Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Menkes Budi Gunadi Sebut Kusta Bukan Kutukan – Pasien Bisa Sembuh

Barbara Davis - pusatkabar.com 3 mins baca

Menkes Budi Gunadi Sebut Kusta Bukan Kutukan, Penyakit Ini Bisa Disembuhkan Menkes Budi Gunadi Sebut Kusta Bukan - Dalam wawancara terbaru, Menteri Kesehatan

Menkes Budi Gunadi Sebut Kusta Bukan Kutukan – Pasien Bisa Sembuh

Menkes Budi Gunadi Sebut Kusta Bukan Kutukan, Penyakit Ini Bisa Disembuhkan

Menkes Budi Gunadi Sebut Kusta Bukan – Dalam wawancara terbaru, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa kusta bukanlah penyakit yang memalukan atau kutukan, melainkan kondisi medis yang bisa diatasi melalui pengobatan tepat dan teratur. Menurutnya, kesadaran masyarakat akan penyakit ini perlu ditingkatkan agar tidak terjadi stigmatisasi yang berlebihan terhadap pasien. Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa kusta bisa disembuhkan jika dideteksi sejak dini dan diatasi dengan metode yang sudah terbukti efektif.

Kusta: Penyakit yang Tidak Perlu Dibimbangi

Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae, bukan karena faktor spiritual atau kutukan. Stigma yang masih melekat pada penyakit ini sering kali membuat pasien merasa malu dan enggan mencari perawatan. Ia menambahkan bahwa penularan kusta bisa dicegah dengan memahami bahwa penyebaran penyakit ini hanya terjadi melalui kontak dekat dan tidak menular secara cepat.

Dalam acara Konferensi Nasional Kusta 2026 yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Jumat (10/7/2026), Budi Gunadi Sadikin juga menyoroti pentingnya pendekatan multisektoral dalam pencegahan dan penanganan kusta. Ia menekankan bahwa pemerintah bersama organisasi kesehatan, masyarakat, dan lembaga swadaya harus bekerja sama untuk memastikan akses layanan kesehatan yang merata dan adil bagi semua penderita.

Strategi Pengobatan dan Pemulihan

Kusta dapat diatasi dengan menggunakan kombinasi antibiotik yang telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Menkes Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pengobatan dini sangat krusial karena bisa mengurangi risiko kecacatan sebesar 90% jika dilakukan tepat waktu. Ia menambahkan bahwa pengobatan kusta tidak hanya menekan gejala, tetapi juga membantu pasien pulih secara total, sehingga dapat menjalani kehidupan normal seperti sebelumnya.

Dalam menangani kusta, Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat melalui berbagai kampanye. Menurut Budi Gunadi Sadikin, penyebaran kusta bisa dikurangi jika masyarakat tidak takut mengakui penyakit ini dan segera menemui dokter. Ia juga meminta agar masyarakat tidak mengucilkan pasien, karena kusta bukanlah kutukan, melainkan penyakit yang bisa diatasi.

Kepentingan Masyarakat dalam Mencegah Kusta

Kusta bukan hanya masalah kesehatan pribadi, tetapi juga masalah sosial yang berkaitan dengan persepsi masyarakat. Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa stigma terhadap penyakit ini sering kali berdampak pada kualitas hidup pasien. Ia menyampaikan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa kusta tidak menular secara cepat dan tidak menyebabkan kematian jika diniati terus menerus.

Menurut Menkes Budi Gunadi Sadikin, keberhasilan pencegahan kusta bergantung pada partisipasi aktif dari masyarakat. Ia menekankan bahwa edukasi tentang gejala, cara penularan, dan pilihan pengobatan yang tersedia harus digencarkan. Dengan demikian, pasien kusta dapat segera mendapatkan perlakuan medis dan tidak lagi menjadi korban kesalahpahaman yang berlebihan.

Kementerian Kesehatan juga terus berupaya memperluas akses ke pengobatan kusta di berbagai daerah, termasuk daerah terpencil. Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pengobatan kusta tidak hanya mengandalkan fasilitas kesehatan besar, tetapi juga bisa dilakukan melalui program kecil yang dipimpin oleh tenaga kesehatan desa. Ini membantu memastikan bahwa semua masyarakat, baik urban maupun rural, memiliki kesempatan yang sama untuk sembuh.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/07/10/20575441/menkes-kusta-bukan-kutukan-penyakit-ini-bisa-diobati

Ikut berdiskusi