Skip to content
Fresh Desk
Juli 15, 2026
Nasional

Topics Covered: Bahlil Segera Keluarkan SK Subsidi BBM Nelayan Rp 15.000/Liter, Ini Ketentuannya

Karen Brown 2 mins baca

Bahlil Terbitkan SK Subsidi BBM Nelayan Rp 15.000/Liter, Ini Penjelasannya Topics Covered – KONTAN.CO.ID – JAKARTA.

Topics Covered: Bahlil Segera Keluarkan SK Subsidi BBM Nelayan Rp 15.000/Liter, Ini Ketentuannya

Bahlil Terbitkan SK Subsidi BBM Nelayan Rp 15.000/Liter, Ini Penjelasannya

Topics Covered – KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan akan segera mengeluarkan Surat Keputusan (SK) subsidi solar bagi para nelayan. Kebijakan ini menjadi fokus Topics Covered dalam upaya memperkuat sektor perikanan yang terdampak kenaikan harga BBM. Dengan adanya subsidi tersebut, harapan pemerintah adalah untuk mengurangi beban biaya operasional nelayan dan memastikan kelangsungan industri perikanan di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil.

Detail Subsidi dan Perbedaannya dengan Harga Solar Nonsubsidi

Pemerintah menetapkan harga khusus solar sebesar Rp 15.000 per liter untuk nelayan dengan kapal berukuran 30 hingga 200 GT. Ini merupakan kebijakan yang menyesuaikan dengan Topics Covered kenaikan harga solar nonsubsidi yang mencapai Rp 21.300 per liter. Dengan perbedaan harga sebesar Rp 3.600 per liter, BPDP akan menjadi penanggung biaya subsidi ini. Bahlil menjelaskan, kebijakan ini dirancang agar nelayan tidak lagi terbebani oleh kenaikan harga bahan bakar yang terus meningkat.

“Kaitannya dengan itu kami akan segera buat surat keputusan dari ESDM untuk ditindaklanjuti,” kata Bahlil dalam keterangan pers melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (14/7/2026).

Peran BPDP dalam Dukungan Subsidi BBM

Bahlil menegaskan bahwa subsidi ini tidak akan memberatkan APBN, karena dana akan didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Institusi ini bertugas memastikan keberlanjutan program subsidi dengan memanfaatkan dana dari luar angkasa, seperti dana pangan atau energi. Kebijakan ini menjadi bagian dari Topics Covered strategi pemerintah untuk mendukung sektor yang rentan terhadap fluktuasi harga global.

Dalam upaya meminimalkan penyelewengan, pemerintah juga merencanakan titik distribusi BBM khusus. “Supaya jangan sampai niat baik dari pemerintah untuk bantu nelayan salah lagi dipergunakan,” jelas Bahlil. Hal ini menjadi bagian dari Topics Covered pengawasan ketat terhadap implementasi subsidi, sehingga manfaatnya dapat tepat sasaran dan berkelanjutan.

Perspektif Menteri Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa relaksasi harga solar khusus adalah bagian dari Topics Covered upaya pemerintah mendukung operasional industri perikanan. “Oleh karena itu, harga khusus ini disepakati sebesar Rp 15.000 per liter,” tambah Airlangga. Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antar kementerian untuk memastikan program subsidi berjalan efektif.

“Oleh karena itu Pak Menteri ESDM akan mengeluarkan regulasi terkait dengan subsidi tersebut yang besarnya subsidi kira-kira Rp 3.600 itu akan dibiayai oleh BPDP,” lanjut Airlangga.

Pemerintah menetapkan kuota subsidi sebesar 400.000 ton dengan masa berlaku enam bulan. Kebijakan ini menjadi Topics Covered yang diharapkan mampu mengatasi kesulitan para nelayan dalam menghadapi tekanan harga bahan bakar. Selain itu, pihaknya juga berencana mengoptimalkan mekanisme distribusi agar subsidi dapat mencapai tujuannya secara maksimal.

Dengan Topics Covered program ini, pemerintah berharap meningkatkan produktivitas nelayan dan menurunkan biaya operasional. Selain itu, subsidi ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam reformasi energi yang lebih berkelanjutan. Proses penerapan kebijakan ini menjadi fokus utama Topics Covered pembahasan pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara subsidi dan pendapatan negara.

Ikut berdiskusi