Skip to content
Fresh Desk
Juni 22, 2026
Keuangan

Bisnis Asuransi Kendaraan: Ini Strategi Jasindo Dongkrak Premi di Sisa Tahun 2026

Elizabeth Moore 3 mins baca

Jasindo: Strategi Meningkatkan Bisnis Asuransi Kendaraan di Tahun 2026 Bisnis asuransi kendaraan semakin menjadi sorotan di tengah pertumbuhan industri

Bisnis Asuransi Kendaraan: Ini Strategi Jasindo Dongkrak Premi di Sisa Tahun 2026

Jasindo: Strategi Meningkatkan Bisnis Asuransi Kendaraan di Tahun 2026

Bisnis asuransi kendaraan semakin menjadi sorotan di tengah pertumbuhan industri otomotif nasional yang terus mengalami perluasan. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) optimis bahwa peluang pertumbuhan sektor ini masih terbuka hingga akhir tahun 2026, terutama dengan momentum peningkatan permintaan di sektor transportasi dan kebutuhan konsumen akan perlindungan finansial.

Analisis Kinerja Premi di Awal Tahun 2026

Pada kuartal pertama 2026, premi asuransi kendaraan mencapai Rp 5,39 triliun, naik 2,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa bisnis asuransi kendaraan masih mampu bertahan di tengah tantangan pasar yang dinamis. Dengan pangsa pasar sebesar 17,3%, sektor ini menjadi salah satu tulang punggung pendapatan industri asuransi umum.

“Kami memperkirakan ada potensi pertumbuhan signifikan dalam bisnis asuransi kendaraan hingga akhir tahun ini,” kata Brellian Gema Widayana, Sekretaris Perusahaan Jasindo, dalam wawancara dengan Kontan pada 18 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa tren positif industri otomotif, seperti peningkatan produksi mobil dan minat konsumen terhadap kendaraan listrik, menjadi faktor pendorong utama.

Kebijakan dan Upaya Jasindo untuk Menjaga Pertumbuhan

Selama kuartal I-2026, Jasindo mencatatkan premi bruto sebesar Rp 630,76 miliar, yang lebih rendah dari pencapaian kuartal I-2025 sebesar Rp 729,56 miliar. Meski demikian, perusahaan optimis bahwa kinerjanya akan meningkat seiring langkah strategis yang dilakukan untuk menjangkau pasar lebih luas. Beberapa faktor seperti pertumbuhan kredit otomotif, peningkatan jumlah kendaraan bermotor, dan kebijakan pemerintah terkait pengurangan pajak menjadi peluang besar.

Brellian menjelaskan bahwa Jasindo sedang mengoptimalkan kerja sama dengan perbankan dan pembiayaan kendaraan untuk mendorong aksesibilitas produk. Selain itu, perusahaan juga fokus pada pengembangan solusi digital yang lebih responsif, termasuk platform layanan online dan inovasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen modern.

Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Pasar Asuransi Kendaraan

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil wholesales di kuartal I-2026 mencapai 209.021 unit, naik 1,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan kebutuhan masyarakat akan kendaraan baru, yang secara tidak langsung memengaruhi permintaan asuransi. Selain itu, inflasi dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut memengaruhi perilaku konsumen, tetapi tidak mengurangi minat terhadap perlindungan aset.

Brellian mengungkapkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat tentang risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan terus meningkat. Hal ini menjadi dorongan positif bagi perusahaan untuk mengembangkan produk asuransi yang lebih fleksibel dan beragam, seperti polis kendaraan listrik atau asuransi yang menjangkau segmen masyarakat menengah.

Tantangan dan Peluang di Sisa Tahun 2026

Pertumbuhan bisnis asuransi kendaraan di tahun 2026 juga menghadapi tantangan seperti persaingan tarif dari perusahaan asuransi lain dan kebijakan regulasi yang mungkin berubah. Namun, Brellian yakin bahwa langkah strategis Jasindo, seperti ekspansi jaringan distribusi dan peningkatan kualitas layanan, akan memperkuat posisi perusahaan di pasar.

Perusahaan juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pemasaran. Brellian menekankan bahwa strategi digital dan kolaborasi dengan mitra strategis menjadi kunci untuk meningkatkan daya tarik produk, terutama di tengah era ekonomi digital yang semakin berkembang. Ini termasuk penggunaan media sosial, analisis data pelanggan, dan pengembangan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan berubah.

Kesimpulan dan Prospek Masa Depan

Menurut Brellian, sektor asuransi kendaraan akan terus menjadi salah satu industri yang paling dinamis di Indonesia. Kebijakan pemerintah yang mendukung industri otomotif, seperti insentif untuk kendaraan listrik dan program pembiayaan yang lebih mudah, diharapkan meningkatkan volume premi di sisa tahun 2026. Dengan strategi yang terukur dan adaptasi terhadap perubahan pasar, Jasindo berkomitmen untuk menjaga stabilitas serta pertumbuhan di sektor ini.

Jasindo juga mengantisipasi adanya peningkatan permintaan dari segmen bisnis dan pemerintah, khususnya untuk asuransi kendaraan niaga. Perusahaan menargetkan peningkatan 10% dalam premi di sektor tersebut, yang akan didukung oleh ekspansi jaringan kantor cabang dan kerja sama dengan pihak ketiga untuk layanan yang lebih komprehensif.

Ikut berdiskusi