Main Agenda: Menaker dan Wamen Dikti Siap Bedah Strategi AI dan Tenaga Kerja di IHCBS 2026
Main Agenda: Fokus Kebijakan dan Strategi AI dalam Pengembangan Tenaga Kerja Main Agenda - Dalam upaya memperkuat kompetitivitas bangsa di era transformasi
Main Agenda: Fokus Kebijakan dan Strategi AI dalam Pengembangan Tenaga Kerja
Main Agenda – Dalam upaya memperkuat kompetitivitas bangsa di era transformasi digital, Main Agenda IHCBS 2026 akan mengupas strategi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM). Kementerian Ketenagakerjaan dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menjadi pilar utama dalam membahas tantangan dan peluang yang muncul akibat kemajuan teknologi ini. Forum yang diselenggarakan pada 15–16 September 2026 di National Exhibition & Convention Center (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK), Tangerang, akan menjadi tempat diskusi intensif mengenai peta jalan kebijakan untuk menjawab pergeseran lanskap tenaga kerja.
Sesi Grand Keynote: Kebijakan Ketenagakerjaan dan Transformasi Digital
Kebijakan yang akan dipaparkan dalam sesi Grand Keynote IHCBS 2026 dirancang untuk mengarahkan peran pemerintah dalam memastikan SDM Indonesia mampu bersaing di pasar global. Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, akan menjadi pembicara utama yang menyoroti perlunya penyesuaian regulasi guna mendukung adopsi teknologi secara terstruktur. Selain itu, ia juga akan mengulas kesiapan pemerintah dalam menciptakan peluang kerja baru yang dihasilkan dari kecerdasan buatan. “Main Agenda ini bertujuan menyelaraskan visi nasional dengan kemajuan teknologi,” ujar salah satu peserta IHCBS Kilas Online.
Transformasi digital yang pesat menuntut adanya perubahan paradigma dalam sistem pendidikan dan pelatihan tenaga kerja. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Prof. Stella Christie, akan menjelaskan langkah-langkah strategis untuk menjamin keterampilan di masa depan selaras dengan kebutuhan industri. “Main Agenda juga menitikberatkan pada pengembangan karakter kebangsaan dalam rangka mewujudkan talenta yang unggul dan adaptif,” tambahnya. Diskusi ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang berdampak langsung pada kebijakan pendidikan tinggi dan program pengembangan SDM.
Dalam konteks ini, AI bukan hanya menjadi alat bantu, tetapi juga bagian integral dari rekonstruksi sistem kerja. Menurut pengamat industri, adopsi AI dalam kegiatan produktif diharapkan meningkatkan efisiensi namun tetap menjaga keseimbangan antara inovasi dan keterlibatan manusia. “Keberhasilan transformasi digital bergantung pada strategi yang mencakup pelatihan, regulasi, dan kolaborasi lintas sektor,” tulis salah satu analisis dalam laporan IHCBS Kilas Online. Main Agenda akan menjadi pondasi untuk mewujudkan ketiga aspek tersebut.
Acara IHCBS 2026 tidak hanya menyoroti agenda pemerintah, tetapi juga menjadi ruang dialog untuk menyamakan persepsi antara pengambil kebijakan, dunia usaha, dan akademisi. Kehadiran para pakar dan praktisi industri akan memastikan strategi yang diusulkan mampu diimplementasikan secara efektif. “Main Agenda ini tidak hanya menyajikan wacana, tetapi juga berupa rencana aksi konkret,” jelas salah satu peserta acara. Diskusi ini diharapkan memperkuat komitmen semua pihak dalam membangun ekosistem kerja yang inklusif dan berkelanjutan.
Untuk memperkuat manfaat Main Agenda IHCBS 2026, acara ini juga menyediakan sesi dialog terbuka dan workshop praktis. Pemangku kepentingan dapat memperoleh wawasan mendalam mengenai tantangan spesifik dalam adopsi AI, seperti pengurangan pekerjaan manual, pengembangan kompetensi digital, dan manajemen perubahan di tempat kerja. “Melalui forum ini, kita bisa membangun jaringan dan memperoleh solusi yang dapat diadaptasi ke berbagai sektor,” kata salah satu peserta yang hadir dalam sesi diskusi.
Kontan – IHCBS Kilas Online © Foto oleh IHCBS
