Skip to content
Fresh Desk
Agustus 5, 2026
Keuangan

OCBC NISP Salurkan 85% Kredit ke Sektor Produktif

Lisa Hernandez - pusatkabar.com 3 mins baca

OCBC NISP Fokus pada Pembiayaan Sektor Produktif OCBC NISP Salurkan 85 Kredit ke Sektor Produktif – Sebagai bank pemerintah yang menjadi bagian dari

OCBC NISP Salurkan 85% Kredit ke Sektor Produktif

OCBC NISP Fokus pada Pembiayaan Sektor Produktif

OCBC NISP Salurkan 85 Kredit ke Sektor Produktif – Sebagai bank pemerintah yang menjadi bagian dari Kementerian Keuangan, OCBC NISP terus memperkuat komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pendanaan yang tepat. Sampai dengan Maret 2026, sebanyak 85% dari total kredit yang dikeluarkan oleh bank ini dialokasikan untuk sektor produktif, yang mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor manufaktur, perdagangan, serta industri jasa. Hal ini menjadi strategi utama dalam upaya memastikan stabilitas perekonomian nasional dan mendorong inovasi serta ekspansi usaha yang berkelanjutan.

Komitmen Pembiayaan yang Berkelanjutan

“OCBC berkomitmen menjalankan fungsi intermediasi dengan cara memberikan pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan, terutama bagi sektor produktif,” jelas Hartati dalam wawancara dengan Kontan.co.id, Kamis (9/7/2026).

Menurut Hartati, fokus pada sektor produktif bukan hanya untuk meningkatkan volume kredit, tetapi juga untuk memastikan bahwa dana yang diberikan dapat menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan. “Pembiayaan produktif menjadi kunci dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat,” tambahnya. Dengan memprioritaskan kredit ke sektor yang berkontribusi langsung terhadap produksi barang dan jasa, OCBC NISP berupaya meminimalkan risiko kredit yang tidak produktif, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor riil.

Angka 85% ini mencerminkan pergeseran strategi OCBC NISP dari tahun ke tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, perseroan terus meningkatkan alokasi dana untuk usaha produktif, seiring dengan kebutuhan pasar akan akses modal yang lebih luas. Hartati menegaskan bahwa kebijakan ini didasari oleh pemantauan terhadap kebutuhan pembiayaan usaha, khususnya di tengah tantangan inflasi dan persaingan global.

Penyelarasan dengan Target Ekonomi Nasional

OCBC NISP Salurkan 85 Kredit ke Sektor Produktif juga sejalan dengan prioritas pemerintah dalam mendorong keberlanjutan perekonomian. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% pada tahun 2026, dan alokasi kredit ke sektor produktif diharapkan berperan penting dalam pencapaian target tersebut. “Kita memahami bahwa sektor produktif adalah pilar utama dalam menciptakan pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan,” kata Hartati.

Di samping itu, kebijakan penyaluran kredit yang lebih besar ke sektor usaha juga didukung oleh kebijakan keuangan nasional yang menekankan pada peningkatan produktivitas. Hartati menjelaskan bahwa OCBC NISP terus berupaya memperluas jaringan layanan pembiayaan, termasuk melalui digitalisasi dan kerja sama dengan lembaga keuangan mikro. “Kita ingin memastikan bahwa kebutuhan pembiayaan UMKM dan usaha kecil dapat terpenuhi secara efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.

Direktur OCBC NISP menambahkan bahwa pertumbuhan kredit produktif pada kuartal pertama 2026 mencapai 4% secara tahunan, yang menunjukkan tren positif. Perseroan optimis bahwa pertumbuhan ini akan terus berlanjut di semester kedua, terutama dengan peningkatan aktivitas usaha di sektor manufaktur dan perdagangan. “Kita melihat adanya peningkatan permintaan kredit dari perusahaan-perusahaan yang ingin memperluas skala produksi dan operasional,” jelasnya.

Menyambut tahun 2026, OCBC NISP berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi dan kualitas pembiayaan. Hartati menegaskan bahwa perseroan memperhatikan risiko kredit secara ketat, baik dari segi kelayakan usaha maupun kemampuan pembayaran. “Kita juga melakukan pemantauan terhadap kondisi makroekonomi untuk memastikan kebijakan penyaluran kredit tetap relevan dan berdampak positif,” tambahnya. Dengan pendekatan ini, OCBC NISP berharap dapat menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

OCBC NISP Salurkan 85 Kredit ke Sektor Produktif tidak hanya fokus pada pemberian kredit, tetapi juga pada pengembangan produk pembiayaan yang inovatif. Contohnya, perseroan telah meluncurkan program kredit berbasis teknologi yang memudahkan proses pengajuan dan pencairan dana. Hartati menyoroti bahwa langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pembiayaan ke sektor-sektor yang sebelumnya sulit dijangkau, seperti usaha desa atau koperasi.

Dalam jangka panjang, kebijakan penyaluran kredit ke sektor produktif diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas. Dengan memperkuat ekosistem usaha, OCBC NISP berharap dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan nasional dan penurunan tingkat kemiskinan. “Kita juga ingin memastikan bahwa dana yang diberikan dapat menghasilkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas Hartati. Dengan semangat ini, OCBC NISP terus berupaya menjadi institusi keuangan yang mampu mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.

Ikut berdiskusi