New Policy: BTN Tambah Talenta Digital, Jumlah Pegawai Masih Tumbuh 2%-3%
aryawan Tetap Terjadi New Policy - Dalam upaya meningkatkan daya saing di era digital, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meluncurkan New Policy yang
New Policy: BTN Perluas Talenta Digital, Pertumbuhan Karyawan Tetap Terjadi
New Policy – Dalam upaya meningkatkan daya saing di era digital, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meluncurkan New Policy yang menekankan perluasan tenaga kerja digital. Perusahaan ini tidak hanya fokus pada peningkatan efisiensi operasional melalui teknologi, tetapi juga bertekad memperkuat kapasitas sumber daya manusia dengan menyesuaikan kebutuhan keahlian yang semakin dinamis. New Policy ini memastikan bahwa jumlah pegawai BTN Group, yang mencakup BTN dan BTN Syariah, tetap mengalami pertumbuhan sekitar 2% hingga 3% dalam kurun waktu kuartal I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan New Policy yang diterapkan, BTN menegaskan bahwa transformasi digital tidak mengurangi kebutuhan tenaga kerja, melainkan memperluas jenis profesi yang diperlukan.
Transformasi Digital Tidak Mengurangi Ketenagakerjaan
Direktur Human Capital & Compliance BTN, Eko Waluyo, mengungkapkan bahwa New Policy didesain untuk menyesuaikan perubahan proses bisnis, tetapi tidak mengarah pada pengurangan jumlah pegawai secara masif. “Kebutuhan organisasi tetap dipenuhi dengan memperkuat talenta digital dan mengganti pegawai pensiun secara selektif sesuai kebutuhan strategis,” kata Eko dalam wawancara dengan kontan.co.id pada Kamis (9/7/2026). Ia menambahkan bahwa penyesuaian ini berlangsung secara bertahap dan melibatkan pelatihan serta pengembangan keterampilan pegawai agar siap menghadapi peran baru di bidang teknologi dan layanan digital.
“Digitalisasi menjadi alat untuk memperkaya, bukan menggantikan, fungsi karyawan. Kita tetap membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas dan kompeten di berbagai sektor, termasuk operasional, manajemen hubungan pelanggan, dan penjualan,” terang Eko. Dengan New Policy ini, BTN berupaya memastikan bahwa setiap penyesuaian keahlian dilakukan dengan penuh perencanaan dan memperhatikan keseimbangan antara efisiensi dan kualitas layanan.
Pengembangan Keterampilan Sebagai Pilar New Policy
Sebagai bagian dari New Policy, BTN aktif melakukan reorganisasi dan pendekatan reskilling serta upskilling untuk mempersiapkan pegawai dalam tugas baru. Hal ini termasuk pelatihan dalam bidang teknologi informasi (IT), keamanan siber, dan analisis data. Kebutuhan akan talenta digital meningkat seiring perluasan layanan perbankan digital dan penggunaan aplikasi superapps. Selain itu, perseroan juga memprioritaskan penguatan posisi komersial seperti manajemen hubungan pelanggan dan penjualan untuk memperkuat kehadiran bisnis di segmen perumahan.
Perusahaan ini memberdayakan karyawan dengan berbagai program pengembangan, termasuk kolaborasi dengan lembaga pelatihan dan penyedia sertifikasi. New Policy BTN juga mencakup penggantian pegawai pensiun dengan talenta muda yang memiliki kemampuan teknis dan inovatif. “Kita mendorong pegawai untuk tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi menjadi bagian dari solusi inovatif,” ujar Eko. Dengan pendekatan ini, BTN mengharapkan peningkatan produktivitas dan kepuasan nasabah melalui layanan yang lebih modern dan personal.
Keberhasilan New Policy diukur dari kemampuan BTN untuk tetap menumbuhkan jumlah pegawai sekaligus meningkatkan kompetensi mereka. Hingga kuartal I-2026, perseroan berhasil mempertahankan pertumbuhan sekitar 2%-3% pada jumlah tenaga kerja, meski memang mengalami pergeseran dalam jenis keahlian yang diperlukan. Perubahan ini terlihat dari peningkatan jumlah pegawai di bidang teknologi dan layanan digital, sementara sektor operasional tradisional tetap dijaga kualitasnya melalui pelatihan berkelanjutan.
Strategi New Policy untuk Membentuk Talenta Masa Depan
New Policy BTN didasari oleh visi jangka panjang untuk membangun struktur organisasi yang lebih adaptif terhadap tren industri. Perusahaan ini menekankan bahwa digitalisasi tidak hanya mengganti alat kerja, tetapi juga mengubah peran dan tanggung jawab pegawai. Dalam konsep Digital Store Branch, misalnya, tugas operasional rutin dijalankan melalui aplikasi superapps, sementara frontliner diberdayakan untuk memberikan layanan yang lebih spesialis dan berorientasi pada pengalaman nasabah.
Program New Policy ini juga mencakup penggabungan kompetensi teknis dan manajerial. Pegawai diharapkan tidak hanya mampu mengoperasikan teknologi, tetapi juga menerapkan solusi digital secara kreatif. “Kita mencari talenta yang bisa berpikir kritis dan memiliki kemampuan multidisiplin, seperti IT dan bisnis,” jelas Eko. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini terus diperluas, termasuk melibatkan perguruan tinggi dan lembaga pelatihan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang siap menghadapi dinamika pasar yang semakin cepat berubah.
Dengan New Policy yang konsisten, BTN berkomitmen untuk membangun ekosistem kerja yang efektif dan kolaboratif. Selain itu, perusahaan ini juga melibatkan karyawan dalam proses pengambilan keputusan strategis untuk memastikan bahwa kebutuhan SDM selaras dengan kebutuhan bisnis. Langkah ini diharapkan meningkatkan loyalitas karyawan dan memperkuat reputasi BTN sebagai perusahaan yang progresif dalam menghadapi tantangan digitalisasi.
Peluang dan Tantangan Dalam Implementasi New Policy
Penyesuaian struktur SDM melalui New Policy membawa peluang baru bagi BTN, termasuk peningkatan kualitas layanan dan penguatan bisnis digital. Namun, tantangan juga muncul dalam bentuk perubahan pola kerja yang memerlukan adaptasi dari seluruh lapisan pegawai. Dengan adanya Digital Store Branch, frontliner diharapkan lebih fokus pada aktivitas konsultatif dan pelayanan khusus, sementara pekerjaan administratif dan operasional ditangani secara otomatis.
New Policy ini juga memerlukan investasi dalam infrastruktur dan pelatihan. BTN mengalokasikan dana tertentu untuk mendukung pengembangan kompetensi pegawai, terutama di bidang teknologi. Selain itu, perseroan menekankan pentingnya keberlanjutan dan keseimbangan antara efisiensi operasional dengan kualitas layanan. “Kita tidak ingin mengorbankan pengalaman langsung dengan nasabah karena digitalisasi. Itu justru memperkaya layanan yang kita berikan,” kata Eko. Dengan New Policy yang terus berkembang, BTN optimis dapat menjaga kinerja yang stabil sekaligus menciptakan inovasi yang berkelanjutan.
Perluasan keahlian digital dalam New Policy BTN juga mencerminkan adaptasi terhadap kebutuhan pasar yang terus berkembang. Dengan masuknya talenta di bidang IT dan keamanan siber, perusahaan ini mampu menghadapi ancaman keamanan data dan meningkatkan efektivitas layanan. Selain itu, peningkatan jumlah pegawai di sektor layanan digital berdampak pada pengembangan platform perbankan yang lebih modern dan aksesibel bagi masyarakat.
