Topics Covered: Airlangga Beberkan Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia di Era AI
Airlangga Hartarto: Mesin Pertumbuhan Ekonomi di Era AI Jadi Fokus Utama Topics Covered – JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga
Airlangga Hartarto: Mesin Pertumbuhan Ekonomi di Era AI Jadi Fokus Utama
Topics Covered – JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) telah menjadi elemen kunci dalam menciptakan mesin pertumbuhan ekonomi baru untuk Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam acara KADIN Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Kemenko Perekonomian, Jumat (10/7/2026), yang mengupas peran teknologi modern dalam pembangunan ekonomi nasional.
Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru di Tengah Tantangan Global
Dalam pidatonya, Airlangga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia telah mencapai rata-rata 5% selama tujuh tahun terakhir. Mesin pertumbuhan ekonomi baru, menurutnya, diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan seperti krisis ekonomi 1998–1999, krisis keuangan global 2008, dan pandemi Covid-19. Topics Covered menyebut bahwa konsistensi pertumbuhan ini menunjukkan pentingnya inovasi untuk mengatasi ketidakpastian dan meningkatkan daya saing.
“Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi rata-rata sekitar 5% selama tujuh tahun terakhir,” ujar Airlangga.
Menurutnya, era AI telah memicu pergeseran paradigma dalam sektor perekonomian. Teknologi ini tidak hanya menjadi solusi untuk tantangan global seperti konflik geopolitik, tetapi juga memberikan peluang baru untuk efisiensi dan produktivitas. Topics Covered menjelaskan bahwa AI akan mempercepat transisi ekonomi dari model tradisional ke model berbasis data dan otomatisasi, yang diperlukan untuk mencapai pertumbuhan lebih tinggi.
Transformasi Digital sebagai Kunci Pembangunan Ekonomi
Digitalisasi, menurut Airlangga, memiliki keunggulan karena memungkinkan penerapan teknologi tanpa ketergantungan pada sistem logistik global. Topics Covered menekankan bahwa inisiatif ini adalah jawaban atas kebutuhan Indonesia untuk mengembangkan mesin pertumbuhan ekonomi yang lebih tangguh. Dengan mengintegrasikan AI, pemerintah bisa mempercepat proses pengambilan keputusan dan inovasi.
Presiden Prabowo Subianto, menurut Airlangga, telah memberikan arahan untuk memprioritaskan pengembangan teknologi dalam rangka meningkatkan kemandirian nasional. Fokus utama adalah pada pangan, energi, dan transformasi digital, dengan roadmap yang jelas untuk mengubah struktur ekonomi Indonesia. Topics Covered menyoroti bahwa kebijakan ini akan memperkuat kemampuan negara dalam menghadapi perubahan ekonomi global.
“Transformasi digital menjadi jawaban atas pertanyaan mengenai mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia berikutnya,” tambahnya.
Ekosistem Pendukung AI: Persiapan untuk Masa Depan
Untuk mengakselerasi penerapan AI, Airlangga menekankan perlunya ekosistem pendukung yang mencakup akses data, pusat penyimpanan digital skala besar, dan infrastruktur komputasi. Topics Covered menjelaskan bahwa tanpa komponen-komponen ini, AI tidak bisa memberikan manfaat optimal. Pemerintah, kata Airlangga, sedang membangun fondasi teknologi yang kuat untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
AI, menurutnya, adalah seperti mobil Lamborghini—cepat, tetapi efektivitasnya bergantung pada kemampuan pengemudi. Topics Covered memperkuat bahwa pemanfaatan AI harus dipandu oleh kebijakan yang tepat dan pendidikan teknologi yang memadai. Hal ini memastikan bahwa teknologi bukan hanya menjadi alat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam perekonomian.
Indonesia, menurut Airlangga, telah memulai kerja sama internasional untuk memperkuat ekosistem AI. Kemitraan dengan Inggris dalam pengembangan chip semikonduktor generasi baru serta kolaborasi dengan Amerika Serikat menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengintegrasikan teknologi ke berbagai sektor. Topics Covered menyebut bahwa pertemuan dengan organisasi global seperti World AI Cooperation Organization di Shanghai akan membantu Indonesia mengikuti tren dan inovasi terkini.
Di samping itu, Airlangga menyoroti pentingnya forum seperti PACSILICA sebagai platform untuk mengeksplorasi peluang kerja sama teknologi. Topics Covered menyatakan bahwa partisipasi dalam forum internasional ini akan memperluas wawasan dan mempercepat adopsi teknologi AI di Indonesia. Dengan membangun kekuatan internal dan eksternal, ekonomi nasional diperkirakan akan mengalami peningkatan yang signifikan.
“Bagi Indonesia, ini merupakan awal dari mesin pertumbuhan ekonomi yang baru,” ujar Airlangga.
