Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Keuangan

Bank Digital Bidik Gen Z – Tak Lagi Sekadar Andalkan Tabungan

Barbara Davis - pusatkabar.com 3 mins baca

Andalkan Tabungan Bank Digital Bidik Gen Z - Di tengah persaingan yang semakin ketat dalam dunia perbankan, bank digital semakin mengejar strategi yang lebih

Bank Digital Bidik Gen Z – Tak Lagi Sekadar Andalkan Tabungan

Bank Digital Bidik Gen Z, Tak Lagi Sekadar Andalkan Tabungan

Bank Digital Bidik Gen Z – Di tengah persaingan yang semakin ketat dalam dunia perbankan, bank digital semakin mengejar strategi yang lebih holistik untuk menarik minat generasi muda. Gen Z, yang secara umum dikenal sebagai generasi digital native, tidak hanya mengandalkan layanan tabungan tradisional, tetapi mulai memprioritaskan kebutuhan seperti investasi, pengelolaan keuangan pribadi, hingga transaksi yang lebih efisien dan terjangkau. Perkembangan ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam preferensi konsumen, yang mendorong bank digital untuk memperluas layanan mereka agar sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan hidup Gen Z.

Perubahan Pola Konsumsi dan Investasi Gen Z

Gen Z, yang berusia antara 17 hingga 35 tahun, dikenal sebagai konsumen yang cerdas dan berpikir kritis. Mereka tidak hanya mencari kemudahan dalam mengelola keuangan, tetapi juga menuntut transparansi, kecepatan, dan aksesibilitas. Persaingan di sektor keuangan digital menuntut bank untuk tidak hanya menawarkan produk tabungan, tetapi juga memahami peran investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan yang lebih luas. “Gen Z menunjukkan keinginan untuk mengelola dana secara proaktif, bukan sekadar menyimpannya,” jelas Michael Hartawan, kepala Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago, dalam Forum Jurnalis Jagoan di Menara SMBC Jakarta, Kamis (9/7/2026). Mereka lebih suka berinvestasi melalui aplikasi yang sederhana, fleksibel, dan bisa diakses di mana saja.

Strategi Bank Digital untuk Menarik Gen Z

Menurut Andy Djiwandono, kepala Sustainability & Digital Lending di Bank Jago, minat Gen Z terhadap layanan keuangan digital telah meningkat pesat sejak pandemi. Perkembangan ini terjadi karena munculnya kebiasaan menggunakan platform digital untuk semua aspek kehidupan, termasuk keuangan. Gen Z lebih mempercayai aplikasi mobile banking dibandingkan layanan konvensional, yang memungkinkan mereka mengakses informasi, bertransaksi, dan berinvestasi dalam waktu singkat. “Bank digital harus beradaptasi dengan cara mereka berpikir, berkomunikasi, dan membangun kepercayaan,” kata Andy. “Kami berupaya menawarkan layanan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menyenangkan untuk digunakan.”

Selain itu, bank digital juga mulai mengintegrasikan teknologi seperti AI dan blockchain untuk memperkaya pengalaman pengguna. Fitur-fitur seperti rekomendasi investasi berbasis data, perhitungan risiko otomatis, dan pemberian reward melalui transaksi menjadi daya tarik utama. “Kami melihat Gen Z lebih tertarik pada transparansi dan interaktivitas,” tambah Michael. “Dengan platform yang menawarkan edukasi keuangan, pengaturan anggaran, dan alat analisis keuangan, kami bisa membangun hubungan jangka panjang dengan para nasabah muda ini.”

Bank digital juga berfokus pada pengemasan layanan yang sesuai dengan kebutuhan Gen Z. Contohnya, banyak institusi keuangan digital mulai menghadirkan fitur keuangan yang lebih santai, seperti kemampuan menabung atau berinvestasi melalui gameifikasi. “Mereka menikmati kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat,” kata Andy. “Kami mencoba menyelaraskan antara keseruan dan pendidikan keuangan dalam setiap fitur yang kami tawarkan.”

Gen Z juga menuntut kecepatan dalam layanan. Dengan penggunaan aplikasi mobile banking yang responsif dan dukungan fitur pembayaran digital, mereka bisa mengelola keuangan secara mandiri. Tidak hanya itu, Gen Z lebih memperhatikan keberlanjutan lingkungan, yang membuat bank digital mulai menawarkan produk keuangan yang ramah lingkungan. “Kami melihat minat Gen Z terhadap investasi berkelanjutan meningkat, dan itu menjadi alasan kami terus mengembangkan produk berbasis keberlanjutan,” papar Michael. “Dengan demikian, bank digital tidak hanya fokus pada tabungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang lebih besar.”

Dalam beberapa tahun ke depan, Gen Z akan menjadi salah satu kelompok konsumen paling signifikan dalam dunia perbankan. Untuk memastikan keberhasilan dalam menarik mereka, bank digital perlu terus berinovasi dan memahami perubahan kebiasaan keuangan. “Gen Z akan menjadi penentu tren keuangan masa depan, jadi bank harus siap beradaptasi,” jelas Andy. “Dengan strategi yang tepat, bank digital bisa memperkuat posisi mereka dalam pasar yang semakin dinamis.” Dengan menawarkan layanan yang mencakup tabungan, investasi, dan edukasi keuangan, bank digital akan semakin dekat dengan target pasar Gen Z yang ingin mengelola keuangan secara mandiri dan efisien.

Ikut berdiskusi