Skip to content
Fresh Desk
Juni 22, 2026
Keuangan

Latest Program: BPR Danamas Perkuat Layanan UMKM Lewat Inovasi

Lisa Hernandez 2 mins baca

BPR Danamas Perkuat Layanan UMKM Lewat Inovasi Latest Program - JAKARTA - BPR Danamas terus melakukan upaya inovatif untuk memperluas akses permodalan bagi

Latest Program: BPR Danamas Perkuat Layanan UMKM Lewat Inovasi

BPR Danamas Perkuat Layanan UMKM Lewat Inovasi

Latest Program – JAKARTA – BPR Danamas terus melakukan upaya inovatif untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha kecil menengah (UMKM). Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi perubahan kebutuhan pembiayaan dan persaingan ketat di sektor perbankan syariah dan konvensional.

Dalam kondisi tantangan transformasi digital, pergeseran perilaku nasabah, serta tekanan kompetitif dari lembaga keuangan lain, perseroan mengalokasikan sumber daya untuk meningkatkan akses layanan yang lebih praktis bagi UMKM. Inovasi diarahkan untuk mempercepat proses pembiayaan, memperluas penawaran produk kredit yang fleksibel, serta menjangkau sektor usaha produktif di berbagai wilayah.

“Transformasi tersebut merupakan fondasi utama perusahaan,” ujar Direktur Utama BPR Danamas Lisnur, Sabtu (20/6/2026).

Lisnur menambahkan, tantangan digitalisasi dan penguatan tata kelola menjadi fokus utama untuk menjaga stabilitas industri BPR di tengah era disruptif. Modernisasi sistem core banking dianggap sangat mendesak, terutama dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan persaingan teknologi yang semakin ketat.

BPR Danamas Masuk Top 100 BPR 2026

BPR Danamas kini tercatat dalam daftar Top 100 BPR 2026 versi The Finance, kategori BPR beraset di antara Rp5 miliar hingga Rp35 miliar. Per September 2025, total aset perusahaan yang berdiri sejak tahun 1989 mencapai Rp26,07 miliar, naik dari Rp17,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, outstanding kredit mencapai Rp14,9 miliar.

Direktur Kepatuhan BPR Danamas, Imam Mulasri, mengatakan penghargaan ini mendorong perusahaan untuk memperbaiki kualitas layanan kepada masyarakat. “Ini juga menjadi dorongan dalam mendukung program pemerintah, khususnya pengembangan UMKM melalui layanan digital yang lebih mudah diakses,” tambahnya.

Kinerja Industri BPR Masih Positif

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sektor BPR dan BPRS masih menunjukkan pertumbuhan positif meski menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan persaingan. Sampai Maret 2026, total aset industri BPR dan BPRS mencapai Rp236,69 triliun, naik 3,70% secara tahunan. Penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh 2,83% menjadi Rp176,96 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 3,16% hingga Rp165,49 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa dinamika global dan regional, serta perkembangan teknologi keuangan, menjadi tantangan yang harus diatasi industri BPR. “OJK telah merilis Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR serta BPRS 2024-2027 sebagai pedoman untuk memperkuat daya tahan dan daya saing usaha,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/6/2026).

Dari sisi permodalan, ketahanan industri BPR dinilai masih terjaga. Rasio kecukupan modal (CAR) agregat sektor BPR dan BPRS mencapai 27,20%, melebihi ambang minimum yang ditetapkan regulator.

Ikut berdiskusi