, dan fleksibilitas pembayaran yang bisa dilakukan secara cicilan. Faktor utama yang mendukung pertumbuhan ini adalah adopsi teknologi digital yang meningkatkan penetrasi layanan keuangan online.

Pertumbuhan paylater perbankan juga dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat untuk mempercepat transaksi dalam dunia ritel. Pada era di mana kehidupan sehari-hari semakin bergantung pada layanan digital, paylater perbankan menjadi pilihan populer untuk memenuhi kebutuhan belanja harian tanpa harus membawa uang tunai. Selain itu, konsumen menghargai transparansi biaya dan kemampuan untuk mengatur pengeluaran secara lebih efektif melalui metode ini.

Masa Depan dan Tantangan

Pertumbuhan paylater perbankan yang signifikan menunjukkan potensi ekspansi lebih lanjut di sektor keuangan. Namun, Trioksa Siahaan, Kepala Riset dan Pengembangan Produk Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), mengingatkan bahwa tren ini bisa melambat jika kondisi perekonomian belum pulih sepenuhnya atau jika regulasi lebih ketat. Menurutnya, paylater perbankan tidak hanya bergantung pada volume transaksi, tetapi juga pada kualitas manajemen risiko.

Paylater perbankan memperlihatkan kekuatan digitalisasi layanan keuangan, terutama di sektor ritel dan e-commerce. Namun, penyedia layanan perlu waspada terhadap risiko kredit yang bisa meningkat jika ekspansi tidak disertai dengan pengendalian limit dan pemantauan debitur secara ketat,” tambah Trioksa dalam wawancara dengan Kontan pada Selasa (7/7/2026).

Dari sisi pasar, paylater perbankan telah menciptakan peluang baru untuk perbankan dalam meningkatkan pangsa pasar. Dengan integrasi ke dalam aplikasi mobile banking, layanan ini memberikan akses yang lebih luas kepada konsumen. Namun, Trioksa juga menyoroti pentingnya inovasi produk untuk memastikan daya tarik jangka panjang. Misalnya, menambahkan fitur manajemen cicilan atau penyesuaian bunga berdasarkan profil pengguna.

Di sisi lain, perluasan paylater perbankan diharapkan mampu mendorong transaksi ritel secara lebih aktif, terutama di sektor yang masih berkembang seperti teknologi dan layanan digital. Pertumbuhan ini juga memperlihatkan kepercayaan masyarakat terhadap inovasi keuangan yang dianggap lebih modern dan mudah digunakan. Dengan konsumen semakin memilih metode pembayaran fleksibel, paylater perbankan bisa menjadi bagian integral dari ekosistem keuangan nasional.

Secara keseluruhan, pertumbuhan paylater perbankan yang mencapai 37,72% YoY per Mei 2026 menunjukkan kekuatan tren ini dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Meski terdapat risiko yang perlu dikelola, perbankan dan fintech masih optimis bahwa paylater perbankan akan terus menjadi pilihan utama dalam mempercepat akses ke pembiayaan di masa depan. Dengan menggabungkan teknologi dan kebutuhan masyarakat, paylater perbankan diharapkan mampu memperkuat posisi perekonomian Indonesia di tengah perubahan global yang semakin cepat.

Ikut berdiskusi