Key Strategy: BSI Targetkan Cabang Arab Saudi Mulai Beroperasi pada Akhir 2026
g to Saudi Arabia by End of 2026 Key Strategy - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tengah menerapkan Key Strategy baru dalam mengembangkan kehadirannya di
BSI’s Key Strategy: Expanding to Saudi Arabia by End of 2026
Key Strategy – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tengah menerapkan Key Strategy baru dalam mengembangkan kehadirannya di pasar internasional, khususnya di Arab Saudi. Dalam rencana yang diumumkan, BSI berharap segera membuka kantor cabang luar negeri (KCLN) di sana, dengan target operasional dimulai pada bulan November hingga Desember 2026. Langkah ini adalah bagian dari Key Strategy perusahaan untuk memperluas jaringan perbankan syariah secara global, sekaligus memenuhi kebutuhan finansial masyarakat Indonesia yang semakin tumbuh di tanah suci.
“Kami sedang fokus pada Key Strategy yang berorientasi pada ekspansi ke Arab Saudi sebagai langkah strategis untuk melayani jemaah haji dan umrah, serta masyarakat Indonesia yang berkunjung ke sana. Proses due diligence dengan otoritas setempat sudah berjalan dengan baik, dan kami optimis cabang bisa segera beroperasi akhir tahun ini,” terang Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI, di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
BSI’s Strategic Expansion in Saudi Arabia
Dalam upaya Key Strategy ini, BSI melalui Key Strategy yang telah direncanakan sejak 2024, saat perusahaan meraih persetujuan awal dari Bank Sentral Arab Saudi (SAMA). Penyelarasan regulasi dan proses peneguhan izin menjadi langkah penting sebelum kantor cabang bisa beroperasi secara resmi. Anggoro menyebutkan bahwa keberadaan BSI di Arab Saudi akan menjadi fondasi untuk memperkuat kehadiran bank syariah dalam ekosistem keuangan global.
BSI juga menyusun Key Strategy khusus untuk menyelaraskan layanan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan haji dan umrah. Misalnya, dengan menawarkan solusi keuangan yang komprehensif, mulai dari pembiayaan perjalanan hingga pengelolaan dana selama di tanah suci. Selain itu, Key Strategy ini juga bertujuan untuk meningkatkan akses ke layanan perbankan syariah bagi diaspora Indonesia yang tinggal di Arab Saudi.
“Key Strategy BSI tidak hanya berfokus pada keberadaan fisik di Arab Saudi, tetapi juga pada integrasi layanan yang mendukung kegiatan ibadah secara end-to-end. Kami ingin memastikan nasabah Indonesia dapat memanfaatkan layanan perbankan dengan nyaman, bahkan di luar negeri,” tambah Wisnu Sunandar, Corporate Secretary BSI.
Menurut data Siskopatuh 2025, jumlah jemaah umrah Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta orang per tahun, dengan 84% di antaranya menggunakan layanan BSI. Sementara itu, sekitar 203 ribu jemaah haji dan 170 ribu diaspora di Arab Saudi juga menjadi sasaran utama Key Strategy bank syariah tersebut. Angka ini membuktikan bahwa kehadiran BSI di Arab Saudi sangat relevan dengan kebutuhan ekonomi dan finansial masyarakat Indonesia.
Key Strategy yang diterapkan BSI di Arab Saudi juga merupakan bagian dari upaya untuk menjangkau pasar syariah yang berkembang pesat. Dengan kondisi ekonomi Arab Saudi yang stabil dan kebutuhan masyarakat lokal akan layanan keuangan syariah yang semakin meningkat, BSI yakin strategi ini akan memberikan dampak signifikan dalam jangka panjang. Selain itu, Key Strategy ini akan mendukung penguasaan pasar internasional dan mengurangi ketergantungan pada pemain asing.
Berbagai pihak, termasuk lembaga keuangan dan mitra strategis, telah memberikan dukungan untuk Key Strategy BSI. Proses pembangunan infrastruktur dan persiapan operasional sudah dalam tahap akhir, dengan target rampung pada akhir 2026. Anggoro menyebutkan bahwa kesuksesan Key Strategy ini akan terukur melalui peningkatan volume transaksi dan kepuasan nasabah, baik yang berkunjung ke Arab Saudi maupun yang bertransaksi secara online.
