Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Special Plan: Prabowo: Jangan Takut Rating Agency, Kekuatan Indonesia Ada di Tangan Sendiri

Lisa Hernandez - pusatkabar.com 2 mins baca

Special Plan: Prabowo Tegaskan Kekuatan Indonesia Tidak Perlu Takut Rating Agency Special Plan - Dalam wawancara khusus untuk Special Plan , Presiden Prabowo

Special Plan: Prabowo: Jangan Takut Rating Agency, Kekuatan Indonesia Ada di Tangan Sendiri

Special Plan: Prabowo Tegaskan Kekuatan Indonesia Tidak Perlu Takut Rating Agency

Special Plan – Dalam wawancara khusus untuk Special Plan, Presiden Prabowo Subianto menyoroti tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia akibat penilaian lembaga pemeringkat investasi internasional. Ia menekankan bahwa rasa takut terhadap risiko penurunan reputasi ekonomi adalah cara untuk mengendalikan kebijakan negara. Prabowo menyatakan, bangsa Indonesia dengan populasi 287 juta ini harus percaya pada kemampuan internal dalam menghadapi tekanan eksternal.

“Kita sering ditakut-takuti agar memimpin dengan rasa takut, termasuk terhadap pasar dan perusahaan pemeringkat. Padahal, kekuatan Indonesia ada di tangan sendiri,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Dalam kerangka Special Plan, Prabowo mengkritik kebijakan energi yang melibatkan penggunaan minyak sawit dalam campuran bahan bakar B50. Ia mengungkapkan bahwa ada pihak yang berusaha memengaruhi kebijakan ini dengan menyebarkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap industri mesin. Menurut Prabowo, pemerintah perlu tetap konsisten dalam mengambil keputusan yang mendorong keberlanjutan ekonomi nasional.

“Ada kelompok tertentu yang berusaha menghambat kita dengan mengancam bahwa pabrik mesin tidak akan mendukung kebijakan B50,” tambah Prabowo. “Tapi, dalam Special Plan, kita justru memperkuat pengelolaan sumber daya dan memastikan kemandirian industri.”

Strategi Kemandirian Ekonomi dalam Special Plan

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk mengatasi masalah ekonomi secara mandiri. Ia menyatakan, penggunaan minyak sawit dalam B50 adalah bagian dari strategi Special Plan yang bertujuan menekan ketergantungan pada impor bahan bakar. Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga membuka peluang ekspor komoditas pertanian lokal ke pasar internasional.

“Dalam Special Plan, kita tidak perlu merasa terintimidasi oleh rating agency. Aspek yang diukur bisa kita kendalikan sendiri,” jelas Prabowo. “Kekuatan ekonomi Indonesia terletak pada sumber daya alam dan kapasitas industri dalam negeri.”

Peran DSI dalam Kebijakan Special Plan

Prabowo menyoroti peran Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai bagian dari Special Plan yang bertujuan meningkatkan daya saing produk nasional. DSI, kata Prabowo, menjadi pintu masuk utama ekspor Indonesia, terutama dalam bidang minyak sawit dan produk turunannya. Ia menegaskan bahwa outlook ekonomi Indonesia tetap stabil meski terdapat tekanan dari berbagai pihak.

“S&P sendiri telah mengumumkan bahwa pembentukan PT DSI adalah langkah tepat dalam kerangka Special Plan,” katanya. “Ini menunjukkan keyakinan dunia internasional bahwa Indonesia mampu mengelola pertumbuhan ekonomi secara mandiri.”

Dalam konteks Special Plan, Prabowo juga mengajak pemerintah dan lembaga negara untuk berkomitmen pada kebijakan jangka panjang. Ia menekankan bahwa stabilitas ekonomi tidak hanya bergantung pada rating agency, tetapi juga pada konsistensi pemerintah dalam menjalankan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan bangsa. Menurut Prabowo, langkah-langkah seperti peningkatan efisiensi belanja pemerintah dan pengelolaan harga komoditas adalah bagian dari strategi ini.

Sumber: Kontan.co.id | Editor: Yudho Winarto

Ikut berdiskusi