Skip to content
Fresh Desk
Juli 22, 2026
Nasional

Key Strategy: Rosan: Integrasi Data DSI Bikin Selisih Harga Ekspor dan Indeks Makin Kecil

Barbara Davis 3 mins baca

rangi Selisih Harga Ekspor dan Indeks Key Strategy menjadi salah satu prioritas utama Rosan Roeslani, CEO PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), dalam upaya

Key Strategy: Rosan: Integrasi Data DSI Bikin Selisih Harga Ekspor dan Indeks Makin Kecil

Rosan: Key Strategy dengan Integrasi Data DSI Kurangi Selisih Harga Ekspor dan Indeks

Key Strategy menjadi salah satu prioritas utama Rosan Roeslani, CEO PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), dalam upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan devisa. Sejak awal operasional pada Juni 2026, perusahaan telah memperkenalkan sistem integrasi data yang menjanjikan penurunan signifikan selisih antara harga ekspor dan indeks harga komoditas. Dalam wawancara terbaru, Rosan menjelaskan bahwa strategi ini berdampak langsung pada transparansi dan akurasi informasi ekspor.

Integrasi Data sebagai Pilar Utama

Dalam wawancara di Istana Kepresidenan, Senin (20/7/2026), Rosan mengatakan bahwa integrasi data dari berbagai lembaga pemerintah seperti Bea Cukai, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian ESDM menjadi fondasi kunci dari Key Strategy. Sistem ini memungkinkan pengumpulan data secara real-time, sehingga pemerintah bisa mengawasi proses ekspor dengan lebih cepat dan akurat. “Sistem ini memudahkan kita untuk membandingkan harga yang diberlakukan eksportir dengan indeks harga yang sudah terstandarisasi,” ujarnya.

Mengurangi Selisih Harga Ekspor

Key Strategy yang diterapkan DSI melibatkan penggabungan data dari berbagai sumber, yang sebelumnya terpisah dan sulit dikoordinasikan. Dengan integrasi tersebut, perbedaan antara harga deklarasi ekspor dan indeks harga komoditas bisa dilihat secara langsung. Rosan menyebutkan bahwa sebelum sistem ini berjalan, selisih harga mencapai lebih dari 30%, tetapi kini telah berkurang drastis. “Selisih tersebut semakin kecil karena kita bisa memantau setiap hari, bukan hanya mingguan atau bulanan,” tambahnya.

Dari hasil evaluasi awal, DSI melaporkan bahwa integrasi data berhasil mengidentifikasi ketidaksesuaian informasi yang sebelumnya tidak terdeteksi. Misalnya, harga jual komoditas di pasar internasional bisa dibandingkan langsung dengan harga yang diberikan oleh eksportir, sehingga mengurangi risiko manipulasi atau penggunaan data yang tidak konsisten. Rosan menjelaskan bahwa hal ini tidak hanya memperbaiki akurasi, tetapi juga memberikan keuntungan bagi pemerintah dalam pengambilan kebijakan.

“Dengan Key Strategy ini, kita bisa memastikan bahwa data ekspor tidak hanya terkumpul, tetapi juga bisa dipakai untuk mengambil langkah-langkah yang tepat waktu,” tutur Rosan.

DSI telah fokus pada tiga komoditas strategis, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy serta produk turunannya. Integrasi data ini memungkinkan pemerintah mengecek asal barang, volume ekspor, besaran pembayaran bea, serta kewajiban pajak secara terpadu. Rosan menekankan bahwa sistem ini juga membantu mengurangi kecurangan dalam proses ekspor, seperti pengurangan volume atau penyesuaian harga yang tidak jelas.

Sebagai bagian dari Key Strategy, DSI juga melibatkan kemampuan analisis data yang lebih canggih. Dengan memadukan teknologi informasi, perusahaan bisa menghasilkan laporan yang lebih objektif dan memudahkan pemerintah dalam mengambil keputusan. Rosan menjelaskan bahwa sistem ini tidak hanya memberikan data historis, tetapi juga prediksi berdasarkan tren harga terkini. “Ini membantu kita mengantisipasi masalah sebelum terjadi,” katanya.

Dalam masa evaluasi tiga bulan pertama operasionalnya, DSI terus mengoptimalkan Key Strategy. Perusahaan berencana menambahkan fitur baru, seperti integrasi data dari pelaku pasar internasional dan pemantauan real-time terhadap fluktuasi harga. Rosan optimis bahwa sistem ini akan terus berdampak positif, baik bagi pemerintah maupun para pelaku ekspor. “Kita sedang mengejar kemampuan yang lebih baik untuk memastikan akurasi data selalu terjaga,” ujarnya.

Ikut berdiskusi