Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Keuangan

New Policy: Bank Syariah Perkuat Strategi Penghimpunan Dana Murah

Karen Williams - pusatkabar.com 4 mins baca

New Policy: Bank Syariah Perkuat Strategi Penghimpunan Dana Murah New Policy - Dalam upaya meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan pendanaan

New Policy: Bank Syariah Perkuat Strategi Penghimpunan Dana Murah

New Policy: Bank Syariah Perkuat Strategi Penghimpunan Dana Murah

New Policy – Dalam upaya meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan pendanaan, beberapa bank syariah di Indonesia telah menerapkan new policy yang fokus pada strategi penghimpunan dana berbiaya rendah, atau Current Account Saving Account (CASA). Kebijakan ini menjadi strategi utama dalam menghadapi persaingan likuiditas yang semakin ketat, sekaligus mendukung pertumbuhan pembiayaan yang lebih berkualitas. Dengan menekankan pengembangan ekosistem syariah, percepatan digitalisasi layanan, serta inisiatif-inisiatif kreatif untuk menarik nasabah, bank-bank syariah berusaha meminimalkan biaya dana sambil menjaga daya tarik produk mereka.

Manfaat Strategi New Policy dalam Meningkatkan CASA

New policy dalam penghimpunan dana murah telah membawa dampak signifikan pada kinerja bank syariah. Dengan menambahkan program-literasi keuangan, penawaran produk yang lebih menarik, dan integrasi teknologi digital, bank syariah berhasil menaikkan rasio CASA secara signifikan. Peningkatan ini tidak hanya membantu mengurangi biaya operasional, tetapi juga meningkatkan ketersediaan dana untuk pembiayaan, yang menjadi tulang punggung bisnis perbankan syariah.

Berdasarkan data keuangan terbaru, beberapa bank syariah telah mencatatkan peningkatan CASA yang lebih dari 15% dalam beberapa bulan terakhir. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa new policy yang diterapkan efektif dalam menarik tabungan dari berbagai kalangan, termasuk nasabah muda yang semakin aktif di dunia digital. Selain itu, kebijakan ini juga mendukung inisiatif transformasi digital, yang menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi biaya dan memberikan layanan yang lebih modern.

Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Kinerja CASA yang Mengalami Peningkatan

Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi salah satu contoh yang menunjukkan keberhasilan penerapan new policy dalam penghimpunan dana murah. Menurut laporan keuangan bulanan, total CASA BSI mencapai Rp 235,05 triliun per Mei 2026, naik 20,53% dibandingkan Mei 2025 yang sebesar Rp 195,01 triliun. Rasio CASA pun meningkat menjadi 63,16% dari 61,17% sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh kebijakan ekosistem syariah yang terpadu, termasuk program-tabungan haji dan umrah, serta edukasi keuangan berkelanjutan.

“Dengan new policy yang mengutamakan ekosistem syariah dan layanan digital, BSI berkomitmen untuk memberikan solusi keuangan yang lebih mudah diakses dan berbiaya rendah. Tabungan haji yang tumbuh 17,15% tahunan hingga Mei 2026 menunjukkan bahwa strategi ini berhasil merangkul kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat posisi BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia,” jelas Wisnu Sunandar, Corporate Secretary BSI.

BCA Syariah dan Bank bjb Syariah: Pertumbuhan CASA di Bawah New Policy

BCA Syariah dan Bank bjb Syariah juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam CASA sebagai dampak dari new policy yang diterapkan. Data menunjukkan bahwa CASA BCA Syariah mencapai Rp 6,53 triliun per Juni 2026, naik 14,63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio CASA perseroan meningkat dari 40,78% menjadi 42,40%, yang menandakan kemajuan dalam mengoptimalkan pendanaan. Sementara itu, Bank bjb Syariah mencatatkan pertumbuhan CASA sebesar 16,50% tahunan hingga Juni 2026, dengan total sebesar Rp 3,62 triliun dan rasio CASA mencapai 31,21%.

Dengan new policy ini, kedua bank syariah tersebut tidak hanya mampu memperkuat keseimbangan antara peningkatan volume dana dan efisiensi biaya, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah. Dukungan teknologi digital seperti aplikasi mobile dan platform e-commerce menjadi faktor kunci dalam mempercepat proses penghimpunan dana, sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Bank Mega Syariah: Penurunan CASA Tapi Peningkatan Efisiensi

Bank Mega Syariah, meski mengalami penurunan CASA sebesar 10,29% hingga Mei 2026, tetap menunjukkan peningkatan efisiensi dalam pengelolaan dana. Jumlah CASA yang mencapai Rp 3,35 triliun di bawah new policy menunjukkan bahwa strategi optimisasi biaya dana masih berjalan baik. Rasio CASA juga meningkat dari 33,05% menjadi 35,62%, yang menandakan keberhasilan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan dana yang lebih ekonomis.

“Kami percaya bahwa new policy yang fokus pada ekosistem syariah dan efisiensi biaya adalah langkah strategis untuk menjaga daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat. Dengan menjaga kualitas aset sekaligus menurunkan biaya dana, Bank Mega Syariah berupaya menjadi salah satu perbankan syariah yang paling inovatif dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tambah Hanie Dewita, Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah.

Pertumbuhan CASA yang terjadi di berbagai bank syariah menjadi bukti bahwa new policy berdampak positif dalam mengubah struktur pendanaan. Para analis keuangan menyatakan bahwa strategi ini tidak hanya memperkuat posisi bank-bank syariah di pasar, tetapi juga memberikan contoh bagi sektor keuangan lainnya dalam menekankan efisiensi biaya. Dengan menggabungkan inovasi produk, edukasi keuangan, dan pemanfaatan teknologi, bank-bank syariah diharapkan dapat terus mengembangkan bisnisnya sambil menjaga stabilitas keuangan.

New policy dalam penghimpunan dana murah juga mengundang pertanyaan tentang keberlanjutan strategi ini. Apakah pertumbuhan CASA akan terus berlanjut, atau apakah ada tantangan yang perlu diatasi? Meski terdapat perbedaan dalam pertumbuhan masing-masing bank, new policy yang dijalankan menunjukkan komitmen perbankan syariah untuk meningkatkan kinerja dan memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Ikut berdiskusi