Skip to content
Fresh Desk
Juli 11, 2026
Nasional

Meeting Results: Airlangga: Bali Akan Jadi Lokasi Kawasan PFII, Pemerintah Siapkan PP

John Johnson 3 mins baca

Airlangga: Bali Menjadi Lokasi Awal Kawasan PFII, Pemerintah Siapkan PP Meeting Results - Pemerintah Indonesia mengumumkan Bali sebagai lokasi pertama untuk

Meeting Results: Airlangga: Bali Akan Jadi Lokasi Kawasan PFII, Pemerintah Siapkan PP

Airlangga: Bali Menjadi Lokasi Awal Kawasan PFII, Pemerintah Siapkan PP

Meeting Results – Pemerintah Indonesia mengumumkan Bali sebagai lokasi pertama untuk pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi yang diambil dalam rapat kabinet. Penetapan ini akan ditindaklanjuti dengan pembentukan Peraturan Pemerintah (PP) setelah Rancangan Undang-Undang (RUU) PFII selesai dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan hasil diskusi intensif dalam meeting results terkini, yang menegaskan komitmen pemerintah untuk menarik investasi global.

Pemilihan Bali Sebagai Lokasi Strategis

Dalam meeting results yang diumumkan, Airlangga menekankan bahwa Bali memiliki keunggulan unik yang membuatnya menjadi pilihan ideal untuk PFII. Wilayah ini tidak hanya menawarkan infrastruktur yang sedang berkembang, tetapi juga lingkungan yang menarik bagi investor karena keunikan budaya, keindahan alam, serta keragaman lifestyle yang mencerminkan daya tarik kota-kota internasional seperti Dubai. “Bali menjadi lokasi yang mampu menggabungkan faktor ekonomi dan kehidupan yang nyaman, sehingga memperkuat daya tariknya sebagai pusat finansial,” ujarnya.

Meeting Results juga menunjukkan bahwa pemerintah mempertimbangkan kemungkinan alternatif, seperti Batam dan Jakarta, tetapi Bali dianggap lebih strategis dalam jangka panjang. Airlangga menyatakan bahwa kawasan PFII tidak akan dibangun di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, meskipun KEK tersebut dianggap sebagai bagian dari ekosistem pendukung. “Kita akan menciptakan area khusus terpisah, dengan kerangka hukum dan insentif yang kompetitif, sehingga menarik investor internasional,” tambahnya.

“Bali memiliki potensi besar untuk menjadi pusat keuangan alternatif, terutama karena kombinasi antara lingkungan hidup yang menarik dan keunggulan geografis,”

Regulasi dan Infrastruktur untuk Dukung PFII

Meeting Results menunjukkan bahwa pemerintah sedang mempercepat proses pembentukan PP sebagai dasar hukum pembangunan PFII. RUU PFII yang telah dirancang diharapkan selesai dibahas di DPR pada 27 Juli 2026, setelah itu PP akan diterbitkan segera, dengan target rampung sebelum 16 Agustus. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi PFII sebagai pusat pengelolaan dana investasi global, yang akan menjadi pilar ekonomi nasional.

Menurut Airlangga, pembangunan PFII akan menjadi bagian dari meeting results yang mencakup rencana pemerintah untuk meningkatkan daya saing Indonesia di panggung global. “PFII akan memperkuat kepercayaan investor terhadap sistem hukum dan mekanisme ekonomi Indonesia, seperti yang mereka temukan di Singapura atau Dubai,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menarik dana investasi hingga 5 triliun dolar AS, dengan keunggulan sistem hukum yang sedang dikembangkan.

Analisis Persaingan dan Potensi PFII

Meeting Results juga menyoroti analisis kompetitif antara PFII dengan pusat finansial lainnya di Asia Tenggara. Singapura saat ini mengelola aset sekitar 5 triliun dolar AS, sedangkan Dubai memiliki total aset hampir 800 miliar dolar AS. Airlangga menilai Bali bisa menjadi pilihan yang menarik karena keseimbangan antara kemudahan akses dan atmosfer hidup yang lebih santai dibandingkan kota-kota besar lainnya.

Menurutnya, PFII akan memberikan dampak positif bagi ekonomi Indonesia, terutama dalam meningkatkan pertumbuhan sektor keuangan dan memperkuat pertukaran modal. “Dengan menyiapkan regulasi yang jelas dan infrastruktur yang mendukung, Bali bisa menjadi kekuatan baru dalam ekonomi global,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa keputusan ini adalah hasil dari meeting results yang menyatukan kepentingan berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan dan investor asing.

Dalam meeting results terkini, Airlangga menyebutkan bahwa pemerintah akan fokus pada pengembangan PFII sebagai “finansial hub” yang mampu menarik minat investor jangka panjang. “Kita ingin menciptakan lingkungan bisnis yang stabil dan inovatif, sehingga memungkinkan pengelolaan dana investasi yang efektif dan berkelanjutan,” ujarnya. Proyek ini juga diharapkan mendorong keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan infrastruktur kawasan.

Langkah Selanjutnya Setelah PP Diterbitkan

Setelah PP diterbitkan, pemerintah akan memulai tahap implementasi pembangunan PFII di Bali. Airlangga menegaskan bahwa keputusan ini akan menjadi titik awal dari perubahan besar dalam struktur ekonomi Indonesia. “Dengan meeting results ini, kita telah mengambil langkah penting untuk menarik minat global, dan sekarang fokusnya adalah memastikan penyelesaian regulasi dengan tepat waktu,” katanya.

Pembangunan PFII di Bali diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus. Selain itu, keputusan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat kepercayaan investor, baik dalam hal hukum maupun lingkungan. “PFII adalah bagian dari rencana jangka panjang, dan meeting results hari ini adalah bukti bahwa pemerintah serius dalam mewujudkan visi tersebut,” tutup Airlangga.

Ikut berdiskusi